Konten dari Pengguna

Barnum Effect, saat Sebuah Kriteria Terasa seperti Anda

Dendy Satria Nugraha

Dendy Satria Nugraha

Brawijaya University Pyschology Student

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dendy Satria Nugraha tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Rasanya hasil ramalan ini kok aku banget gitu ya?

Kalimat terbaik yang disenangi oleh setiap orang adalah penjelasan tentang dirinya sendiri. Penjelasan tentang diri terutama tentang kepribadian dapat diperoleh dari membaca ramalan bintang atau zodiak dan mengikuti tes kepribadian yang banyak ditemukan di media sosial. Deskripsi kepribadian dari ramalan bintang atau dari hasil tes kepribadian seringkali dianggap benar walaupun tes yang diberikan belum tentu valid. Dalam psikologi, peristiwa ini disebut dengan Barnum Effect (Poskus & Zukauskiene, 2014)

Netizen netizen seperti anda tentu saja sering sekali menemukan sebuah postingan seperti di Facebook, Instagram, Twitter, dan sosial media lainnya yang berkaitan dengan zodiak, golongan darah, kepribadian menurut bulan lahir, dan lain-lain. Bahkan, ada postingan di sosial media tersebut yang menjabarkan suatu kriteria terkait tentang Anxiety, Bipolar, Skizofrenia, Depresi.

Pasti kalian langsung berpikiran salah satu dari kriteria tersebut ada kaitannya dengan kalian semua kan?

Dilansir dari https://www.freepik.com/free-photo/virgo-symbol-horoscope-zodiac-fortune-graphic-concept_16436262.htm#page=1&query=prophecy&position=0&from_view=search
https://www.freepik.com/free-vector/different-mental-disorders-collection_10183294.htm#page=1&query=bipolar%20disorder&position=17&from_view=search

“We can all be suckers — or at least some of us can some of the time.(Susan Krauss Whiteborne)”

Nah, seperti contoh gambar di atas. Hal ini dapat menyebabkan Barnum Effect. Di mana anda akan mengaitkan salah satu kriteria pada gambar ataupun seluruh kriteria terhadap diri anda. Kita ambil salah satu contoh di gambar seperti Appetite changes (Perubahan pada nafsu makan). Setiap orang pasti pernah memiliki perubahan dalam nafsu makan. Saat sakit seperti demam atau menstruasi yang menyebabkan hormon tidak stabil sehingga nafsu makan terkadang naik atau malah tidak nafsu makan sama sekali .Padahal, perubahan nafsu makan itu wajar lho.Apalagi jika mood kita sangat down pada saat itu.

Hal inilah yang dijual kepada para audience, sebuah kriteria di mana hampir setiap orang mengalaminya. Sebuah kriteria di mana hal tersebut berkonotasi positif ataupun negatif yang sudah umum terjadi namun dibungkus dengan postingan ber-bumbu psikologi. Hal ini tentu saja akan lebih laris lagi apabila postingan tersebut mengenai sebuah mental illness dan kriteria nya sangat berkonotasi negatif. Bagaimana rasanya setelah tahu bahwa anda ditipu oleh suatu ramalan? Menjengkelkan bukan? Nah ini nih, yang namanya terkena Barnum effect.

Biasanya, orang yang terkena Barnum effect akan dihadapkan oleh dua sisi. Pertama, seseorang akan merasa bahwa dia sudah terkena penyakit mental dan mendalami kriteria tersebut. Bisa juga seseorang membuat sebuah ingatan yang kadang bahkan sebenarnya tidak terjadi di kehidupannya dan mengaitkan hal yang pernah dia alami kedalam kriteria salah satu ataupun lebih pada penyakit mental tersebut. Kedua, seseorang akan merasa bangga karena merasa memiliki penyakit yang unik dan merasa bahwa dia merupakan orang yang paling berbeda di dunia ini. Perlu diketahui bahwa hal kedua ini biasanya dialami oleh para remaja yang di mana mereka memiliki emosi yang labil. Jangan heran jadinya kalo para remaja menganggap bahwa terkena mental issues adalah hal yang keren deh

Apabila hal ini dilanjutkan,maka akan menghasilkan yang namanya self diagnosis(Diagnosis terhadap diri sendiri). Mendiagnosis diri sendiri adalah memutuskan kita memiliki penyakit berdasarkan pengetahuan yang dimiliki atau setelah membaca informasi yang berkaitan dengan keluhan tersebut. Orang yang terbiasa mendiagnosis diri sendiri secara berlebihan disebut cyberchondria (White & Horvitz, 2009). Self diagnosis merupakan salah satu tindakan yang serius.

Hal ini tentu saja bahaya lho. Tau gak kenapa kok bahaya? Karena tindakan ini, para pembaca akan merasa bahwa mereka memiliki penyakit mental seperti depresi. Hal ini dapat mengakibatkan mereka seperti tidak semangat dalam menjalani hidup. Padahal, bisa saja hal ini bukan karena depresi. Self diagnosis juga mengakibatkan seseorang menjadi terpuruk karena merasa bahwa mereka memiliki penyakit yang aneh. Apalagi di negeri ini, mental health masih sesuatu yang dianggap sepele. Kebanyakan orang hanya mengetahui penyakit fisik. Tidak ada namanya penyakit mental, yang ada hanyalah mereka dirasuki jin atau setan. Anggapan seperti ini masih sering sekali terjadi di luar sana kok. Jadi sebisa mungkin, sadarkan bahwa mental health adalah hal yang nyata ya!

Sebaiknya, lakukan konsultasi terhadap psikiater terkait apa yang anda alami saat ini. Jangan sekali-sekali mencoba untuk self diagnosis! Jika anda membaca sesuatu yang positif yang menghasilkan barnum effect dan membuat anda semangat, boleh kok asalkan tidak terlalu sering karena dampak dari efek yang terlalu sering ini juga menghasilkan dampak yang buruk juga. Yang tidak boleh adalah anda membaca berbagai ciri-ciri orang terkena penyakit mental lalu mengaitkan dengan diri anda tanpa bantuan seorang profesional.

Barnum effect dapat dihindari dengan cara sering sering-membaca dari sumber yang ilmiah, dengan membaca berbagai buku,jurnal dan lain-lain dari sumber yang ilmiah sehingga anda dapat membedakan mana ilmu yang benar mana yang pseudosains. Pseudosains (Pseudoscience) adalah suatu istilah yang digunakan untuk merujuk pada suatu bidang yang menyerupai ilmu pengetahuan namun sebenarnya bukan merupakan ilmu pengetahuan. Sesuatu yang menyerupai ilmu pengetahuan ini tidak valid dan memiliki banyak kekurangan, tidak rasional dan cenderung dogmatis. Dengan kata lain sains ini adalah sains palsu (Ridwan, 2011). Jadi, jangan terlalu mudah percaya terhadap apa yang anda baca. Selalu lakukan riset-riset terhadap apa yang anda baca. Sebaiknya mulai sekarang, hindarilah bacaan-bacaan mengenai jenis-jenis kepribadian menurut zodiak, bulan lahir, dan juga golongan darah.

Referensi:

Faradiba, A. T., Kistyanti, N. M. R., Maulidina, F., & Indriani, R. (2021). Barnum Effect pada Kepribadian Lima Faktor. Jurnal Ilmiah Psikologi MIND SET, 1(01), 96-104. https://doi.org/10.35814/mindset.v1i01.2587

When It Comes to Personality Tests, a Dose of Skepticism Is a Good Thing. (2021). Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/intl/blog/fulfillment-any-age/201008/when-it-comes-personality-tests-dose-skepticism-is-good-thing

Akbar, M. F. (2019). Analisis Pasien Self-diagnosis Berdasarkan Internet pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama. doi:10.31227/osf.io/6xuns

SAINS DAN PSUDOSAINS. (2012, October 13). Pusat Bahasa al Azhar; Pusat Bahasa Al Azhar. https://pusatbahasaalazhar.com/persembahan-buat-guru/sains-dan-psudosains/