Konten dari Pengguna

GIAT 14 UNNES Gelar Sosialisasi: Ajak Pelajar SDN Desa Pagersari Memilah Sampah

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Deniz Akbar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Momen siswa SDN 02 Desa Pagersari menjawab pertanyaan seputar kebersihan lingkungan bersama mahasiswa GIAT 14 UNNES. (Dokumentasi GIAT 14 UNNES)
zoom-in-whitePerbesar
Momen siswa SDN 02 Desa Pagersari menjawab pertanyaan seputar kebersihan lingkungan bersama mahasiswa GIAT 14 UNNES. (Dokumentasi GIAT 14 UNNES)

Sebanyak 24 pelajar dari SD Negeri 02 Desa Pagersari, Kecamatan Bergas mengikuti sosialisasi yang diinisiasi oleh mahasiswa GIAT 14 Universitas Negeri Semarang (UNNES) pada Kamis (18/12/2025) lalu. Dalam kegiatannya, mereka ikut serta mempelajari praktik pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

Sebagai bagian dari edukasi kepada masyarakat, mahasiswa GIAT 14 UNNES menyasar kepada para anak-anak di Desa Pagersari dalam program pemilahan sampah. Hal ini tentunya bertujuan untuk memberi pemahaman akan pentingnya kebersihan lingkungan, khususnya dalam lingkup pendidikan.

"Saya melihat siswa SDN 02 Pagersari bukan hanya sebagai objek edukasi, tapi sebagai agen perubahan kecil," ungkap Zekry Tri Firnanda, ketua GIAT 14 UNNES Desa Pagersari.

Terdapat sesi pemaparan materi, tanya jawab, hingga praktik pemilahan sampah secara langsung yang disampaikan kepada para siswa dan siswi. Selain itu, terdapat pula permainan sederhana mengenai pola hidup bersih dan sehat yang membuat suasana kelas menjadi interaktif dan semakin menyenangkan.

Mahasiswa UNNES GIAT 14 berinteraksi bersama para siswa dan siswi SDN 02 Desa Pagersari dalam kegiatan sosialisasi PHBS. (Dokumentasi GIAT 14 UNNES)

Minimnya edukasi soal pentingnya menjaga kebersihan lingkungan menjadi alasan utama sang pelaksana kegiatan Muhammad Siddiq memilih SDN 02 Desa Pagersari sebagai sasaran sosialisasi. Baginya, sekolah merupakan area yang menuntut kenyamanan agar para siswa dan siswi dapat belajar secara maksimal.

"Anak SD dapat dibina sejak dini untuk mengurangi masalah lingkungan di kemudian hari," terang Siddiq. "Kami memilihnya (SDN 02 Desa Pagersari) karena sebagai salah satu tempat awal mengajarkan disiplin memilah sampah," tambahnya.

Kegiatan pengenalan pola hidup bersih dan sehat yang dilaksanakan oleh mahasiswa GIAT 14 UNNES tentunya sejalan dengan visi kampus yaitu menjadi universitas pelopor kecemerlangan pendidikan yang berwawasan konservasi.

Muhammad Siddiq (kiri), Artha Esa Amanda (tengah), dan Niken Elysia (kanan) memberikan poster pola hidup bersih dan sehat (PHBS) kepada SDN 02 Desa Pagersari. (Dokumentasi GIAT 14 UNNES)

Pada praktiknya, para siswa dan siswi di SDN 02 Desa Pagersari diperkenalkan terhadap 3 jenis sampah, yaitu organik, anorganik, dan B3. Pengenalan ini bertujuan agar mereka mengetahui bahwa tidak semua sampah dapat dibuang hanya pada satu tempat saja.

"Dengan mengajarkan PHBS dan pemilahan sampah kepada mereka, harapannya kebiasaan baik ini akan mereka bawa pulang dan menular ke orang tua serta lingkungan sekitar," tutur Zekry.

Para pelajar SDN 02 Desa Pagersari kemudian juga menjelaskan kembali berbagai materi yang telah disampaikan oleh mahasiswa GIAT 14 UNNES. Menariknya, mereka dengan lugas mampu menjawab berbagai pertanyaan seputar pemilahan sampah yang membuat teman-teman lain menjadi antusias.

Siswa dan siswi SDN 02 Desa Pagersari berfoto bersama para mahasiswa GIAT 14 UNNES seusai sosialisasi pola hidup bersih dan sehat (PHBS). (Dokumentasi GIAT 14 UNNES)

Saat ditanya mengenai harapan, baik Zekry dan Siddiq kompak menginginkan agar teman-teman SDN 02 Desa Pagersari mampu menerapkan kebiasaan baik ini tidak hanya di sekolah, namun juga saat di rumah dan juga lingkungan sekitar.

"Saya berharap kepada mereka dapat mengajak teman sebaya bahkan keluarga untuk ikut kebiasaan memilah sampah dan membuangnya ke tempat semestinya," tutup Siddiq.