Gempa di Bandung, Kecil Namun Patut Diwaspadai

Pagi tadi, Minggu (14/5), terjadi gempa kecil di Bandung yang getarannya tidak terasa oleh sebagian besar masyarakat sekitar. Namun para ahli mengamati gempa ini dengan kewaspadaan.
Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono, dalam pernyataannya kepada kumparan (kumparan.com) mengatakan gempa tektonik terjadi sekitar pukul 10.51 WIB di wilayah Parongpong, Bandung Barat.
Menurut BMKG, gempa ini berkekuatan 2,8 magnitudo dengan episenter koordinat 6,78 LS dan 107,55 BT, 6 km baratlaut Kota Lembang pada kedalaman dangkal kurang dari 10 km.
"Analisis peta tingkat guncangan dan laporan masyarakat menunjukkan gempabumi dirasakan dalam skala intensitas I SIG-BMKG atau II MMI di Parongpong dan sekitarnya. Guncangan lemah ini hanya dirasakan dan dilaporkan oleh beberapa orang," ujar Daryono.

Menurut Daryono, walau kecil namun gempa kali ini menarik perhatian para ahli gempa karena lokasi episenter dekat dengan jalur Sesar Lembang. Di kawasan barat laut zona Sesar Lembang juga pernah terjadi beberapa aktivitas gempa dengan mekanisme sesar mendatar (strike slip).
Pada 28 Agustus 2011 lalu, di selatan lokasi pusat gempa saat ini juga pernah terjadi gempa berkekuatan 3,0 M.
"Zona gempa bumi di daerah ini patut mendapat perhatian, mengingat keberadaan Sesar Lembang yang aktif dan lokasinya yang berdekatan dengan permukiman khususnya kota Lembang dan Bandung yang cukup padat penduduknya," kata Daryono.
Daryono bersyukur meski episenter gempa tadi pagi di darat dengan kedalaman hiposenter dangkal tetapi kekuatannya tidak signifikan, sehingga tidak menimbulkan kerusakan.
"Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab," lanjut Daryono.
