ISIS Penggal Dua Pria Diduga Dukun di Mesir

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Asap akibat perang antara ISIS dan Irak. (Foto: Reuters/Goran Tomasevic)
zoom-in-whitePerbesar
Asap akibat perang antara ISIS dan Irak. (Foto: Reuters/Goran Tomasevic)

Kelompok militan ISIS kembali merilis video eksekusi pada Selasa (28/3). Dalam video terbaru itu, ISIS memenggal dua orang pria yang dituduh dukun di Sinai, Mesir.

Diberitakan Reuters, video tersebut dibagikan ISIS di channel mereka pada aplikasi Telegram. Dalam video ditampilkan polisi agama ISIS yang dikenal dengan nama Hasbah dan dua orang pria tua yang memakai baju terusan oranye, kostum khusus tereksekusi mati ISIS.

Hasbah kemudian membacakan vonis yang dijatuhkan oleh pengadilan Syariah ISIS di Sinai, bahwa kedua pria itu harus dihukum mati. Keduanya dinyatakan bersalah atas tuduhan "murtad, melakukan sihir, mengaku bisa meramal masa depan, dan mengundang kesyirikan."

Tidak lama kemudian, keduanya dipenggal.

Dalam video juga ditampilkan tentara ISIS yang menyita truk berisi rokok dan narkoba, lalu truk itu dibakar. Terekam juga aktivitas ISIS membagikan selebaran agama kepada para pengendara di pos pemeriksaan Sinai.

ISIS dalam video tersebut juga terekam menggeruduk pengajian jemaah Sufi dan menangkap beberapa orang. Para jemaah kemudian diminta menandatangani perjanjian untuk tidak melakukan pengajian itu lagi.

Tentara ISIS menghancurkan televisi dan parabola, serta nisan-nisan yang dianggap tidak sesuai dengan cara penguburan Islam. Beberapa orang pria terlihat dipukuli karena dituduh menyelundupkan barang.

Kelompok militan ISIS di Sinai sejatinya adalah tentara pemberontak yang muncul di Mesir pada pergolakan politik tahun 2011. Pada tahun 2014 mereka berbaiat pada Abu Bakar al-Baghdadi dan sejak itu dianggap cabang ISIS di Sinai, wilayah yang berbatasan dengan Israel, Gaza dan Terusan Suez.