Macron Tunjuk Tokoh Konservatif jadi Perdana Menteri Prancis

Presiden terpilih Prancis Emmanuel Macron menunjuk tokoh konservatif sebagai perdana menteri. Ini disebut sebagai salah satu strategi Macron untuk memenangkan pemilu parlemen pada Juni lalu.
Edouard Philippe, 46, ditunjuk sebagai perdana menteri Prancis oleh Macron pada Senin (15/5). Philippe adalah wali kota Le Havre yang juga anggota partai sayap kanan The Republicans. Keberadaan Philippe akan memperkuat kubu Macron yang saat ini didukung Partai Sosialis.
Dengan berbagai dukungan ini, Macron berambisi mengalahkan kubu sayap kiri yang mendominasi parlemen Prancis sejak lama.
Baca juga: Macron Disumpah Jadi Presiden: Prancis di Ambang Renaisans Baru

Perolehan suara mayoritas di parlemen penting bagi Macron demi mulusnya berbagai kebijakan yang akan diambilnya, di antaranya pemangkasan anggaran, peningkatan investasi, dan penciptaan lapangan pekerjaan, demi meningkatkan perekonomian serta mengatasi pengangguran di Prancis.
Penunjukkan Philippe juga mencetak sejarah di Prancis. Pasalnya tidak pernah belum pernah ada di negara itu seorang presiden memilih perdana menteri bukan dari kubu pendukungnya.
Sebelum terjun ke politik, Philippe bekerja sebagai pengacara di perusahaan nuklir negara Areva antara 2007 dan 2010. Dia menjadi anggota parlemen pada 2012 dan wali kota Le Havre pada 2014.
Philippe adalah lulusan kampus yang sama seperti Macron, yaitu Sciences Po di Paris.
