Ridwan Kamil: Darah Pejuang Mengalir Dalam Diri Saya

Ridwan Kamil resmi diusung sebagai calon gubernur Jawa Barat oleh Partai Nasional Demokrat (Nasdem) pada Minggu (19/4). Dalam pidatonya Ridwan mengatakan dia akan berjuang untuk Jawa Barat, karena darah pejuang mengalir telah dalam dirinya.
Kakeknya, kata Ridwan, adalah panglima Hizbullah di Jawa Barat di jaman penjajahan dahulu. Dua pamannya, lanjut dia, gugur membela Indonesia saat membawa para santri berjuang melawan Belanda.
"Indonesia dihadirkan, diperjuangkan, dimenangkan dengan darah dan air mata, saya datang dari keluarga pejuang," tutur pria yang akrab disapa Kang Emil ini, di Monumen Bandung Lautan Api, Lapangan Tegalega, Bandung.
Di Atas Panggung Nasdem, Ridwan Kamil Banggakan Kemajuan Bandung
Kakek Ridwan Kamil bernama Muhyidin dan tahun lalu diusulkan menjadi calon pahlawan nasional. Menurut penelitian Yayasan Masyarakat Sejarawan Indonesia (YMSI), Muhyidin adalah pemimpin Hizbullah yang berperan sangat penting para perang kemerdekaan di berbagai daerah.
YMSI juga mengatakan, Muhyidin pernah dua kali di penjara karena dianggap tokoh berbahaya oleh pemerintah kolonialisme. Dengan dasar turut dalam perlawanan terhadap penjajah, YMSI mengusulkan agar Muhyidin masuk dalam jajaran pahlawan Indonesia.
"Itulah sejarah sedikit yang tidak pernah saya ceritakan, tapi untuk menunjukkan darah pejuang yang selalu hadir dalam diri saya sehari-hari," kata Wali Kota Bandung ini. Setelah memperkenalkan diri, Ridwan membeberkan sejumlah kemajuan yang diraih Bandung di bawah kepemimpinannya.
Baca Juga: Dukung Ridwan Kamil, Nasdem Ingin Usung Politik Tanpa Mahar

Sebelum Kang Emil pidato, diputarkan dulu video tentang biografinya. Dijelaskan bahwa Emil lahir 45 tahun yang lalu di Bandung. Kang Emil menyelesaikan S1 di Arsitektur ITB dan S2 di Universitas California, Barkeley, AS, jurusan Urban Design.

Ketua DPW Partai Nasional Demokorat (Nasdem), Saan Mustopa, dalam pidato di awal acara mengatakan Ridwan Kamil adalah tokoh terbaik Jawa Barat yang diusung menjadi calon gubernur. Nasdem mendukung Ridwan Kamil sebagai bentuk pengejawantahan sikap partai yang menganut sistem politik tanpa mahar.
"Dalam rangka mencari putra-putri terbaik, Partai Nasdem mengedepankan proses politik tanpa mahar. Nasdem ingin mengurangi beban politik kepala daerah, Nasdem tidak ingin kepala daerah yang diusung berbuat tercela," kata Saan.
Indonesia dihadirkan, diperjuangkan, dimenangkan dengan darah dan air mata, saya datang dari keluarga pejuang.
