Sambil Selfie, Polisi Myanmar Rekam Penyiksaan Warga Rohingya

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Penyiksaan Rohingya (Foto: Youtube)
zoom-in-whitePerbesar
Penyiksaan Rohingya (Foto: Youtube)

Sebuah rekaman video penyiksaan terhadap warga Muslim Rohingya oleh polisi Myanmar ramai dibicarakan di internet. Menanggapi video tersebut, pemerintah Myanmar berjanji akan menyelidikinya.

Video yang berdurasi lebih dari 1 menit itu direkam oleh seorang polisi dengan cara selfie. Sambil menghisap rokok, polisi itu memperlihatkan penyiksaan yang diterima warga Rohingya.

Terlihat warga sebuah desa Rohingya dikumpulkan, jongkok di tanah lapang. Warga yang kebanyakan bersarung ini diseret keluar dari rumah, dipukuli dan ditendangi, sembari tangan tetap ada di atas kepala.

Saat jongkok, sepatu boot tentara beberapa kali mengantam wajah warga yang tidak berdaya itu. Sementara itu, pemegang kamera asyik menghisap rokoknya.

Peristiwa itu terjadi di negara bagian Rakhine, di tengah operasi militer Myanmar menyusul serangan ke pos perbatasan yang menewaskan sembilan tentara, Oktober lalu.

Penyiksaan Rohingya (Foto: Youtube)
zoom-in-whitePerbesar
Penyiksaan Rohingya (Foto: Youtube)

Lembaga HAM mengatakan, dengan dalih mencari militan, polisi dan tentara Myanmar membunuh, memperkosa dan membakar rumah warga Rohingya. Operasi ini kembali memicu gelombang pengungsi Rohingya, kelompok etnis minoritas paling tertindas di dunia.

Menurut data PBB, sudah sekitar 34 ribu warga Rohingya kabur ke Bangladesh.

Pemerintah Aung San Suu Kyi mengakui keaslian video penyiksaan polisi tersebut. Mereka mengatakan video itu direkam pada 5 November di desa Kotankauk, sebelah utara Rakhine.

"Tindakan akan dilakukan terhadap aparat yang dituduh memukuli warga desa," kata pernyataan pemerintah.

Pemerintah mengatakan bahwa militer melakukan penyisiran setelah mendapat laporan dua penyerang polisi bersembunyi di desa itu. Empat orang aparat yang terekam menyiksa warga telah diidentifikasi dan akan segera ditindak.

Kekerasan terhadap Rohingya yang masih terus berlanjut kembali memicu kritik terhadap Suu Kyi. Peraih Nobel Perdamaian itu dianggap diam saja dan tidak melakukan apa pun untuk menghentikan derita Rohingya.