Konten dari Pengguna

Tuti dan Maria dalam Novel "Layar Terkembang," Dua Cara Memandang Kehidupan

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Akbar Rama Lesmana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

*gambar buatan sendiri*
zoom-in-whitePerbesar
*gambar buatan sendiri*

Novel "Layar Terkembang" karya Sutan Takdir Alisjahbana merupakan salah satu karya sastra Indonesia yang menarik untuk dibaca. Novel yang terbit pada 1937 ini menceritakan kehidupan dua saudara perempuan, yaitu Tuti dan Maria, yang memiliki sifat dan cara pandang berbeda. Melalui kedua tokoh tersebut, pembaca diajak memahami bahwa setiap orang mempunyai pemikiran, perasaan, dan pilihan hidup masing-masing.

Hal yang menarik dari novel ini bukan hanya kisah percintaan yang dialami para tokohnya, melainkan juga cara pengarang menggambarkan kepribadian perempuan. Tuti dan Maria sama-sama memiliki kelebihan, tetapi keduanya menunjukkan cara yang berbeda dalam menjalani kehidupan. Perbedaan inilah yang membuat karakter mereka menarik untuk dibahas.

Tuti, Perempuan yang Tegas dan Mandiri

Tuti digambarkan sebagai perempuan yang tegas, mandiri, dan memiliki pemikiran maju. Ia tidak ingin hidupnya hanya mengikuti kebiasaan masyarakat tanpa mempertimbangkan apa yang benar-benar diyakininya. Baginya, perempuan memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan, mengembangkan kemampuan, dan berperan dalam kehidupan sosial.

Sikap Tuti menunjukkan bahwa menjadi perempuan bukan berarti harus selalu bergantung kepada orang lain. Ia memiliki pendirian dan berusaha menjalani hidup sesuai dengan prinsipnya. Karakter tersebut membuat Tuti terlihat sebagai sosok yang kuat dan serius dalam memperjuangkan pandangannya.

Namun, di balik sikapnya yang tegas, Tuti tetaplah manusia yang memiliki perasaan. Ia juga menghadapi persoalan ketika harus menyeimbangkan prinsip hidup dengan kebutuhan emosionalnya. Dari tokoh Tuti, pembaca dapat melihat bahwa menjadi mandiri bukan berarti tidak membutuhkan orang lain. Seseorang tetap bisa memiliki perasaan, tetapi juga berusaha menjaga pendirian dan tujuan hidupnya.

Maria, Perempuan yang Ceria dan Penuh Perasaan

Berbeda dengan Tuti, Maria memiliki kepribadian yang lebih ceria, ramah, dan terbuka. Ia mudah menunjukkan perasaan serta lebih menikmati hubungan dengan orang-orang di sekitarnya. Jika Tuti cenderung serius dalam memandang kehidupan, Maria terlihat lebih spontan dan hangat ketika berinteraksi dengan orang lain.

Karakter Maria terlihat dalam hubungannya dengan Yusuf. Ia menunjukkan kasih sayang dan perhatian kepada orang yang dicintainya. Bagi Maria, perasaan dan hubungan antarmanusia menjadi bagian penting dalam kehidupan. Sikap tersebut membuat Maria terlihat lebih emosional dibandingkan kakaknya.

Meskipun begitu, sifat Maria tidak berarti lebih buruk daripada Tuti. Keduanya hanya mempunyai cara berbeda dalam menghadapi kehidupan. Maria mengingatkan pembaca bahwa perasaan juga merupakan bagian penting dari kehidupan manusia. Tidak semua persoalan harus dihadapi dengan pemikiran yang kaku karena ada saatnya seseorang perlu mendengarkan perasaan dan memahami orang lain.

Yusuf dan Hubungannya dengan Kedua Tokoh

Selain Tuti dan Maria, Yusuf juga menjadi tokoh penting dalam novel ini. Sebagai laki-laki yang menjalin hubungan dengan Maria, Yusuf ikut memengaruhi perkembangan hubungan antartokoh. Kehadirannya membuat persoalan cinta dan pilihan hidup menjadi bagian penting dalam cerita.

Melalui hubungan Yusuf dengan Maria dan Tuti, pembaca dapat melihat bagaimana perasaan, pemikiran, dan keadaan dapat memengaruhi kehidupan seseorang. Hubungan tersebut juga membantu memperlihatkan perbedaan karakter kedua saudara perempuan itu. Dengan demikian, Yusuf bukan sekadar pelengkap cerita, tetapi juga memiliki peran dalam memperjelas kepribadian tokoh lainnya.

Memahami Tokoh Melalui Teori Burhan Nurgiyantoro

Perbedaan karakter Tuti dan Maria dapat dipahami melalui teori tokoh dan penokohan yang dibahas oleh Burhan Nurgiyantoro dalam buku "Teori Pengkajian Fiksi." Menurut Nurgiyantoro (2019), tokoh merupakan pelaku yang mengalami berbagai peristiwa dalam cerita, sedangkan penokohan berkaitan dengan cara pengarang menggambarkan sifat dan karakter tokoh tersebut.

Karakter tokoh dapat dikenali melalui tindakan, ucapan, pemikiran, serta hubungannya dengan tokoh lain. Dalam "Layar Terkembang," karakter Tuti terlihat melalui sikapnya yang tegas dan pemikirannya mengenai kedudukan perempuan. Sementara itu, karakter Maria dapat dipahami melalui sikapnya yang ceria dan caranya menunjukkan perasaan dalam hubungan dengan orang lain.

Jika dilihat lebih jauh, perbedaan keduanya menunjukkan bahwa pengarang tidak menciptakan tokoh dengan kepribadian yang sama. Tuti mewakili perempuan yang mengutamakan kemandirian dan prinsip, sedangkan Maria memperlihatkan sisi kehidupan yang lebih dekat dengan perasaan dan kasih sayang. Kedua karakter tersebut membuat cerita terasa lebih hidup karena pembaca dapat melihat berbagai cara seseorang memahami dan menjalani kehidupan.

Pelajaran dari Tuti dan Maria

Kisah Tuti dan Maria memberikan pelajaran bahwa setiap orang mempunyai cara tersendiri dalam menentukan pilihan hidup. Ada orang yang lebih mengutamakan prinsip dan tujuan jangka panjang, sementara orang lain lebih mempertimbangkan perasaan dan hubungan dengan sesama. Perbedaan tersebut tidak selalu harus dipertentangkan karena setiap orang mempunyai pengalaman dan kebutuhan yang berbeda.

Novel ini juga mengajak pembaca untuk melihat perempuan sebagai individu yang memiliki hak untuk berpikir, belajar, berkembang, dan menentukan masa depannya. Tuti memperlihatkan pentingnya kemandirian, sedangkan Maria menunjukkan bahwa kelembutan dan perasaan juga mempunyai tempat dalam kehidupan.

Pada akhirnya, "Layar Terkembang" bukan hanya cerita tentang dua saudara perempuan dengan kepribadian berbeda. Novel ini juga menghadirkan gambaran tentang manusia yang berusaha menemukan jalan hidupnya masing-masing. Melalui Tuti, Maria, dan Yusuf, pembaca diajak memahami bahwa kehidupan tidak hanya berkaitan dengan apa yang kita yakini, tetapi juga bagaimana kita memahami perasaan, menghargai perbedaan, dan mengambil keputusan.