ASRI GANDU: Sulap Limbah Plastik Jadi Ikon Baru Desa Gandu

UM BBM Pulkam 2026
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari UM BBM Desa Gandu Kecamatan Bagor Kabupaten Nganjuk tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Nganjuk, 17 Juli 2026 – Balai Desa Gandu kini tampil lebih menarik berkat hadirnya program ASRI GANDU (Aksi Sampah Resik dan Inovasi Garden Apotek Nusantara Desa Unggulan), sebuah kolaborasi antara mahasiswa Universitas Negeri Malang melalui program Belajar Bersama Masyarakat (BBM) dengan Tim Penggerak PKK Desa Gandu. Program ini berhasil mengubah limbah botol plastik yang sebelumnya tidak bernilai menjadi karya ecobrick berbentuk ikon “I LOVE GANDU” yang dipasang di depan balai desa sebagai identitas baru desa. Tidak hanya menghadirkan nilai estetika, ecobrick tersebut juga menjadi simbol kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan sampah plastik secara kreatif dan berkelanjutan. Kehadiran ikon ini sekaligus memperkuat citra Desa Gandu sebagai desa yang peduli terhadap lingkungan sekaligus terbuka terhadap inovasi.

Keunikan program ASRI GANDU terletak pada pada semangat kolaborasi yang tumbuh di tengah masyarakat. Mahasiswa Belajar Bersama Masyarakat (BBM) Universitas Negeri Malang berperan dalam proses perancangan hingga pembuatan ecobrick dari limbah botol plastik yang dikumpulkan dari lingkungan sekitar, sedangkan ibu-ibu Tim Penggerak PKK Desa Gandu berinisiatif mengembangkan Taman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di area yang sama. Menariknya, pengembangan taman tersebut juga mengusung konsep ramah lingkungan dengan memanfaatkan limbah galon plastik sekali pakai yang didaur ulang menjadi pot tanaman, sehingga semakin memperkuat nilai keberlanjutan program. Sinergi tersebut menghadirkan kawasan Balai Desa Gandu yang lebih tertata, hijau, dan nyaman dipandang. Lebih dari sekadar mempercantik lingkungan, kegiatan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas elemen masyarakat mampu menghadirkan solusi inovatif dalam pengelolaan limbah sekaligus menciptakan ruang publik yang edukatif dan bernilai estetis.
Melalui program ASRI GANDU, mahasiswa dan masyarakat berharap semangat menjaga lingkungan dapat terus tumbuh dan menjadi budaya di Desa Gandu. Program ini tidak hanya menghasilkan perubahan fisik berupa penataan kawasan balai desa, tetapi juga membangun kesadaran bahwa pengelolaan limbah dan penghijauan merupakan tanggung jawab bersama. Keberadaan ikon desa berbahan ecobrick serta taman TOGA diharapkan menjadi identitas baru Desa Gandu sekaligus menginspirasi masyarakat untuk terus berinovasi dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari. Sinergi yang terbangun antara mahasiswa dan Tim Penggerak PKK menjadi bukti bahwa kolaborasi sederhana mampu menghadirkan dampak nyata bagi pembangunan desa yang berkelanjutan.
