Mahasiswa UM BBM Desa Gandu Tumbuhkan Semangat Mengaji lewat Program Pelita Ilmu

UM BBM Pulkam 2026
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari UM BBM Desa Gandu Kecamatan Bagor Kabupaten Nganjuk tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Nganjuk, 20 Juli 2026 – Berangkat dari kepedulian akan pentingnya pembelajaran Al-Qur’an sejak dini, mahasiswa UM BBM Desa Gandu turut serta membantu kegiatan mengaji anak-anak di TPQ setempat melalui program kerja “Pelita Ilmu”.
Kegiatan yang berlangsung mulai dari 15 Juni hingga 24 Juli 2026 ini dilaksanakan setiap hari kecuali di hari kamis. Dalam pelaksanaannya, program ini melibatkan 2 hingga 3 orang mahasiswa yang bertugas setiap harinya untuk mendampingi anak-anak belajar membaca iqro’ hingga Al-Qur’an.
Program kerja “Pelita Ilmu” tidak hanya berfokus pada kegiatan mengajar semata, namun juga sebagai wujud kepedulian dan kolaborasi nyata antara mahasiswa UM BBM Desa Gandu dengan lembaga pendidikan keagamaan (TPQ) yang sudah ada di masyarakat, terutama dalam menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap Al-Qur’an. Kami percaya bahwa dengan adanya pendampingan yang konsisten dalam membaca iqro’ ataupun Al-Qur’an mampu memberikan dampak besar bagi pembentukan karakter dan spiritual anak.
Rifa (25), salah seorang guru TPQ setempat, mengaku senang dengan kehadiran mahasiswa UM BBM. Menurutnya, program kerja “Pelita Ilmu” sangat membantu meringankan tugas mengajarnya di tengah banyaknya murid. “Alhamdulillah sangat meringankan, karena pekerjaan saya bukan cuma ini aja” ungkapnya. Beliau juga merasakan perubahan positif salah satunya anak-anak menjadi lebih ceria dan rutin datang ke TPQ. “Anak-anak lebih ceria, sering masuk dibandingkan biasanya, karena ada kakak-kakak mahasiswa yang menghibur dan diajak main, antusiasnya itu sangat menarik” tuturnya. Mba Rifa berharap mahasiswa UM BBM terus sukses dan tidak kapok untuk mengajar di TPQ. “Terima kasih banyak sudah membantu. Jangan kapok lagi kalau ngajar disini” pesannya.
Beberapa anak TPQ mengaku senang dengan kehadiran mahasiswa UM BBM. Mereka merasa cara mengajar kakak-kakak mahasiswa sangat menyenangkan dan mudah dipahami. Salah satu anak, Naswa (12) mengungkapkan bahwa kakak-kakak mahasiswa tidak hanya mengajar mengaji, tetapi juga memberikan berbagai pengetahuan keagamaan. “Kakak-kakak ngajarin doa-doa, surat pendek, kuis keagamaan, cerita nabi, dan belajar sholat” ujarnya. Bella (12) menambahkan, “Cara ngajarnya sangat mudah dipahami dan menyenangkan. Kakak-kakaknya sopan, baik, raham, dan asyik”. Ia juga mengaku kemampuan membacanya semakin bertambah setelah diajar oleh mahasiswa UM BBM. Namun, di balik kebahagiaan itu, ada rasa sedih yang dirasakan oleh Talitha (12). Dengan mata berkaca-kaca, ia mengatakan, "Sedih dan terharu kalau kakak-kakaknya sudah selesai dan tidak datang lagi ke desa ini".
Melalui program kerja “Pelita Ilmu”, mahasiswa UM BBM Desa Gandu belajar bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat diwujudkan melalui langkah kecil yang konsisten dan penuh kepedulian. Pendampingan mengaji ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang, tidak hanya dalam kemampuan membaca Al-Qur’an saja, namun juga dalam menumbuhkan semangat belajar agama Islam di kalangan anak-anak sejak usia dini.
