Mahasiswa UM BBM Hadirkan Inovasi Digitalisasi UMKM Wayang Kulit di Desa Gandu

UM BBM Pulkam 2026
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari UM BBM Desa Gandu Kecamatan Bagor Kabupaten Nganjuk tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

NGANJUK – Tim mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) yang tergabung dalam program Belajar Bersama Masyarakat (BBM) sukses menggelar program digitalisasi UMKM di Desa Gandu, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk. Program yang berlangsung pada 15–29 Juni 2026 ini menyasar salah satu potensi lokal, yaitu pengrajin wayang kulit.
Rangkaian kegiatan ini meliputi pembuatan video dokumenter profil usaha, pendaftaran titik lokasi di Google Maps, hingga pemasangan plakat identitas usaha fisik. Langkah ini diambil setelah tim mahasiswa melihat masih minimnya media promosi digital yang optimal bagi pengrajin di desa tersebut.
"Kami ingin membantu promosi usaha melalui media digital. Mulai dari pembuatan video dokumenter, mendaftarkan lokasi ke Google Maps agar mudah dicari pelanggan, hingga memasang plakat identitas," ujar salah satu mahasiswa UM BBM saat memulai survei pada 15 Juni 2026.
Upaya ini disambut baik oleh Mas Danang, salah satu pengrajin wayang kulit setempat. Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya program pengabdian masyarakat ini.
"Alhamdulillah, saya sangat senang dan berterima kasih. Semoga dengan adanya video dokumenter, lokasi di Google Maps, dan plakat ini, usaha kami semakin dikenal oleh masyarakat luas," ungkap Danang.
Setelah proses syuting dan pengumpulan data selesai, tim mahasiswa mendaftarkan titik lokasi usaha ke Google Maps pada 20 Juni 2026 untuk memperluas aksesibilitas konsumen.
Selanjutnya pada 28 Juni 2026, hasil video dokumenter yang memperlihatkan profil dan proses pembuatan wayang kulit resmi dipublikasikan melalui media sosial Instagram https://www.instagram.com/reel/DaICS87RzAV/?igsh=MWE2dzBmc25lYTl5cQ== dan TikTok https://vt.tiktok.com/ZSXh6a78x/. Sebagai penutup, sebuah plakat identitas fisik dipasang di lokasi usaha pada 29 Juni 2026 sebagai penanda bagi pengunjung.
Melalui sinergi antara mahasiswa, pelaku usaha, dan Pemerintah Desa Gandu, program ini diharapkan dapat meningkatkan visibilitas produk lokal, memperluas jangkauan pasar, serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. Program ini juga menjadi wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat.
