Mengenal Journaling dan Art Therapy dalam Menjaga Kesehatan Mental

Mahasiswa Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam UMY dengan fokus minat pada konseling dan kesehatan mental.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Desi Dwi Rahayu tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pernahkah kamu merasa penuh emosi dan perasaan yang tidak menyenangkan, tapi bingung mau cerita ke siapa? Atau kamu pernah corat coret asal-asalan di kertas hanya untuk mengalihkan pikiran dari rasa cemas dan gelisah? Tanpa disadari kamu sudah mempraktekkan dua teknik yang bisa menjadi bagian dari penyembuhan mental yaitu journaling dan art therapy.
Apa itu Journaling?
Journaling adalah proses menuliskan pikiran, perasaan, pengalaman dan rekleksi diri secara rutin. Journaling bukan hanya sekedar curhat di atas kertas, tetapi juga proses mengenali pola pikiran, perilaku dan perasaan kita.
Sebuah studi dari James Pennebaker (1997) menyebutkan bahwa menulis ekspresif selama 15-20 menit selama beberapa hari dapat meningkatkan kesehatan fisik dan mental. Journaling membantu otak kita memproses emosi secara lebih sehat.
Apa itu Art Therapy?
Art therapy adalah bentuk terapi yang menggunakan proses kreatif seperti menggambar, mewarnai, melukis, atau membuat kolase sebagai cara mengekspresikan diri. Teknik ini bukan hanya untuk "seniman" tetapi semua orang bisa melakukannya, tanpa harus punya bakat menggambar
Penelitian dalam Journal of the American Art Therapy Association menunjukkan bahwa art therapy dapat menurunkan stress, kecemasan, dan memperbaiki suasana hati, terutamaa bagi individu yang mengalami trauma atau depresi ringan.
Kenapa Keduanya Efektif dalam Menjaga Kesehatan Mental?
Non verbal relase: Kadang ketika kita mengalami emosi yang tidak menyenangkan, kita kesulitan mengungkapkan apa yang kita rasakan melalui kata-kata. Akan tetapi dengan menuliskan atau menggambar emosi kita akan bisa di relase dengan cara yang lebih sehat dan jujur.
Safe Place: Kertas merupakan salah satu media yang paling jujur dan paling aman untuk menumpahkan semuanya tanpa takut dihakimi.
Meningkatkan Self-Awereness: Baik journaling maupun art therapy, keduanya bisa membantu kita menyadari pola pikir dan emosi yang selama ini tersembunyi.
Setelah mengetahui definisi dan manfaat dari keduanya, bagaimana ya tips untuk memulainya?
Tips Memulai:
Mulai dengan 5 menit menulis bebas setiap malam sebelum tidur atau dipagi hari saat bangun tidur.
Gunakan prompt sederhana seperti "Hari ini aku merasa....." atau "Hal yang aku syukuri hari ini..."
Gambarlah bentuk, garis, atau warna apapun yang menggambarkan perasaanmu saat ini.
Jangan nilai hasilnya. Ini bukan karya seni, ini adalah cerminan dari perasaanmu.
Jika sudah melakukan tips diatas tapi masih merasa bingung? Jangan khawatir, aku punya rekomendasi buku yang menggabungkan teknik journaling dan art therapy.
Rekomendasi Buku: Psychologist for Everyone
Jika kamu ingin mulai journaling dan art therapy dengan lebih terarah, buku psychologist for everyone karya seorang Psikolog Klinis dan Art Therapist, Kak Anette Isabella Ginting bisa menjadi temanmu dalam berproses untuk pulih. Buku ini akan memandu kamu untuk latihan journaling, melakukan art therapy dan merefleksi emosi secara ringan tetapi mendalam.
Menulis dan menggambar mungkin terlihat sederhana. Tapi dalam dunia mental health, dua aktivitas ini bisa jadi alat penting untuk menyembuhkan, mengenali diri, dan memberi ruang bagi jiwa yang lelah. Karena kadang, untuk merasa lebih baik, kita hanya butuh kertas kosong dan keberanian untuk mengisinya.
Daftar Pustaka
Pennebaker, J. W. (1997). Opening up: The healing power of expressing emotions. The Guilford Press.
American Art Therapy Association. (2017). Art therapy improves mental health. https://arttherapy.org/
