Konten dari Pengguna

Suasana Ziarah Kubur di Hari Lebaran: Keheningan dan Kebahagiaan

Desi Wulandari

Desi Wulandari

MAHASISWA AMIKOM PURWOKERTO PROGAM STUDI-ILMU KOMUNIKASI

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Desi Wulandari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber : dok.pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Sumber : dok.pribadi

Di tengah riuhnya suasana Lebaran, ada satu tradisi yang menjadi momen mendalam bagi masyarakat Muslim di Indonesia, yaitu ziarah kubur. Setiap tahun, seiring datangnya bulan suci Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri, tradisi ini menjadi momen untuk mengunjungi makam keluarga dan sanak saudara yang telah meninggal.

Sumber : dok.pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Sumber : dok.pribadi

Dalam tradisi ini, biasanya masyarakat mengunjungi pemakaman untuk membersihkan, mendoakan, dan memberi penghormatah kepada mereka yang telah berpulang. Ada yang membawa bunga, ada pula yang membawa air. Di setiap makam, suasana haru dan ketenangan terasa kuat dihiasi dengan lantunan doa yang khusyuk.

Ziarah kubur termasuk momen yang penting untuk menyambung silaturahmi antara yang hidup dan yang telah tiada. Tidak hanya membawa makna spiritual, ziarah kubur juga menjadi tempat bertemu dengan keluarga. Ziarah kubur saat lebaran sudah menjadi tradisi yang turun temurun.

Sumber : dok.pribadi

Tradisi ini juga memberi pelajaran tentang arti kebersamaan dalam keluarga. Ziarah kubur bukan hanya sekedar tradisi, melainkan mencerminkan nilai-nilai luhur yang terus dijunjung tinggi setiap lebaran. Menyisakan harapan bahwa kehangatan tradisi ini akan terus dilanjutkan oleh generasi mendatang.