Konten dari Pengguna

Kualitas Pendidikan sebagai Fondasi Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Desi Susilawati tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dokumentasi penulis (Saat Pembelajaran di Kelas)
zoom-in-whitePerbesar
Dokumentasi penulis (Saat Pembelajaran di Kelas)

“Pembangunan ekonomi tidak hanya membutuhkan modal, infrastruktur, dan teknologi. Di balik semua itu, ada manusia yang harus memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk mengelolanya.”

Ketika membicarakan pembangunan ekonomi Indonesia, perhatian kita sering tertuju pada pertumbuhan ekonomi, investasi, pembangunan infrastruktur, atau perkembangan industri. Jalan dibangun, kawasan industri dikembangkan, teknologi semakin digunakan, dan berbagai kegiatan ekonomi terus bergerak.

Namun, ada satu hal yang sering kali berada di belakang semua proses tersebut: kualitas manusia yang menjalankannya.

Pembangunan ekonomi pada akhirnya tidak hanya berbicara mengenai apa yang dibangun, tetapi juga mengenai siapa yang mengelola dan mengembangkan pembangunan tersebut. Di sinilah pendidikan memiliki peran penting.

Pendidikan bukan sekadar ruang kelas, buku pelajaran, atau ijazah. Pendidikan membentuk pengetahuan, keterampilan, cara berpikir, dan kemampuan seseorang dalam menghadapi perubahan. Dalam konteks pembangunan ekonomi, kualitas pendidikan turut menentukan kualitas sumber daya manusia yang menjadi pelaku berbagai kegiatan ekonomi.

Karena itu, pendidikan seharusnya tidak hanya dipandang sebagai urusan sektor pendidikan, tetapi juga sebagai bagian dari investasi pembangunan ekonomi jangka panjang.

Ketika Pendidikan Menjadi Investasi

Dalam pembangunan ekonomi, manusia merupakan salah satu sumber daya yang menentukan bagaimana kegiatan ekonomi berkembang.

Tenaga kerja yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dapat meningkatkan produktivitas, beradaptasi dengan teknologi, menciptakan inovasi, serta menghasilkan barang dan jasa yang memiliki nilai tambah. Sebaliknya, keterbatasan keterampilan dapat membuat seseorang lebih sulit mengikuti perubahan kebutuhan ekonomi.

World Bank juga menunjukkan bahwa persoalan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan apakah seorang anak bersekolah, tetapi juga mengenai kemampuan yang benar-benar diperoleh selama proses pendidikan.

Karena itu, pendidikan layak dipandang sebagai investasi jangka panjang.

Hasilnya memang tidak selalu terlihat dalam waktu singkat. Membangun gedung sekolah dapat selesai dalam waktu relatif cepat, tetapi membentuk manusia yang memiliki kemampuan dan kompetensi membutuhkan proses bertahun-tahun.

Namun, hasil dari proses tersebut dapat memberikan dampak yang jauh lebih panjang.

Seseorang yang memperoleh pendidikan berkualitas memiliki peluang untuk mengembangkan produktivitas, memperoleh pekerjaan, menciptakan usaha, menghasilkan inovasi, dan memberikan manfaat ekonomi bagi lingkungan di sekitarnya.

Indonesia Mengalami Kemajuan, tetapi Kualitas Tetap Menjadi Tantangan

Indonesia menunjukkan perkembangan dalam pembangunan manusia. Badan Pusat Statistik mencatat bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia pada 2025 mencapai 75,90, meningkat dari 75,02 pada 2024. Dari dimensi pendidikan, Harapan Lama Sekolah mencapai 13,30 tahun, sedangkan Rata-rata Lama Sekolah penduduk usia 25 tahun ke atas mencapai 9,07 tahun.

Angka tersebut menunjukkan adanya perkembangan dalam pembangunan manusia Indonesia.

Namun, meningkatnya angka lama sekolah tidak otomatis berarti seluruh persoalan kualitas pendidikan telah selesai.

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah: semakin lama seseorang bersekolah, apakah semakin baik pula pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya?

Pertanyaan tersebut penting karena pendidikan pada akhirnya bukan hanya mengenai berapa lama seseorang berada di bangku sekolah, tetapi apa yang benar-benar diperoleh selama proses tersebut.

World Bank dan UNESCO dalam Indonesia Learning Poverty Brief 2024 memperkirakan bahwa 53 persen anak Indonesia pada usia akhir sekolah dasar belum mencapai kemampuan membaca dengan pemahaman sesuai usia, berdasarkan data pembelajaran terbaru yang tersedia sebelum penutupan sekolah akibat pandemi COVID-19. Karena menggunakan data sebelum pandemi, angka tersebut perlu dibaca sesuai konteks waktunya. Namun, data tersebut tetap menunjukkan bahwa persoalan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan akses sekolah, tetapi juga kualitas pembelajaran.

Artinya, pembangunan pendidikan tidak cukup hanya berbicara mengenai pembangunan fasilitas dan peningkatan angka partisipasi sekolah.

Yang tidak kalah penting adalah memastikan bahwa peserta didik benar-benar memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dapat digunakan dalam kehidupan.

Pendidikan Harus Terhubung dengan Dunia Ekonomi

Perubahan teknologi membuat kebutuhan dunia kerja semakin dinamis. Digitalisasi, otomatisasi, kecerdasan buatan, dan perubahan struktur industri membuat keterampilan yang dibutuhkan tenaga kerja terus berkembang.

Masalah dapat muncul ketika pendidikan tidak cukup cepat menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut.

Badan Pusat Statistik dalam publikasi Mismatch Pendidikan–Pekerjaan Pemuda Indonesia: Implikasi Bagi Bonus Demografi pada 2025 mencatat bahwa lebih dari sepertiga pemuda mengalami vertical mismatch, yaitu bekerja pada pekerjaan yang tingkat pendidikannya tidak sesuai dengan pekerjaan tersebut. BPS juga menyoroti pentingnya keterampilan digital, sertifikasi kompetensi, serta pelatihan yang relevan dengan kebutuhan industri.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa hubungan antara pendidikan dan dunia kerja menjadi bagian penting dalam pembangunan ekonomi.

Pendidikan tidak cukup hanya menghasilkan lulusan dalam jumlah besar. Lulusan juga perlu memiliki kompetensi yang dapat digunakan untuk menghadapi perubahan kebutuhan ekonomi.

Namun, bukan berarti pendidikan harus diarahkan hanya untuk memenuhi kebutuhan perusahaan atau industri.

Pendidikan tetap memiliki tujuan yang lebih luas, yaitu membentuk manusia yang mampu berpikir kritis, memecahkan masalah, berkomunikasi, bekerja sama, beradaptasi, dan terus belajar.

Karena itu, hubungan antara lembaga pendidikan, dunia usaha, industri, dan pemerintah perlu terus diperkuat.

Bonus Demografi Tidak Otomatis Menjadi Keuntungan

Indonesia memiliki peluang besar melalui bonus demografi. Jumlah penduduk usia produktif yang besar dapat menjadi kekuatan bagi perekonomian apabila didukung oleh kualitas sumber daya manusia yang memadai.

Namun, jumlah penduduk usia produktif saja tidak cukup.

Bayangkan dua negara memiliki jumlah penduduk usia produktif yang relatif sama. Negara pertama memiliki tenaga kerja yang mampu menggunakan teknologi, beradaptasi dengan perubahan, menciptakan inovasi, dan meningkatkan produktivitas.

Sementara negara kedua memiliki jumlah tenaga kerja yang besar, tetapi banyak di antaranya belum memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan ekonomi.

Jumlah penduduknya sama-sama besar. Namun, kemampuan keduanya dalam mengubah penduduk usia produktif menjadi kekuatan ekonomi dapat berbeda.

Di sinilah pendidikan menjadi penting.

Pendidikan dapat membantu mempersiapkan generasi produktif agar tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang, mengembangkan usaha, dan menghasilkan nilai tambah.

Dengan demikian, bonus demografi perlu dipandang tidak hanya dari sisi jumlah penduduk, tetapi juga dari kualitas manusia yang akan mengisi kelompok usia produktif tersebut.

Pembangunan Ekonomi Tidak Hanya Membangun Infrastruktur

Pembangunan infrastruktur merupakan bagian penting dalam mendorong aktivitas ekonomi. Jalan mempermudah mobilitas, kawasan industri mendukung kegiatan produksi, dan infrastruktur digital mempercepat pertukaran informasi.

Namun, berbagai fasilitas tersebut tetap membutuhkan manusia yang mampu menggunakannya.

Infrastruktur dapat memperlancar kegiatan ekonomi, tetapi manusia yang memiliki kemampuan untuk mengelola teknologi, menciptakan inovasi, dan mengembangkan usaha adalah pihak yang membuat berbagai fasilitas tersebut menghasilkan nilai ekonomi.

Karena itu, pembangunan fisik dan pembangunan manusia seharusnya berjalan beriringan.

Ketika pembangunan infrastruktur berjalan tanpa diikuti peningkatan kualitas manusia, manfaat ekonomi yang dihasilkan belum tentu dapat dimaksimalkan.

Sebaliknya, sumber daya manusia yang berkualitas juga membutuhkan lingkungan dan infrastruktur yang mendukung agar kemampuannya dapat berkembang.

Kualitas Pendidikan Menentukan Kualitas Pertumbuhan

Menurut saya, tantangan pembangunan ekonomi Indonesia ke depan bukan hanya mempertahankan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan bahwa pertumbuhan tersebut didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas.

Pertumbuhan ekonomi membutuhkan produktivitas.

Produktivitas membutuhkan keterampilan.

Keterampilan membutuhkan proses belajar yang berkualitas.

Hubungan tersebut menunjukkan mengapa pendidikan memiliki posisi strategis dalam pembangunan ekonomi.

Investasi pada pendidikan memang tidak selalu menghasilkan manfaat yang langsung terlihat. Namun, dampaknya dapat berhubungan dengan kualitas tenaga kerja, kemampuan beradaptasi, inovasi, dan daya saing dalam jangka panjang.

Karena itu, peningkatan anggaran dan fasilitas pendidikan perlu diikuti dengan perhatian terhadap kualitas pembelajaran. Guru membutuhkan dukungan untuk terus berkembang, sekolah membutuhkan fasilitas yang memadai, dan peserta didik membutuhkan pembelajaran yang relevan dengan perubahan zaman.

Di sisi lain, dunia pendidikan juga perlu terbuka terhadap perkembangan dunia kerja tanpa kehilangan tujuan utamanya dalam membentuk manusia yang berpikir kritis dan memiliki karakter.

Pendidikan Adalah Investasi untuk Ekonomi Masa Depan

Pada akhirnya, pembangunan ekonomi yang berkelanjutan tidak hanya membutuhkan sumber daya alam, modal, teknologi, dan infrastruktur.

Pembangunan juga membutuhkan manusia yang mampu mengelola semuanya.

Indonesia tidak cukup hanya memiliki banyak tenaga kerja. Indonesia membutuhkan tenaga kerja yang mampu belajar, beradaptasi, menciptakan inovasi, dan menghasilkan nilai tambah.

Karena itu, kualitas pendidikan perlu ditempatkan sebagai salah satu bagian penting dalam pembangunan ekonomi.

Jika pembangunan hari ini hanya berfokus pada sesuatu yang dapat terlihat dalam waktu dekat, hasilnya mungkin lebih mudah diukur. Tetapi pembangunan manusia membutuhkan cara pandang yang lebih panjang.

Membangun sekolah berarti menyediakan tempat untuk belajar.

Namun, meningkatkan kualitas pendidikan berarti mempersiapkan manusia yang nantinya akan menggerakkan kegiatan ekonomi.

Pada akhirnya, pembangunan ekonomi bukan hanya tentang apa yang berhasil kita bangun hari ini, tetapi juga tentang manusia seperti apa yang kita persiapkan untuk melanjutkan pembangunan Indonesia di masa depan.