Konten dari Pengguna

Seberapa Penting Penerapan Self-Esteem Di Era Serba Cepat?

Desti zahra Ibrahim

Desti zahra Ibrahim

Mahasiswa Universitas Pamulang

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Desti zahra Ibrahim tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi orang berbicara pada diri sendiri melalui cermin (sumbber: pixabay.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi orang berbicara pada diri sendiri melalui cermin (sumbber: pixabay.com)

Ditengah Tsunami Informasi yang serba cepat, banyak dari diri kita kehilangan jati diri sendiri sehingga menyebabkan kehilangan arah. Dimana media sosial menjadi patokan, menginginkan standar pencapaian yang instan dan dorangan agar menjadi "sesuatu" sehingga menempatkan kita dalam tekanan yang mungkin tanpa kita sadari itu memaksakan diri kita sendiri. Tekadang mengukur diri dari validasi eksternal seperti like, komentar atau bukti pencapaian yang bisa di lihat padahal self-esteem tumbuh dari penerimaan dan bagaimana kita menghargai diri sendiri bukan dari penilaian dari orang lain.

Self-esteem adalah bagaimana cara kita melihat, menghargai dan menilai diri sendiri. Ini bukan tentang merasa diri sendiri paling hebat, melainkan bagaimana kita bisa merasa dihargai, didengar, dan dicintai terlepas dari pencapaian atau pengakuan dari luar. Self-esteem di bangun dari dalam diri, kita tidak mudah goyah oleh penilaian orang lain, sehingga kita menjalani hidup lebih tenang, nyaman dan percaya diri.

Menumbuhkan self-esteem di era cepat bukan berarti harus cepat dalam bertindak, tetapi berani mengambil jedayang cukup untuk mengenal dan memahami diri sendiri. Saat kita memahami kekuatan dan keterbatasan diri dengan jujur, kita bisa menentukan tujuan hidup dengan lebih bijak, tanpa harus ikut arus yang belum tentu sejalan dengan nilai pribadi. Self-esteem yang kuat membuat kita tidak hanya bertahan di tengah tekanan zaman, tapi juga mampu tumbuh dan menjalani hidup dengan makna yang lebih dalam.