Konten dari Pengguna

Hidupmu Ditentukan Oleh Angka? Ini Faktanya!

Destra Cahya

Destra Cahya

Mahasiswa Psikologi Universitas Brawijaya

comment
11
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Destra Cahya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber : Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Sumber : Pexels

Banyak dari kita yang pasti sudah tidak asing lagi mendengar bahwa terdapat beberapa angka yang dipercaya sebagai angka yang dapat membawa keberuntungan juga angka yang dapat membawa petaka. Seperti halnya angka 13 yang dipercaya di beberapa negara sebagai angka yang negatif karena dapat membawa sial sedangkan angka 7 dikenal sebagai angka yang positif karena dapat membawa keberuntungan.

Hal lainnya seperti, kita pasti pernah tidak sengaja melihat ke layar handphone dan pada saat itu waktu menunjukkan angka yang sama seperti 22:22. Nah, contoh tersebut merupakan contoh kecil dari banyaknya kepercayaan terhadap Numerologi! Namun, apakah di era dimana teknologi sudah berkembang pesat dan manusia sudah banyak yang mempercayai penjelasan ilmiah, kepercayaan terhadap angka tersebut masih tetap digunakan sebagai acuan dalam menentukan suatu keputusan?

Numerologi Itu Apa Sih?

Numerologi merupakan suatu cabang ilmu astrologi berisi pengetahuan yang mengaitkan angka dengan suatu peristiwa yang terjadi pada hidup seseorang ataupun prediksi mengenai suatu kejadian. Terkadang studi kasus mengenai numerologi juga mengaitkan angka dengan suatu aktivitas paranormal dan juga mistis. Numerologi sering dikaitkan dengan angka pada tanggal, bulan, dan juga tahun seseorang yang mana hal ini telah masuk di relung kehidupan manusia sebagai suatu aspek yang dapat mempengaruhi kehidupan. Hal tersebut seperti dalam pengambilan suatu keputusan besar, penamaan individu, jodoh, rezeki, dan juga watak seseorang.

Selain itu dalam beberapa kultur budaya dan agama, Numerologi sering dikaitkan dengan pelafalan dari angka tersebut yang mempunyai kemiripan dalam pelafalan dari kata keberuntungan atau kesialan sendiri. Numerologi dalam agama buddha memiliki hubungan dengan konsep karma dan reinkarnasi. Misalnya, angka 3 merepresentasikan ketiga peradana (Tripala), yang merupakan kepala emas dalam Dharma.

Sumber : Pexels

Kepercayaan terhadap Numerologi

Konsep mengenai Numerologi sendiri sudah banyak terjadi di berbagai negara dan juga budaya seperti Babilonia, Perancis, Yunani, Cina, dan Meksiko. Contoh nyata di negara Cina seperti yang sudah dibahas pada paragraf di atas, angka 4 dianggap sebagai angka yang membawa kesialan disebabkan karena pelafalannya yang mirip dengan kematian dan angka 8 dianggap sebagai angka yang dapat membawa keberuntungan disebabkan pelafalannya yang mirip dengan kekayaan. Namun perlu diingat bahwa kepercayaan terhadap angka tersebut tidak selalu memiliki dasar ilmiah dan mungkin hanya berasal dari kultural, agama, atau tradisi lokal.

Kaitan Numerologi dengan Sensasi dan Persepsi

Dalam konteks sensasi dan persepsi, Numerologi erat kaitannya dengan keduannya. Sensasi sendiri merupakan sebuah proses penerimaan stimulus oleh alat indera, sedangkan persepsi adalah penafsiran informasi dari sensasi sehingga manusia memperoleh pengetahuan baru. Dalam konteks numerologi, sensasi merujuk kepada pengalaman spiritual atau emosional yang dihubungkan dengan angka atau perhitungan numerologi. Dalam konteks numerologi, persepsi merujuk pada pandangan atau pemahaman seseorang terhadap angka dan perhitungan numerologi. Persepsi ini dapat dipengaruhi oleh mitos, kepercayaan, dan pengetahuan yang dimiliki individu tentang numerologi.

Numerologi dapat mempengaruhi cara seseorang memandang diri mereka sendiri dan dunia di sekitar mereka berdasarkan pada angka-angka yang dianggap penting dalam kehidupan mereka. Seperti halnya angka ketika mereka dilahirkan atau pun angka yang mempunyai kaitannya pada kejadian-kejadian yang pada suatu ketika terjadi secara bertepatan dengannya.

Ketika manusia mendapatkan sensasi dari suatu angka yang mana pada suatu keadaan tersebut ia sedang dalam keadaan yang menguntungkan maka ia akan menerima sensasi tersebut lalu mengolahnya menjadi persepsi yang positif dimana ia akan mempercayainya sebagai suatu hal yang dapat membawa keberuntungan. Begitupun sebaliknya, jika pada suatu keadaan ia mendapatkan sesuatu sensasi yang membuatnya sial terhadap suatu angka maka ia akan mendapatkan persepsi dimana ia mempercayai bahwa angka tersebut membawa kesialan.

Seseorang yang merenung. Sumber: Pexels

Mengapa Numerologi Pseudosains?

Numerologi sering dikaitkan dengan paranormal dan mistik, dan klaimnya tidak dapat diuji atau dipalsukan. Meskipun numerologi mungkin memiliki makna budaya dan sejarah, namun numerologi tidak diakui sebagai disiplin ilmu yang sah oleh para ilmuwan modern. Terdapat beberapa hal yang membuat ilmu mengenai numerology belum dapat dipastikan kebenarannya. Hal ini seperti :

1. Kurangnya Bukti Pendukung

Tidak adanya bukti pendukung yang menyatakan bahwa angka dapat memprediksi suatu peristiwa di masa depan yang dapat mempengaruhi kehidupan manusia.

2. Prediksi yang Belum Terbukti

Seperti halnya kepercayaan terhadap peristiwa 12-12-2012 silam yang memprediksi bahwa akan terjadi kiamat besar berdasarkan prediksi dari Kalender Suku Maya. Namun, semua kegiatan observasi menyimpulkan bahwa tidak ada prediksi objek besar yang menghantam Bumi pada tahun 2012, sehingga ramalan tersebut terbantahkan.

3. Penggunaan di Berbagai Bidang

Numerologi telah digunakan di berbagai bidang, termasuk perjudian dan sains, namun tidak ada bukti kuat bahwa numerologi dapat membantu orang memenangkan permainan atau membuat penemuan ilmiah

Kesimpulan

Dapat dikatakan Numerologi merupakan suatu pseudosains yakni ilmu semu yang tidak dapat diuji dengan metode ilmiah. Dalam kaitannya dengan sensasi dan persepsi, kepercayaan seseorang terhadap numerologi dapat bervariasi tergantung pada latar belakang budaya, pendidikan, dan keyakinan individu. Oleh karena itu, penting untuk mendekati numerologi dengan pola pikir kritis dan skeptis dan tidak mengandalkannya sebagai dasar pengambilan keputusan atau pilihan hidup.

Sensasi dan persepsi adalah konsep dalam ilmu psikologi yang mempelajari cara manusia menerima dan menginterpretasikan informasi dari lingkungan melalui indra-indra mereka. Kaitan antara sensasi, persepsi, dan pseudosains, termasuk numerologi adalah ketika numerologi di impretasikan oleh seseorang sebagai hasil dari dukungan suatu lingkungan sekitarnya entah hal tersebut mempunyai nilai yang positif maupun negatif, maka ia sudah menerapkan pseudosains dimana hal tersebut sebenarnya tidak dapat dibuktikan oleh metode ilmiah.

Referensi

Team Redaksi, CNBC Indonesia. (2022, May 10). Ini Penyebab Adanya Angka Sial & Angka Hoki, Anda Percaya?. https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20220510121711-33-337770/ini-penyebab-adanya-angka-sial-angka-hoki-anda-percaya

WHAT MAKES NUMEROLOGY A PSEUDOSCIENCE?. (n.d). https://trustedteller.com/blog/what-makes-numerology-a-pseudoscience

Bridgman, P. W. (1933). On the Nature and the Limitations of Cosmical Inquiries. The Scientific Monthly, 37(5), 385–397. http://www.jstor.org/stable/15620

Spalding, K. (2023, Januari 26). Numerology: How To Tell Real Science From Pseudoscience. https://www.iflscience.com/numerology-how-to-tell-real-science-from-pseudoscience-67258