Konten dari Pengguna

Yuk, ke Festival Cisadane di Tangerang

Desy Yusnita

Desy Yusnita

Full Time Mother and Part Time Blogger.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Desy Yusnita tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Festival Cisadane, seperti namanya festival ini diadakan di tepi Sungai Cisadane yang berada di Kota Tangerang. Sungai Cisadane ini merupakan salah satu sungai besar yang ada di pulau Jawa. Sungai ini terbentang sepanjang 126 km, panjang sekali ya.

Kang & Nong Wakil I Kota Tangerang
zoom-in-whitePerbesar
Kang & Nong Wakil I Kota Tangerang

Latar belakang diadakannya Festival Cisadane ini berkaitan erat dengan masyarakat etnis tionghoa yang memang banyak bermukim di sekitar Sungai tersebut dan juga daerah Tangerang lainnya sejak tahun 1700-an. Jadi jangan heran jika budaya dan tradisi mereka banyak dijumpai di daerah Tangerang.

Sejarah Festival Cisadane

Dulu, warga Tionghoa atau etnis Cina memiliki perayaan yang selalu diadakan di Sungai Cisadane tepatnya di jalan Kalipasir. Peh Cun artinya mendayung perahu. Perayaan ini biasanya dilaksanakan pada tanggal 5 bulan 5 dalam kalender Cina. Atau dalam kalender Masehi perayaan tersebut bertepatan dengan bulan Juni.

Pada Perayaan Peh Cun ini warga Tionghoa berkumpul di sekitar Sungai Cisadane. Dimulai dengan beribadah ke klenteng, setelah itu acara menaiki kapal di sepanjang Sungai. Dari Perayaan Peh Cun inilah yang menginspirasi Kota Tangerang untuk mengadakan Festival Cisadane pada tahun 1910.

Festival Cisadane 2019

Festival Cisadane 2019 dibuka pada hari Jumat (26/7) yang lalu di pinggiran sungai Cisadane. Alhamdulillah saya berkesempatan datang dan menyaksikan untuk pertama kalinya setelah 4 tahun tinggal di Tangerang. Upacara pembukaan Festival Cisadane dimulai pada jam 4 sore itu. Saya sudah di lokasi panggung utama sebelum jam 4.

Karena acara belum mulai, saya sempatkan untuk melihat-lihat stand yang sudah tersedia disana. Stand-stand yang ada sudah diisi oleh UMKM dan kuliner baik tradisional maupun jajanan masa kini. Festival ini juga digunakan oleh para pelaku bisnis yang memiliki produk untuk mengenalkan produknya ke masyarakat yang hadir pada sore itu.

Hal lain yang membuat saya terkesan adalah kebersihan Sungai Cisadane yang membuat saya merasa tidak sedang berada di Tangerang. Karena bersih hoverboard pun bisa dengan leluasa berlenggak lenggok di Sungai ini. Semoga saja kebersihannya selalu terjaga sehingga bisa menjadi contoh untuk kota-kota lainnya dalam memberdayakan Sungai yang ada di daerah mereka.

Atraksi Hoverboard di Sungai Cisadane

Ada yang unik dari Festival Cisadane ini. Bapak Walikota dan jajarannya akan meresmikan Festival ini di atas panggung apung yang berada di dekat jembata. Brendeng. Awalnya saya nggak kebayang bagaimana panggung apung itu. Dan untuk menuju ke panggung apung tersebut Bapak Walikota Arief R. Wismansyah beserta jajarannya menaiki parade perahu naga. Pakaian yang dikenakan pun beraneka ragam dari mulai pakaian daerah, kostum superhero dan kostum lainnya yang menghibur.

Jembatan Apung Festival Cisadane

Rombongan Bapak Walikota, Bapak Wakil Walikota, Kementerian Pariwisata dan Dispora Kota Tangerang

Tahun ini Festival Cisadane sudah masuk dalam agenda Wonderful Indonesia. Ini merupakan bentuk nyata kementerian Pariwisata atau dalam hal ini Pemerintah Pusat mendukung diselenggarakannya festival ini secara penuh. Supaya Festival ini semakin dikenal di dunia internasional.

Salah satu pertunjukan di Festival kali ini adalah tarian kolosal Sangego. Gerakan-gerakan yang gemulai dari para penari yang menceritakan tentang aliran air di Sungai Cisadane dan Bendungan Pintu Air 10 ini membuat saya kagum. Kostum tarinya juga elegan, berwarna hitam dengan variasi ornamen emas. Sungguh membuat saya kagum sore itu.

Tarian Sangego menceritakan tentang aliran Sungai Cisadane

Semakin sore saya semakin takjub, karena ternyata dari atas Jembatan Brendeng suasana festival semakin terasa hangat. Bisa melihat matahari terbenam dengan warnanya langit yang eksotik sambil melihat suasana festival dari atas itu sungguh menyenangkan hati. Sayangnya saya tidak sempat berfoto di jembatan yang beralaskan kaca itu.

Kesimpulannya, sempatkan hadir di Festival Cisadane yuk!. Masih ada waktu sampai dengan 3 Agustus 2019. Rasakan sensasinya menikmati sore hari di pinggiran Sungai Cisadane dan menikmati indahnya permainan laser saat hari mulai gelap. Nikmati juga kuliner tradisional maupun kuliner masa kini. Dan sudah tentu ada pertunjukan yang sudah disiapkan oleh penyelenggara yang menarik.