Konten dari Pengguna

Kamis Literasi, Kebiasaan Membaca di SMP Negeri 7 Yogyakarta

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Desy Retno Juwita tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Suasana kegiatan Kamis Literasi di salah satu kelas SMP Negeri 7 Yogyakarta, siswa membaca senyap menggunakan buku milik pribadi. Foto: Desy Retno Juwita
zoom-in-whitePerbesar
Suasana kegiatan Kamis Literasi di salah satu kelas SMP Negeri 7 Yogyakarta, siswa membaca senyap menggunakan buku milik pribadi. Foto: Desy Retno Juwita

Kegiatan Kamis Literasi dilaksanakan setiap hari Kamis pukul 07.00 sampai 07.15 WIB di ruang kelas masing-masing SMP Negeri 7 Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa dan didampingi oleh guru bersama mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia yang melaksanakan kegiatan PK sejak 20 Juli 2026. Pembiasaan literasi ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan keempat, yaitu Pendidikan Bermutu (Quality Education), yang menekankan peningkatan mutu proses belajar serta pemerataan kesempatan belajar bagi seluruh peserta didik.

Kamis Literasi bertujuan menumbuhkan kebiasaan membaca sekaligus melatih keterampilan berbahasa siswa secara terpadu. Pelaksanaannya diawali dengan kegiatan membaca senyap selama lima belas menit menggunakan buku milik pribadi yang dibawa masing-masing siswa. Setelah waktu membaca berakhir, siswa menuliskan ringkasan bacaan pada buku yang telah disediakan sekolah. Kegiatan dilanjutkan dengan presentasi singkat selama lima menit, yaitu siswa menyampaikan kembali isi bacaan di hadapan teman sekelas. Pihak yang terlibat dalam kegiatan ini meliputi guru mata pelajaran yang mendampingi di kelas serta mahasiswa PK yang berperan membantu guru, mendampingi siswa selama kegiatan berlangsung, memberikan bimbingan dalam penulisan ringkasan, dan mengatur jalannya presentasi.

Melalui rangkaian kegiatan membaca, menulis, dan berbicara tersebut, siswa memperoleh pengalaman belajar bahasa Indonesia yang berkesinambungan dan tidak terbatas pada jam pelajaran. Kebebasan memilih bahan bacaan sendiri memberi ruang bagi setiap siswa untuk belajar sesuai minatnya, sedangkan kegiatan presentasi mendorong keberanian menyampaikan pendapat serta melatih kemampuan berkomunikasi. Karena kegiatan ini diikuti seluruh siswa tanpa terkecuali, setiap peserta didik memperoleh kesempatan yang sama untuk berpartisipasi. Hal tersebut merupakan bentuk kontribusi nyata terhadap SDGs tujuan keempat, khususnya dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, aman, dan mendukung pengembangan kemampuan berpikir kritis, kemandirian, serta kolaborasi siswa. Bagi mahasiswa PK, pendampingan kegiatan ini juga menjadi sarana belajar mengelola kelas dan mengenali kebutuhan belajar siswa secara langsung.

Kegiatan Kamis Literasi diharapkan dapat terus dilaksanakan secara konsisten sebagai bagian dari budaya sekolah, sehingga kebiasaan membaca dan menulis tumbuh berkelanjutan pada diri siswa. Sebagai tindak lanjut, hasil ringkasan bacaan siswa dapat dikembangkan menjadi kegiatan literasi lain, seperti pengisian majalah dinding atau kegiatan bercerita antarkelas. Mahasiswa PK berharap pengalaman mendampingi kegiatan ini menjadi bekal dalam mempersiapkan diri sebagai calon guru bahasa Indonesia yang mampu mendukung terwujudnya pendidikan bermutu di sekolah.