Buzz
·
21 Juli 2021 20:15
·
waktu baca 2 menit

Mengenal Healthy Relationship dan Love Languages pada Hormon Remaja

Konten ini diproduksi oleh I Dewa Gede Deva Pradnyana Putra
Hai Teeners, kurang lengkap sekali rasanya jika di masa remaja tanpa mengenal cinta, hubungan percintaan sangat erat kaitannya dengan healthy relationship dan love language. Apalagi, di situasi sekarang sangat relevan dengan kisah percintaan para remaja. Di mana, saat masa Pandemi Covid-19 ini banyak ditemukannya kisah cinta yang kandas dengan pasangan karena terhalang jarak, khususnya di kalangan remaja karena masih adanya ketidakstabilan emosional yang kerap menimbulkan masalah percintaan dengan kekasih sehingga menjadi terombang-ambing.
ADVERTISEMENT
Menurutku pribadi, orang yang berpacaran akan berdampak terhadap kondisi emosionalnya, contohnya seperti bisa membuat mood sehari-hari meningkat, kemudian berpengaruh juga dengan kesehatan mental dan pertumbuhan hormon kalian lohh. Eitsss!! Tapi ada yang perlu digarisbawahi nih yaitu pacaran yang sehat atau yang lebih dikenal dengan "healthy relationship".
Mengenal Healthy Relationship dan Love Languages pada Hormon Remaja (138751)
searchPerbesar
Gambar Ilustrasi sumber : unsplash.com
Seperti yang kita ketahui, kalau menjalani hubungan dengan pasangan itu menurutku, tentu akan selalu diwarnai oleh dinamika suka dan duka. Tidak lain demikian, menurut pengalaman pribadi, hubungan yang sehat dengan pasangan dapat tercipta apabila kedua belah pihak lebih bisa saling menghargai satu sama lain.
Misalnya seperti: Bisa menghargai waktu masing-masing, menerima kekurangan dan kelebihan pasangan, mengapresiasi hal kecil apa pun yang dilakukan oleh pasangan, sama-sama terbuka untuk mengalami perubahan, saling support satu sama lain, komunikasi yang baik, saling percaya satu sama lain, introspeksi diri seperti minta maaf jika melakukan kesalahan, dan tidak mencoba mengendalikan pasangan atau mengekang bersifat posesif.
ADVERTISEMENT
Bagaimana? Kalian sudah paham kan dengan makna dari healthy relationship? Oh iya ada tambahan juga nih, menurutku hubungan yang sehat juga datang dari bagaimana kita memperlakukan pasangan kita karena cara seseorang mengekspresikan rasa cintanya ke pasangannya itu berbeda-beda atau yang biasa disebut dengan "love languages".
Mengenal Healthy Relationship dan Love Languages pada Hormon Remaja (138752)
searchPerbesar
Gambar Ilustrasi sumber : unsplash.com
Konsep love languages ini awalnya dikenalkan oleh seorang konselor pernikahan ahli asal Amerika yaitu dr. Gary Chapman. Setelah sekian lama konseling, dr. Chapman melihat pola dimana setiap orang memiliki bahasa cinta tertentu. Bahasa cinta ini lah salah satu cara utama seseorang mengungkapkan dan mengekspresikan cinta.
Yang pertama yaitu tentang Quality Time, di bagian ini lebih ke yang merasa senang atau fokus pada kualitas waktu yaitu menikmati waktu bersama orang tercinta. Kemudian ada Acts of Service, kalau yang ini tuh tidak sekadar "omdo" ya guys haha, jadi buat kalian yang cuma omong doang tapi tidak ada "action" itu bukan makna cinta yang berarti bagi seseorang yang punya love language ini.
ADVERTISEMENT
Setelah itu yang cukup familiar Words of Affirmation, nah jadi sepengetahuanku bahasa cinta kali ini bisa kita dapat dari pasangan ketika mendengar kalimat-kalimat positif seperti pujian, apresiasi, atau kalimat yang mengekspresikan rasa sayang. Hayooo, ada yang kaya gini gak?
Kemudian juga ada Receiving Gifts, jadi di sini tuh "gifts" bukan dalam artian kado yang mahal ya Teens!, di sini tu lebih ke arah makna dari pemberian kado tersebut. Dan yang terakhir Physical Touch, jadi love language kali ini yang aku temuin sering banget diarahkan ke hal negatif, padahal sama sekali bukan. Jadi, di sini itu lebih ke bentuk afeksi dari pasangan ke diri kalian Teens! Misalnya, sering berdekatan, kemudian pelukan, cium kening. Nah hal-hal seperti ini bisa meningkatkan rasa sayang kalian loh ke pasangan karena juga bisa merangsang hormon nih.
Mengenal Healthy Relationship dan Love Languages pada Hormon Remaja (138753)
searchPerbesar
Gambar Ilustrasi sumber : unsplash.com
Ngomong-ngomong tentang hormon tadi di love languages tadi, ketika belajar tentang hormon di kampus, disebutkan ada beberapa hormon yang terlibat saat kita naksir atau jatuh cinta terhadap seseorang terutama saat remaja yang baru "pubertas". Setahuku ada: Dopamin, adrenalin, dan serotonin. Nah, hormon inilah yang berkaitan dengan rasa senang, nyaman, puas, dan dikenal sebagai hormon pengatur suasana hati.
ADVERTISEMENT
Bicara soal cinta memang tidak akan pernah ada habisnya yah, ibarat memandang laut yang tidak ada ujungnya. Ketika bersama teman ataupun kerabat kalau mengupas masalah cinta dalem banget tuh, bisa-bisa bahasannya mulai dari kita naksir seseorang, kemudian keinginan untuk menjadikan pacar, dan fase patah hati yang menurutku juga termasuk proses percintaan seseorang loh Sobat!.
Seperti yang sudah dr.Chapman katakan bahwa setiap orang punya love language yang berbeda-beda, maka dari itu menurutku pribadi tidak ada yang salahnya jika kamu punya pasangan yang tidak setipe sama kamu.
Menurutku, yang salah itu ketika kamu tidak tau tipe love language yang kamu punya. Jadi, kamu bisa baca penjelasan di atas tadi ya, kira-kira larinya atau kamu tipe orang yang suka kalau diperlakukan bagimana oleh pasangan kalian. Semoga suka ya sama bahasanku kali ini.
ADVERTISEMENT
Nah, sekian sharing-sharing kali ini, mohon maaf jika ada kesalahan kata, aku harap bisa bermanfaat ya buat kalian. Oh iya, jangan lupa jaga kesehatan, karena pandemi yang sampai saat ini belum tuntas juga. Aku berdoa semoga kalian sehat selalu dan stay safe yaa!! Sampai ketemu kapan-kapan!!!