Konten dari Pengguna

Memberdayakan Kegiatan Membaca Melalui Mengikat Makna

Deva Yohana

Deva Yohana

Filantropis

·waktu baca 4 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Deva Yohana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi orang yang sedang membaca buku di perpustakaan (sumber: https://www.shutterstock.com/)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi orang yang sedang membaca buku di perpustakaan (sumber: https://www.shutterstock.com/)

Membaca merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang termasuk dalam keterampilan reseptif bersamaan dengan keterampilan mendengarkan. Sama seperti keterampilan bersepeda, memasak, dan berenang, membaca merupakan keterampilan yang bisa dilatih. Untuk melatih keterampilan baru memang memerlukan waktu yang tidak sedikit. Butuh kesabaran juga kemauan yang tinggi. Bagi pemula, disarankan mengembangkan terlebih dahulu kemauan membaca baru kemudian mengembangkan kemampuan membaca.

Kegiatan membaca bagi sebagian orang merupakan kegiatan yang menyenangkan, bahkan sampai menjadikannya sebagai kebutuhan. Membaca tidak lagi dianggapnya sebagai kegiatan pengisi waktu luang. Lebih dari itu, membaca merupakan kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan barang sehari saja. Kenyataannya, sebagian orang lainnya masih menganggap membaca merupakan kegiatan yang membosankan dan berat untuk dilaksanakan. Kalau kamu bagaimana?

Terdapat teknik-teknik yang bisa digunakan untuk mengembangkan kemampuan membaca. Salah satu teknik yang paling ampuh adalah dengan membiasakan diri untuk mau membaca. Tidak lama-lama, sisihkan saja barang 10 hingga 15 menit setiap hari. Percayalah, jika dilakukan dengan konsisten, kemampuan membaca kita akan meningkat.

Level selanjutnya sesudah memiliki kebiasaan membaca adalah menjadikan kegiatan membaca kita menjadi berdaya. Kegiatan membaca yang memberdayakan bukan lagi sekadar membaca tulisan di buku, koran, majalah, dan lainnya. Dengan kata lain, membaca yang memberdayakan adalah kegiatan membaca yang menghasilkan sesuatu. Hasil dari kegiatan membaca yang memberdayakan tersebut adalah usai si pelaku membaca mencerna bacaannya, ia melanjutkan ke kegiatan "mengikat makna".

Sosok penulis yang mempopulerkan istilah mengikat makna melalui buku-bukunya adalah Hernowo Hasim. Menurutnya, mengikat makna merupakan kegiatan menuliskan hasil-hasil yang diperoleh dari kegiatan membaca. Dalam buku yang berjudul Membacalah Agar Dirimu Mulia Pesan dari Langit, Hasim menjelaskan bahwasanya terdapat lima teknik yang bisa digunakan untuk memberdayakan kegiatan membaca melalui mengikat makna.

Pertama, persepsikanlah buku yang akan kita baca sebagai makanan kesukaan kita. Pada kenyataannya buku memang makanan. Ya, makanan untuk jiwa dan rohani kita. Kalau begitu, apa makanan kesukaanmu?

Kedua, apa yang kamu lakukan ketika baru pertama kali melihat makanan? Mencicipinya. Hal itu juga berlaku ketika kita akan membaca buku. Kita harus mencicipinya terlebih dahulu. Cara mencicipi yang efektif adalah dengan menanyakan pada diri sendiri dengan pertanyaan “Apa Manfaatnya Bagiku?” (AMBAK). Tanyakanlah, apa yang akan kita dapatkan dari buku itu? Apakah buku itu ditulis oleh seorang penulis yang bukunya biasa kita baca? Mengapa kita butuh membaca buku itu? dan pertanyaan-pertanyaan lainnya. Kesimpulannya, AMBAK berfungsi untuk membangkitkan motivasi kita membaca buku.

Ketiga, mulailah membaca buku yang kita pilih sedikit demi sedikit atau dengan sistem ngemil. Membaca dengan cara ini memungkinkan kita untuk mencerna gagasan yang ada di buku secara bagian per bagian, kelompok per kelompok. Sehingga proses kita menyerap buku menjadi ringan. Sistem ngemil ini bisa kita terapkan ketika membaca novel atau buku ilmiah atau jenis buku apa saja.

Keempat, terapkanlah mengikat makna sesudah kita mengakhiri kegiatan membaca. Tulislah dengan bahasa sendiri mengenai apa yang kita dapatkan dari kegiatan membaca kita. Singkatnya, kita memadukan antara membaca dan menulis. Sisihkanlah waktu sejenak untuk menulis (mengikat) hal yang kita dapatkan dari membaca. Kegiatan mengikat makna ini akan membuat kegiatan membaca kita menjadi kegiatan yang menghasilkan sesuatu yang nyata. Hasil nyata dari kegiatan membaca tersebut adalah tulisan.

Berikut ini adalah contoh dari mengikat makna yang saya buat setelah membaca sebuah buku:

Jumat, 28 Januari 2022. Hari ini aku membaca buku yang berjudul 7 Langkah Jitu untuk Meraih Mimpi Anda karya Brian Tracy. Dari buku tersebut aku mendapatkan banyak sekali motivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Yang paling membuatku bersemangat adalah pada bab keempat buku ini, tepatnya dimulai dari halaman 44 – 67. Bab empat sendiri memiliki judul Putuskan Apa yang Benar-benar Anda Inginkan. Isinya seakan-akan mengajakku berdialog dengan diri sendiri mengenai apa sebenarnya yang menjadi cita-citaku dalam hidup ini? Bagaimana aku akan merencanakan hidupku agar aku bisa mewujudkan cita-citaku? Strategi apa yang akan aku gunakan?. Bab tersebut ditutup dengan kata-kata Pablo Picasso yang membuatku semakin tersengat. “Cita-cita kita bisa tercapai hanya melalui kendaraan rencana, yang sungguh-sungguh kita yakini dan yang harus kita tindak lanjuti dengan penuh semangat. Tidak ada rute lain menuju kesuksesan.”

Kelima, karena membaca merupakan kegiatan yang sangat pribadi, hanya “aku dan buku”, maka libatkanlah diri ketika membaca. Karena, hanya diri kita sendirilah yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Tidak ada campur tangan orang lain dalam kegiatan membaca kita. Bertanya dan bergulatlah dengan apa saja yang kita baca secara sangat pribadi. Hal tersebut akan memberdayakan kegiatan membaca kita dan membuatnya lebih bermakna.

Kegiatan membaca apabila sudah menjadi kebiasaan akan menjadi sesuatu yang sangat menyenangkan. Percayalah!