Kopi Kenangan: Strategi Ekspansi Perusahaan Indonesia ke Pasar Global

Mahasiswa Hubungan Internasional, FISIP Universitas Sriwijaya
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Anisa Devandi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ketika berbicara tentang perusahaan Indonesia yang mampu bersaing di pasar internasional, Kopi Kenangan menjadi salah satu contoh menarik. Berawal dari bisnis kopi pada 2017, perusahaan ini berkembang menjadi jaringan kedai kopi yang tidak hanya beroperasi di Indonesia, tetapi juga memasuki sejumlah pasar luar negeri. Ekspansi tersebut menunjukkan bahwa perusahaan lokal memiliki peluang untuk bersaing dengan merek global apabila mampu membangun strategi bisnis yang tepat, memahami konsumen, dan menyesuaikan diri dengan perubahan pasar.
Kopi Kenangan didirikan oleh Edward Tirtanata dan James Prananto dengan gagasan sederhana, yaitu menghadirkan kopi berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan sejumlah jaringan kedai kopi internasional. Model bisnis ini menyasar konsumen yang menginginkan kopi praktis untuk aktivitas sehari-hari tanpa harus membayar terlalu mahal. Strategi tersebut menjadi salah satu fondasi pertumbuhan perusahaan di pasar domestik sebelum akhirnya dikembangkan ke luar negeri.
Dalam perspektif bisnis internasional, langkah Kopi Kenangan menarik karena perusahaan ini tidak sekadar membawa produk Indonesia ke pasar lain, tetapi juga mengembangkan model bisnis yang dapat diterapkan lintas negara. Di pasar luar negeri, perusahaan menggunakan nama Kenangan Coffee. Perubahan nama tersebut memperlihatkan upaya membangun identitas merek yang lebih mudah dikenali oleh konsumen internasional, sementara asal-usul perusahaan tetap berakar pada Indonesia.
Ekspansi internasional Kenangan Coffee mulai berkembang sejak 2022. Perusahaan kemudian memasuki berbagai pasar, termasuk Malaysia, Singapura, Filipina, Australia, dan India. Menurut laporan The Business Times pada Januari 2026, grup ini mengakhiri 2025 dengan 1.324 gerai di enam negara. Pada tahun yang sama, pendapatan bersih grup dilaporkan meningkat 45 persen menjadi US$184 juta, dengan laba bersih sebesar US$17 juta. Angka tersebut memperlihatkan bahwa ekspansi perusahaan tidak hanya berkaitan dengan penambahan gerai, tetapi juga dengan upaya membangun pertumbuhan yang menghasilkan keuntungan.
Salah satu strategi penting Kopi Kenangan adalah menyesuaikan produknya dengan karakteristik pasar setempat. Perusahaan tidak dapat menganggap bahwa selera konsumen Indonesia akan selalu sama dengan konsumen di Malaysia, India, atau Australia. Perbedaan budaya minum kopi, tingkat harga yang dapat diterima, persaingan, dan kebiasaan konsumsi membuat perusahaan perlu melakukan penyesuaian. Dalam wawancara yang diberitakan The Business Times pada Oktober 2025, manajemen menekankan pentingnya lokalisasi produk, termasuk penyesuaian resep, rasa, dan harga sesuai pasar yang dimasuki.
Strategi tersebut sejalan dengan pendekatan perusahaan multinasional yang berusaha menyeimbangkan identitas global dengan kebutuhan lokal. Merek perlu memiliki ciri yang konsisten agar mudah dikenali, tetapi produk dan cara pemasarannya tidak harus seragam di semua negara. Bagi Kopi Kenangan, mempertahankan karakter sebagai merek kopi asal Indonesia sekaligus memahami kebiasaan konsumen setempat dapat menjadi keunggulan dalam menghadapi kompetitor internasional.
Selain produk, pemilihan mitra bisnis juga berperan dalam ekspansi. Memasuki negara baru membutuhkan pemahaman mengenai regulasi, lokasi usaha, rantai pasok, tenaga kerja, dan perilaku konsumen. Perusahaan yang belum memiliki pengalaman mendalam di suatu pasar dapat menghadapi biaya besar apabila seluruh proses dijalankan tanpa dukungan lokal. Karena itu, penggunaan mitra atau skema lisensi di pasar tertentu dapat membantu memperluas jangkauan bisnis sekaligus memanfaatkan pengetahuan mitra mengenai lingkungan usaha setempat.
Meski demikian, ekspansi global bukan berarti semua pasar harus dikejar dengan kecepatan yang sama. Setiap negara memiliki struktur biaya dan tingkat persaingan berbeda. Malaysia, misalnya, menjadi salah satu pasar luar negeri yang penting bagi Kenangan Coffee. Namun, pertumbuhan jumlah gerai tetap harus diimbangi dengan kemampuan menghasilkan pendapatan yang memadai. Biaya sewa, tenaga kerja, logistik, dan promosi dapat menekan keuntungan apabila perusahaan terlalu agresif membuka cabang tanpa mempertimbangkan kondisi pasar.
Pengalaman Kopi Kenangan juga memperlihatkan bahwa pertumbuhan perusahaan tidak cukup diukur dari popularitas merek atau banyaknya gerai. Laporan The Business Times pada Januari 2026 menyebutkan bahwa perusahaan mencatatkan laba bersih grup sebesar US$17 juta pada 2025. Pencapaian ini penting karena perusahaan yang melakukan ekspansi sering menghadapi tekanan untuk terus tumbuh, bahkan ketika biaya operasional meningkat. Kemampuan menjaga disiplin keuangan menjadi faktor penting agar pertumbuhan internasional dapat berlangsung dalam jangka panjang.
Di sisi lain, teknologi digital turut mendukung strategi perusahaan. Sistem pemesanan, program loyalitas, dan pengelolaan data konsumen dapat membantu perusahaan memahami pola pembelian serta meningkatkan hubungan dengan pelanggan. Teknologi juga memungkinkan perusahaan mengembangkan pemasaran yang lebih terarah. Namun, keberhasilan penggunaan teknologi tetap bergantung pada kemampuan perusahaan mengubah informasi yang diperoleh menjadi keputusan bisnis yang relevan bagi setiap pasar.
Pada Oktober 2026, perhatian terhadap perkembangan Kenangan Coffee juga meningkat setelah muncul pemberitaan mengenai kemungkinan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO). The Business Times melaporkan bahwa perusahaan mempertimbangkan Bursa Singapura sebagai salah satu pilihan pencatatan saham dalam rencana menuju pasar modal. Meski demikian, rencana tersebut belum menjadi keputusan final. Pembahasan IPO menunjukkan bahwa perusahaan mulai menghadapi tantangan baru: mempertahankan pertumbuhan, memperkuat tata kelola, dan memenuhi ekspektasi investor tanpa kehilangan fokus terhadap operasional bisnis.
Pada akhirnya, ekspansi Kopi Kenangan menunjukkan bahwa perusahaan Indonesia dapat membangun daya saing internasional melalui kombinasi identitas lokal, penyesuaian produk, kemitraan, teknologi, dan disiplin keuangan. Keberhasilan di luar negeri tidak otomatis ditentukan oleh seberapa cepat perusahaan membuka gerai, melainkan oleh kemampuannya memahami pasar dan mempertahankan kualitas bisnis dalam jangka panjang. Tantangan berikutnya bagi Kenangan Coffee adalah membuktikan bahwa model bisnis yang berkembang di Indonesia dapat terus relevan di berbagai negara. Jika mampu menjaga keseimbangan tersebut, Kopi Kenangan berpeluang menjadi salah satu contoh perusahaan asal Indonesia yang tumbuh menjadi pemain regional dengan ambisi global.
