Kena Anxiety Itu Capek, Berikut Adalah Cara untuk Lebih Sayang pada Diri Sendiri

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Pancasakti Tegal
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Devina Ayu Wandyanti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Terkadang ada hari ketika diri sendiri merasa baik-baik saja, tetapi terkadang juga tiba-tiba semuanya berubah begitu cepat. Hal yang awalnya baik-baik saja dan tidak memikirkan hal lain mendadak membuat pikiran jadi kemana-mana. Kadang, hal yang kecil yang belum terjadi malah dibayangkan seolah-olah terjadi sungguh-sungguh. Jantung rasanya berdebar-bedar dan tidak tenang, kepala terasa penuh dengan pikiran berlebihan (overthinking), dan pikiran menjadi bising. Kadang tubuh terasa gelisah, lalu tiba-tiba saja air mata jatuh tanpa alasan yang jelas.
Ternyata, masalah kesehatan mental di Indonesia sudah menyentuh lebih dari 30 juta orang—angka dari Kementerian Kesehatan sendiri yang menyatakan kedemikian. Jika kita menengok survei nasional, misalnya Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS), satu dari tiga remaja, atau sekitar 34,5%, juga menghadapi masalah yang sama.
Menurut beberapa orang yang mengalami gangguan kecemasan (anxiety), kondisi ini benar-benar melelahkan dan sangat cape rasanya untuk menjalani serta bertahan hidup. Terkadang tubuh ingin beristirahat, tetapi pikiran yang sedang bising membuat kita tidak tenang. Akibatnya, diri sendiri pun bingung mengapa hal itu bisa terjadi, apalagi saat sedang berada sedang di luar dan merasa baik-baik saja tanpa ada apa-apa, namun tiba-tiba berubah menjadi memikirkan hal-hal berlebihan yang mungkin terjadi di luar sana.
Jangan Terlalu Keras Pada Diri Sendiri
Dari situ, kita sadar bahwa memahami diri sendiri itu sangat penting dan kita tidak harus selalu kuat. Jujur saja, kadang kita memang suka memaksa diri untuk terlihat kuat sampai-sampai kita bersikap sangat keras pada diri sendiri. Pasalnya, banyak hal di masa lalu yang membuat kita trauma, sehingga sekarang perasaan itu sering muncul lagi. Kebiasaan untuk selalu pura-pura kuat justru menjadi beban, dan akhirnya kita semakin sulit berdamai dengan diri sendiri.
Misalnya, saat kita gagal, rasanya langsung merasa diri ini tidak cukup. Muncul perasaan seperti, “Kenapa ya, kok aku gini-gini aja?” sampai bingung bagaimana caranya agar bisa bahagia. Apalagi jika melihat teman atau orang lain sudah melangkah jauh, kita jadi semakin merasa tertinggal. Padahal, kita bisa mencoba melangkah perlahan karena setiap orang punya waktunya masing-masing untuk mencapai semuanya. Selama ini, sepertinya kita terlalu sibuk memikirkan dan membahagiakan orang lain sampai lupa bertanya kepada diri sendiri: “Sebenarnya selama ini aku baik-baik saja enggak ya? Selama ini aku bahagia untuk menjalani semua ini enggak ya?”
Arti Penting Self-Love & Berdamai Dengan Keadaan
Mencintai diri sendiri itu sangat penting, dan bukan berarti bersikap egois. Kadang kita lupa bahwa kita juga butuh waktu untuk beristirahat. Sering kali kita memaksa diri untuk terlihat kuat seolah-olah harus sempurna setiap saat. Padahal, tidak apa-apa kok untuk berhenti sebentar dan memberi ruang bagi diri sendiri, menyayangi diri sendiri, serta mengambil jeda agar pikiran bisa kembali tenang.
Tidak usah repot-repot membandingkan diri dengan orang lain, apalagi sampai merasa diri tidak cukup. Faktanya, hidup tidak selalu berjalan sesuai rencana. Belajarlah untuk memaafkan diri atas apa pun kesalahan yang sudah terjadi. Jika hari ini rasanya berat dan banyak harapan yang meleset, tidak apa-apa, semua orang pasti pernah mengalaminya. Santai saja, tidak masalah, jalani saja pelan-pelan. Kita mungkin akan menjumpai hari lain yang lebih membahagiakan. Jika merasa tidak baik-baik saja, tidak usah pura-pura kuat; kita juga butuh tempat untuk mencurahkan isi hati. Kita adalah manusia yang sering merasa rapuh ketika segalanya tidak berjalan baik. Kita adalah manusia, bukan boneka diam yang harus selalu tampak baik-baik saja setiap kali dimainkan.
Cara Sederhana Menenangkan Diri Saat Anxiety Kambuh
Saat kita merasa kecemasan itu akan kambuh, kepala biasanya akan terasa sangat bising, badan terasa sangat capek, ikut gelisah, tangan gemetar, dan rasa tidak nyaman pun muncul. Terkadang, hanya dengan duduk saja suasananya sudah terasa berbeda, dan kita bingung harus berbuat apa hingga akhirnya melamun, terdiam, serta merasa panik. Namun, ada beberapa cara sederhana untuk membuat diri kita lebih tenang. Salah satunya adalah dengan menenangkan diri, memikirkan hal-hal yang positif dan menyenangkan, serta melakukan apa saja yang bisa membuat kita lupa pada apa yang sedang dirasakan.
Jika rasa itu masih ada, kita bisa mencoba teknik pernapasan: hirup napas selama 4 detik, tahan selama 7 detik, lalu embuskan perlahan selama 8 detik. Lakukan hal itu agar otak merasa tenang dan tidak terlalu fokus pada kekhawatiran. Akan tetapi, jika kita sudah berada di fase di mana kita tidak mampu menenangkan diri sendiri dan kondisinya sudah berlebihan, kita perlu pergi ke psikolog untuk membantu memulihkan keadaan. Jika untuk sementara belum ingin ke psikolog, jangan pendam semuanya sendiri. Kita bisa bercerita kepada keluarga atau teman dekat agar hati terasa lebih tenang dan ringan.
Selain itu, ada hal lain yang tidak kalah penting, yaitu meluangkan waktu untuk diri sendiri. Entah itu beristirahat, jalan-jalan untuk menyenangkan diri (self-reward), mendengarkan musik favorit di kamar sambil ikut bernyanyi, menonton tontonan yang menghibur, ataupun beristirahat sejenak dari media sosial dan gawainya (handphone). Kita juga bisa melakukan kegiatan positif yang lain, misalnya memasak atau membuat kue (baking).
Ingat, tidak apa-apa untuk berhenti sejenak ketika merasa capek, tetapi ingat pula bahwa kita harus tetap bertahan untuk menyayangi diri sendiri. Jangan sampai menyerah; kita harus meluangkan waktu bagi diri kita untuk bernapas, memulihkan diri (recovery), dan kembali dengan perasaan yang lebih baik.
Jadi, buat kamu yang merasa capek dengan diri sendiri dan merasa pikiran sedang bising, terima kasih ya sudah mau bertahan sejauh ini. Memang sulit untuk menjalaninya, tetapi kita harus banyak meyakini diri sendiri bahwa kita bisa. Pesan untuk kalian yang sedang mengalami hal serupa: jangan terlalu keras pada diri sendiri. Kamu sangat layak untuk merasakan kebahagiaan, ketenangan, disayangi, dimengerti, dan dipahami—termasuk oleh dirimu sendiri. Tidak usah terburu-buru, jalani saja pelan-pelan asalkan bisa membuat diri kita merasa bahagia, tenang, dan aman untuk belajar lebih menyayangi diri sendiri.
