Konten dari Pengguna

Pasar Tradisional Cijeruk Masih Jadi Prioritas Masyarakat

Devlien Baby Kanistha

Devlien Baby Kanistha

Mahasiswi Sekolah Vokasi IPB Program Studi Komunikasi Digital dan Media

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Devlien Baby Kanistha tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kegiatan Jual Beli di Pasar Tradisional Cijeruk. Foto : Devlien
zoom-in-whitePerbesar
Kegiatan Jual Beli di Pasar Tradisional Cijeruk. Foto : Devlien

Cijeruk, Bogor - Pasar tradisional Cijeruk, yang berlokasi di Kecamatan Cijeruk Kabupaten Bogor masih jadi favorit warga sekitar untuk berbelanja. Kelengkapan bahan pokok mulai dari sayur mayur, perabotan rumah, serta lokasi nya yang dekat dari pemukiman warga menjadi alasan utama pasar tradisional ini masih digemari warga Cijeruk.

Pasar Tradisional yang sudah semakin tertinggal zaman ditengah maraknya e-commerce atau pusat belanja online serta supermarket yang dirasa lebih efektif dan modern, ternyata bagi warga daerah Cijeruk, pasar tradisional masih menjadi pilihan utama untuk melakukan kegiatan jual beli barang-barang kebutuhan harian. Karna selain pasar ini berlokasi disekitar tempat tinggal warga, harga pasaran di pasar tradisional juga jauh lebih terjangkau.

Penampakan Pasar Tradisional Cijeruk. Foto : Devlien

Proses jual beli yang ada di pasar tradisional juga dapat dilakukan dengan cara bernegosiasi antara penjual dan pembeli yang mana hal ini jarang dijumpai di tempat perbelanjaan lain, seperti di supermarket yang penjualan barangnya sudah harga nett, kecuali ada diskon atau potongan harga.

“lebih nyaman belanja disini sih, enak bisa sambil ngobrol sama yg jualan, ramah-ramah juga disini mah. Mana bisa nawar harga kan, buat ibu-ibu mah enak banget” Ungkap seorang pembeli bernama Maria.

Barang Dagangan Salah Satu Warung Sayur di Pasar Tradisional Cijeruk. Foto : Devlien

Berbelanja di pasar tradisional Cijeruk ini jauh lebih mudah karna jaraknya yang berada dekat dengan pemukiman warga, sehingga untuk menempuh jarak ke pasar tradisional ini dapat dilakukan hanya dengan berjalan kaki ataupun menggunakan angkot, karna lokasi pasar yang berada tepat ditepi jalan, memudahkan pembeli yang menggunakan angkot bisa langsung menepi dan sampai tepat didepan lokasi pasar.

Menurut Maria, salah satu pengunjung pasar tradisional Cijeruk, saat berbelanja di pasar tradisional, pembeli dapat melihat secara langsung keadaan sayur, dari tingkat kesegaran hingga kebersihannya. Dalam segi harga juga lebih terjangkau, dengan kualitas yang sama bagusnya seperti bahan-bahan yang dijual di supermarket.

Menurut Novizal, salah satu pedagang sayur di pasar tradisional Cijeruk, mengungkapkan bahwa Pengelolaan dan pemaksimalan pasar tradisional juga dapat menggerakan perputaran ekonomi di daerah Cijeruk ini, karna sayur-sayur yang dijual di pasar tradisional ini banyak yang didapat langsung dari petani lokal daerah Cijeruk. Selain untuk menggerakan perputaran ekonomi Cijeruk, sayur-sayur yang didapat langsung dari lahan petani lokal jauh lebih segar, karna dipetik langsung dari lahan kebun. Untuk jenis sayur yang biasa diambil dari petani lokal Cijeruk diantaranya; buncis, wortel, kacang panjang, dll.

Salah Satu Pedagang Sayur di Pasar Tradisional Cijeruk. Foto : Devlien

Pengiriman barang yang berasal dari pusat perbelanjaan sayur di kota ini biasanya dilakukan setiap 2 hari sekali. Sehingga seringkali terdapat beberapa sayur hasil pengiriman yang sudah kurang fresh ketika sampai di pedagang, dan tak jarang dengan kondisi yang tidak bisa dijual lagi dalam beberapa hari penyimpanan. Karna para pedagang sendiri lebih mengedepankan kualitas sayur yang dijual dibanding mengambil untung dari barang-barang yang sudah tak layak jual.

“kalau barang dagangan ada sisa dan kondisi nya udah kurang bagus, biasanya bakal ada yg ambil atau minta sih mba, saya mah ngasih aja, karna udah gak bisa dijual lagi juga kan” Ucap Mida, seorang pedagang bumbu dan sayur di pasar tradisional Cijeruk.

Untuk beberapa bahan sayur yang harus dikirim dari pusat belanja sayur, biasanya para pedagang harus melakukan penyetokan bahan untuk menghemat biaya jasa pengiriman nya. Dalam melakukan penyetokan barang sendiri, biasanya hanya dilakukan dengan mengandalkan feeling pedagang, kira-kira kapan pasar akan ramai pembeli. Pasar tradisional sendiri biasa memiliki penningkatan jumlah pengunjung saat menjelang hari besar seperti tahun baru, lebaran, dan puasa Ramadhan.

Pada momentum ini banyak warga sekitar yang memburu pasar tradisional untuk belanja berbagai kebutuhan bahan masak, ataupun sekedar untuk menyetok bahan makanan agar terhindar dari habisnya stok barang akibat banyak pembeli yang juga memborong.

Jenis Bawang dan Bumbu Halus yang dijual Di Pasar Tradisional Cijeruk. Foto : Devlien

“biasanya pasar rame kalo mau ada hari-hari gede sih mba, kaya tahun baru, lebaran, apalagi nih bentar lagi bulan puasa, baru tuh pada rebutan yang beli bahan masak buat sahur” Tutur Mida.

Saat menyambut hari besar, banyak masyarakat khususnya Ibu rumah tangga yang membeli bahan makanan dalam jumlah banyak untuk membuat berbagai hidangan masakan sesuai momentum hari besar tersebut, seperti daging untuk membuat rendang saat hari raya Idul Fitri, atau untuk menyetok bahan makanan saat persiapan berbuka puasa ataupun sahur.

Saat perayaan hari besar seperti hari raya yang umumnya dijadikan momentum berkumpul keluarga besar, menjadikan banyak warga sekitar yang menyerbu pasar tradisional Cijeruk ini untuk mendapatkan bahan masak yang segar dengan harga yang terjangkau.