Konten dari Pengguna

Ubah Limbah Pertanian Jadi Biochar, Wani Tani Papringan Kian Mandiri

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hanim Rahayuani Ratnaningsih tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber: Dokumentasi penulis, 2026.
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: Dokumentasi penulis, 2026.

Banyumas – Limbah pertanian yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk yang bernilai guna bagi pertanian. Salah satu inovasi yang dapat dikembangkan adalah biochar, yaitu bahan kaya karbon hasil pengolahan biomassa yang dapat dimanfaatkan sebagai pembenah tanah. Potensi tersebut menjadi fokus dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan judul “Penerapan Teknologi Biochar Berbasis Limbah Pertanian untuk Peningkatan Produktivitas dan Kemandirian Kelompok Tani Hortikultura Wani Tani Desa Papringan Kabupaten Banyumas.”

Kegiatan ini dilaksanakan bersama Kelompok Tani Hortikultura Wani Tani di Desa Papringan, Kabupaten Banyumas. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dan kelompok tani memperoleh pengenalan serta praktik langsung mengenai pemanfaatan limbah pertanian menjadi biochar.

Limbah Pertanian Menjadi Sumber Daya Bernilai

Selama ini, berbagai jenis biomassa dan limbah pertanian sering kali belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui teknologi biochar, limbah tersebut dapat diolah menjadi bahan yang berpotensi memberikan manfaat bagi tanah dan mendukung kegiatan budidaya pertanian.

Dalam kegiatan pengabdian ini, peserta diperkenalkan pada proses pembuatan biochar menggunakan peralatan yang dapat diterapkan secara sederhana di tingkat masyarakat. Para anggota Kelompok Tani Wani Tani juga mengikuti demonstrasi dan praktik pengolahan bahan hingga menjadi biochar.

Kegiatan praktik tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada petani bahwa limbah pertanian tidak selalu menjadi produk sisa, tetapi dapat dikembangkan menjadi sumber daya yang memiliki nilai guna.

Praktik Langsung Bersama Kelompok Tani

Gambar. Praktik Pembuatan Biochar; Sumber: Dokumentasi penulis, 2026.

Salah satu rangkaian kegiatan adalah demonstrasi proses pembuatan biochar menggunakan perangkat yang telah disiapkan oleh tim pengabdian. Peserta terlihat aktif mengikuti tahapan kegiatan, mulai dari pengenalan bahan, proses pengolahan, hingga diskusi mengenai pemanfaatan biochar dalam kegiatan pertanian. Pendekatan praktik langsung menjadi bagian penting dalam kegiatan ini agar teknologi yang diperkenalkan tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi juga dapat diterapkan oleh masyarakat secara mandiri. Selain kegiatan demonstrasi, tim pengabdian juga memberikan penjelasan mengenai potensi pemanfaatan biochar sebagai salah satu alternatif pengelolaan limbah pertanian yang lebih produktif.

Mendorong Produktivitas dan Kemandirian Petani

Penerapan teknologi biochar diharapkan dapat menjadi salah satu langkah dalam mendukung peningkatan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat kemandirian kelompok tani. Dengan kemampuan mengolah bahan yang tersedia di lingkungan sekitar, kelompok tani diharapkan memiliki alternatif teknologi yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan sesuai dengan potensi lokal. Kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat. Transfer pengetahuan dan teknologi diharapkan mampu memberikan manfaat langsung bagi petani serta membuka peluang pengembangan inovasi pertanian yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Kolaborasi dan Antusiasme Peserta

Gambar. Antusiasme para petani "wani tani" Desa Papringan; Sumber: Dokumentasi penulis, 2026.
Gambar. Antusiasme Penyuluhan tentang Biochar; Sumber: Dokumentasi penulis, 2026.

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Anggota Kelompok Tani Wani Tani bersama tim pengabdian, mahasiswa, dan masyarakat terlibat dalam proses pembelajaran serta diskusi mengenai penerapan teknologi biochar. Melalui kegiatan ini, diharapkan Kelompok Tani Hortikultura Wani Tani dapat terus mengembangkan pemanfaatan limbah pertanian menjadi produk yang lebih bermanfaat. Pemanfaatan sumber daya lokal melalui teknologi sederhana dan tepat guna menjadi salah satu langkah penting menuju pertanian yang lebih produktif, mandiri, dan berkelanjutan.

Dari limbah menjadi sumber daya, dari teknologi menjadi kemandirian.