Menilai dengan MBTI, Akurat atau Tidak?

sherli dewanti
Mahasiswa Psikologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Konten dari Pengguna
13 Desember 2021 21:16 WIB
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari sherli dewanti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Sumber gambar: photo by Brett Jordan on Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Sumber gambar: photo by Brett Jordan on Unsplash
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Di antara kita pasti pernah mendengar kalimat ini atau mungkin pernah mengalami kejadian seperti ini
ADVERTISEMENT
Sekarang ini topik psikologi sedang jadi hal yang sangat disukai banyak orang, mulai dari kalangan remaja sampai ke kalangan ibu-ibu perumahan. Sebagian besar dari mereka ini merasa tertarik terhadap psikologi karena dianggap
Nah, ada salah satu bagian dari psikologi yang juga digandrungi oleh masyarakat saat ini, yaitu MBTI. Sebenarnya apa sih MBTI itu?
Jadi, MBTI ini adalah tes yang dibuat dengan teori dari Carl G. Jung yang punya tujuan untuk mendapat laporan diri mengenai hal psikologis agar mudah untuk dipahami. MBTI ini cukup diminati oleh banyak orang loh! Selain karena menarik, MBTI juga diminati karena menyatakan bahwa mereka adalah satu-satunya alat ukur psikologi populer yang paling akurat. Dengan tes yang sederhana, MBTI ini bisa memenangkan hati masyarakat. Tetapi tidak sedikit juga nih masyarakat yang kontra terhadap MBTI ini, sehingga menimbulkan dua kubu. Yaitu kubu yang mempercayai MBTI dan kubu yang tidak memercayai MBTI. Apa benar ya MBTI itu sederhana dan akurat?
ADVERTISEMENT
Oleh karena itu, mari kita lihat fakta-fakta apa saja yang ada dibalik MBTI!

MBTI Memisahkan Manusia dalam Empat Aspek

Sumber gambar: https://udayton.edu/blogs/voicesraised/17-09-20-mbti.php
MBTI ini mengelompokkan manusia ke dalam empat aspek, yang di setiap aspeknya memiliki dua hal yang saling berlawanan. Gimana ya maksudnya?
Jadi, dikutip dari Introduction to Type, MBTI ini mengelompokan faktor kepribadian menjadi empat hal dasar nih, yaitu:

Berdasarkan Orientasi Energi

Disini MBTI membedakan antara seseorang yang ekstrovert dengan seseorang yang introvert. Apa sih yang membedakan dua hal itu?
Seseorang yang cenderung memfokuskan energinya untuk dunia luar seperti suka bermain di luar atau aktivitas di luar ruangan disebut ekstrovert. Dan seseorang yang memfokuskan energinya untuk ide, ingatan, dan emosi yang berasal dari dunia internalnya disebut introvert. Seseorang yang cenderung ekstrovert akan disimbolkan dengan huruf E, dan seseorang yang cenderung introvert akan disimbolkan dengan huruf I
ADVERTISEMENT

Berdasarkan Proses Mental Dasar

Kalau dalam hal ini, MBTI membedakan antara seseorang yang menjadi yang memahami dan menilai. Seseorang yang cenderung memahami biasanya akan mencari informasi mengenai suatu peristiwa dan memahaminya, sedangkan seseorang yang cenderung menilai umumnya akan mengelompokkan informasi dan menilai dengan kesimpulannya. Seseorang yang cenderung memahami disimbolkan dengan huruf P, dan seseorang yang cenderung menilai disimbolkan dengan huruf J.

Berdasarkan Cara Memahami

Nah, kalau disini MBTI membedakan manusia menjadi yang cenderung memahami berdasarkan penginderaan dan memahami berdasarkan intuisi. Seseorang yang cenderung memahami dengan penginderaan biasanya akan melihat peristiwa dan memahami sesuai dengan apa yang dilihatnya itu, seseorang yang cenderung memahami dengan penginderaan disimbolkan dengan huruf S, sedangkan seseorang yang cenderung memahami dengan intuisi akan menggunakan perasaannya dan memahami apa yang ia rasakan, seseorang ini disimbolkan dengan huruf N.
ADVERTISEMENT

Berdasarkan Cara Menilai

Dan pada aspek yang terakhir, MBTI membedakan seseorang menjadi yang menilai dengan berpikir dan yang menilai dengan merasa. seseorang yang menilai dengan berpikir akan memikirkan peristiwa dan menilai dengan hasil pemikirannya, seseorang ini disimbolkan dengan huruf T. Sedangkan seseorang yang menilai dengan merasa akan menggunakan perasaannya dalam menilai suatu peristiwa, seseorang ini disimbolkan dengan huruf F.
Nah dari hasil tes empat aspek di ataslah, MBTI membedakan seseorang menjadi 16 tipe MBTI yang merupakan perpaduan dari keempat huruf yang mewakili setiap aspek.

MBTI Tidak Mengukur Permasalahan Psikologi, dan Sebagainya

Sumber gambar: photo by [email protected] on Unsplash
MBTI ini sebenarnya hanya mengukur mengenai kepribadian seseorang berdasarkan pada pola perilakunya saja. Tetapi banyak yang salah paham nih, bahwa MBTI juga dapat mengukur tingkat kedewasaan dan permasalahan psikologis pada manusia. Faktanya, terdapat penelitian yang menyebutkan bahwa tidak ada hubungan antara tipe kepribadian yang berdasarkan MBTI dengan permasalahan psikologi. Nah dari penelitian ini kita bisa mengetahui bahwa pandangan selama ini tentang MBTI yang dapat mengukur permasalahan psikologi adalah hal yang salah dan tidak terbukti secara ilmiah.
ADVERTISEMENT

Keakuratan dari MBTI Menjadi Perdebatan

Sumber gambar: Photo by Dylan Gillis on Unsplash
Meskipun menyatakan diri sebagai tes psikologi yang paling akurat, pastinya MBTI ini tak langsung diterima tanpa perdebatan. Banyak juga nih pihak yang masih meragukan keakuratan dari tes ini, seperti yang tertulis pada Myers-Briggs Type Indicator (MBTI): Some Psychometric Limitations bahwa banyak pihak yang masih meragukan keakuratan dari MBTI. Kebanyakan dari mereka meragukan hasil tes MBTI yang dilakukan secara berulang. Keraguan ini muncul karena hasil dari tes MBTI yang bisa saja terpengaruh oleh kurangnya rasa percaya diri dari seseorang, kebohongan yang disengaja oleh seseorang, dan efek dari kumpulan data secara umum. MBTI ini juga disebut tidak siap untuk jadikan sebagai acuan konseling, karena dianggap semua pernyataan dari MBTI tidak didukung dengan bukti penelitian yang telah dipublikasikan.
ADVERTISEMENT
Nah, berdasarkan fakta di atas kita bisa menyikapi penggunaan MBTI dengan cermat. MBTI ini dapat kita jadikan sebagai pedoman mengenal diri sendiri secara tingkah laku saja ya, bukan untuk hal lain. Selain itu, perlu diingat juga bahwa diri manusia adalah suatu yang rumit dan berharga, yang tidak hanya ditentukan oleh gabungan empat huruf saja.

Referensi

Boyle, G. J. (1985). Self-report Measures of Depresion: Some Psychometric Considerations. British Journal of Clinical Psychology.
Boyle, G. J. (1995). Myers-Birggs Type Indicator (MBTI): Some Psychometric Limitations. Australian Psychologist, Vol.30 No.1.
C, H. C. (1989). Negative: The MBTI: Not Ready Routine Use in Counseling. Journal of Counseling and Development.
Myers, I. B. (1998). Introduction to Type. United States of America: CPP, Inc.
ADVERTISEMENT
Wuryanti, E. T., & Ambarini, T. K. (2018). Hubungan Antara Tipe Kepribadian Berdasarkan MBTI dengan Stress Appraisal pada Dewasa Awal. Jurnal Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental, Vol.7 , 31.