Konten dari Pengguna

Otomasi Penelitian dengan AI: Risiko Integritas Ilmiah

Ambarwatidewi
Dosen UNIRA Malang
3 April 2025 14:17 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Ambarwatidewi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
https://pixabay.com/id/photos/gadis-wanita-baca-buku-duduk-alam-3528292/
zoom-in-whitePerbesar
https://pixabay.com/id/photos/gadis-wanita-baca-buku-duduk-alam-3528292/
ADVERTISEMENT
Dunia pendidikan dewasa ini menghadapi sebuah tantangan integritas penelitian yang berkelindan langsung dengan keniscayaan modernisasi teknologi, kita sebut saja penggunaan Artificial Technology (AI). Tantangan AI ini bukan hanya bagi mahasiswa saja, namun semua elemen yang bersinggungan langsung dengan dunia pendidikan. jika kita berbicara tantangan AI, tentu pembahasannya akan sangat general, dan hampir terjadi di semua aspek kehidupan. Adanya Internet of Thing (IoT) yang secara langsung merubah pola pikir dan cara bekerja di dunia pendidikan, utamanya bagi penelitian yang berkaitan dengan perkembangan ilmu pengetahuan di jenjang universitas. Kalangan akademisi khususnya mahasiswa yang menjadi pilar utama untuk mendongkrak penelitian yang kredibel serta adaptif bagi masyarakat harus memiliki integritas yang tinggi untuk mempertanggungjawabkan hasil penelitiannya agar dapat diakui sebagai penelitian yang ilmiah.
ADVERTISEMENT
Seringkali pembahasan mengenai tantangan AI ini sudah diunggah oleh beberapa orang yang peduli dengan dunia pendidikan yang berkaitan dengan kredibilitas suatu penelitian. Bukan rahasia umum lagi, apapun bisa dikerjakan dengan bantuan AI, bahkan suara, gambar dan video pun dapat ditiru secara presisi oleh AI dan hasilnya hampir sama dengan manusia. Hal-hal yang sebelumnya dirasa sulit, dapat dimudahkan dengan bantuan AI. Pertanyaannya adalah, mengapa dunia pendidikan memiliki tantangan integritas yang tinggi berkaitan dengan AI ini?
Bayangkan, jika mahasiswa yang notabene masih belajar untuk melakukan penelitian dan menulis sebuah laporan penelitian menggunakan AI secara keseluruhan atau dengan kata lain menyadur sepenuhnya (copy paste) dari ulasan AI yang belum tentu dapat dipertanggungjawabkan kebenaran sumbernya. Parahnya lagi, ada mahasiswa yang memang karena alasan keterbatasan ide dan mampatnya jadwal ujian harus memanfaatkan AI untuk kemudahan kelulusan. Canggihnya AI ini yang digunakan dalam penulisan artikel ilmiah sangat didukung oleh kecanggihan AI lain, seperti teknologi parafrase yang banyak kita jumpai di internet. Sumber apapun memang sangat mudah dijumpai di dunia maya, namun sekali lagi, jika berkaitan dengan penelitian ilmiah, tentu sumber penulisannya harus dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah pula.
ADVERTISEMENT
Edukasi dalam penggunaan AI ini sangat dibutuhkan bagi mahasiswa ataupun bagi semua kalangan akademisi, baik yang sedang belajar dalam meneliti ataupun yang sedang menyusun tugas akhir. Penggunaan AI dewasa ini tidak dapat dibatasi, bahkan kita sudah hidup berdampingan dengan AI dan canggihnya teknologi digital. Namun, tentu ada beberapa batasan yang harus dipatuhi oleh para akademisi utamanya yang akan menghasilkan perkembangan keilmuan melalui penelitian. AI hanya alat bantu berpikir, mencari klue atau letupan ide yang dapat digunakan untuk menguraikan teori dan konsep. Tantangan integritas inilah yang perlu kita kaji bersama. Kejujuran dalam penelitian yang kiranya perlu untuk benar-benar disesuaikan dengan metode penelitian yang digunakan.
Oleh karena itu, AI sekali lagi digunakan sebagai pencetus ide dan membantu kita untuk menemukan bridging antar paragraf yang bisa jadi kita sebagai penulis menemui sebuah kebuntuan dalam penulisan. Namun perlu diingat, jika lingkupnya adalah penelitian ilmiah maka peneliti harus benar-benar mencari sumber risetnya melalui buku (normatif) ataupun secara empiris. Sehingga, tantangan integritas di bidang akademik ini mampu diurai, dipertanggungjawabkan dan tidak menyalahkan satu pihak saja, yakni penggunaan AI.
ADVERTISEMENT