Inovasi Mahasiswi UB: Sulap Limbah Cangkang Telur& Bayam Jadi Pakan Ayam Bergizi
Tulisan dari Dewi poedjawati tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Telur merupakan salah satu bahan pangan utama yang banyak dikonsumsi masyarakat, baik untuk kebutuhan rumah tangga, industri makanan, hingga pedagang kaki lima. Seiring dengan meningkatnya konsumsi telur, maka produksi telur pun terus mengalami peningkatan. Namun, hal ini juga berdampak pada semakin banyaknya limbah yang dihasilkan, terutama limbah cangkang telur. Cangkang telur yang sudah digunakan ini umumnya langsung dibuang tanpa mendaur ulang dan termasuk limbah organik yang jumlahnya kian melimpah dan akan terus ada selama proses produksi telur berlangsung. Menurut Rahmawati, Gresinta, dan Noer (2022), cangkang telur ayam memiliki tiga lapisan, yaitu kutikula, lapisan stratum, dan lapisan membran. Komposisinya terdiri atas sekitar 95% mineral, 3,3% protein, dan 1,6% air. Kandungan mineral utamanya meliputi kalsium karbonat sebesar 40% dari total berat cangkang, magnesium karbonat 0,84%, dan kalsium fosfat 0,75%. Kandungan kalsium yang tinggi ini menjadikan cangkang telur sangat potensial untuk dimanfaatkan sebagai bahan tambahan dalam pakan ayam broiler, khususnya untuk mendukung pembentukan tulang, pertumbuhan, dan produktivitas.
Namun demikian, kebutuhan nutrisi ayam broiler tidak hanya terbatas pada kalsium dan protein. Untuk menunjang sistem imun dan meningkatkan performa produksi, diperlukan pula tambahan senyawa bioaktif seperti flavonoid, serta berbagai vitamin dan mineral esensial lainnya. Oleh karena itu, pengombinasian cangkang telur dengan bahan lain seperti bayam yang kaya zat gizi dapat menjadi solusi pakan yang lebih seimbang.
Bayam (Amaranthus sp.) mengandung berbagai zat gizi penting seperti flavonoid, vitamin A, vitamin B kompleks, vitamin C, zat besi, fosfor, dan kalsium (Muhammad, Afriani, & Hasan, 2022). Flavonoid berperan sebagai antioksidan yang mampu melindungi sel tubuh dari kerusakan oksidatif, sementara vitamin dan mineral lainnya mendukung fungsi fisiologis dan metabolisme tubuh ayam broiler secara keseluruhan. Kombinasi antara cangkang telur sebagai sumber mineral dan bayam sebagai sumber senyawa bioaktif serta vitamin, dapat menciptakan formulasi pakan yang tidak hanya bergizi tinggi tetapi juga mendukung ketahanan tubuh dan efisiensi pertumbuhan ayam. Selain itu, pemanfaatan kedua bahan ini juga menjadi langkah inovatif dalam pengelolaan limbah organik rumah tangga secara lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Di sisi lain, salah satu masalah utama yang dihadapi peternak adalah tingginya harga pakan komersial. Hal ini mendorong perlunya inovasi pakan alternatif yang lebih murah namun tetap bernutrisi dan efisien. Menanggapi permasalahan tersebut, empat mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya yang tergabung dalam tim Secangkul Yam Ayam melaksanakan Program Mahasiswa Wirausaha (PMW). Tim yang terdiri atas Nadia Febi Maharani, Dewi Poedjawati, Khoirun Nisa Menik Dini P, dan Fathia Zahra Aulia Putri ini mengembangkan inovasi pakan ayam broiler berbahan dasar cangkang telur dan bayam, sebagai solusi pakan fungsional yang bergizi, ekonomis, dan ramah lingkungan.
"Kami melihat bahwa solusi untuk masalah pakan ternak sebenarnya bisa dimulai dari hal sederhana di sekitar kita. Lewat inovasi ini, kami mencoba mengubah limbah menjadi berkah—cangkang telur dan bayam yang sering dianggap sepele, ternyata bisa menjadi pakan bernutrisi tinggi untuk ayam broiler. Inovasi ini bukan hanya soal menekan biaya, tapi juga membawa semangat ramah lingkungan dan keberlanjutan bagi dunia peternakan." kata Dewi Poedjawati (Anggota Tim Secangkul Yam Ayam).
Inovasi pakan ayam broiler berbahan dasar cangkang telur dan bayam tidak hanya menjawab tantangan tingginya biaya pakan, tetapi juga menjadi solusi cerdas dalam mengelola limbah organik menjadi produk bernilai guna. Bahan bakunya mudah diperoleh dan murah, sehingga mampu mengurangi ketergantungan pada pakan komersial. Meski tidak menggantikan pakan utama sepenuhnya, kombinasi ini efektif digunakan sebagai suplemen yang hemat dan bergizi. Untuk menjaga kualitas dan mencegah kontaminasi, pakan dikemas menggunakan kantong ziplock kedap udara yang praktis dan higienis. Dengan formulasi alami dan kemasan yang aman, tim Secangkul Yam Ayam berharap inovasi ini dapat menjadi alternatif pakan fungsional yang terjangkau dan ramah lingkungan bagi para peternak di Indonesia.
REFERENSI
Muhammad, I. F. N., Afriani, D. T., & Hasan, U. (2022). Pemberian kombinasi pakan ekstrak bayam dan ekstrak kangkung pada media kultur infusoria terhadap kepadatan populasi dan indeks keragamannya. Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan, 12(2), 45–53.
Rahmawati, V., Gresinta, E., & Noer, S. (2022). Efektivitas pemberian serbuk cangkang telur ayam (Gallus domesticus) terhadap pertumbuhan tanaman bayam hijau (Amaranthus tricolor L.). Jurnal Agroindustri dan Lingkungan, 9(1), 34–40.

