BEI Terkait Rencana Anies-Sandi Lepas Saham Bir: Perlu Review Khusus

Pasangan cagub dan cawagub terpilih versi hitung cepat, Anies-Sandi, memastikan akan melepas kepemilikan saham Pemprov DKI Jakarta di PT Delta Jakarta Tbk (DLTA), perusahaan pemegang lisensi produk dan distribusi beberapa merek bir internasional seperti Anker Bir, Carlsberg, San Miguel dan Stout.
Menanggapi rencana itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) mengaku belum mendapatkan keterangan dari Anies-Sandi soal pelepasan saham tersebut.
"Itu hak pemegang saham melepas kepemilikannya. Kita hanya menerima laporan dari Delta Djakarta terkait itu, kalau pemegang saham pengendali mereka keluar dan mekanismenya kita belum tahu," ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (28/4).
Samsul menambahkan, BEI juga belum mengetahui skema penjualan saham tersebut, mau dijual langsung ke pasar modal atau menggandeng strategic partner.
Namun menurutnya, pelepasan saham dengan jumlah cukup besar harus melalui kajian terlebih dahulu, agar tidak menekan harga terlalu dalam.
"Kalau dilepas di market juga akan mempengaruhi harga saham di market. Memang perlu review khusus terkait rencana itu dan mungkin dilakukan konsultan yang benar-benar bisa mewakili rencana itu," kata Samsul.

Sebelumnya, Sandiaga Uno mengaku sudah mantap untuk melepaskan saham Pemprov DKI di DLTA.
"Yang pasti sudah terucap janji (melepaskan saham Pemprov) di bir, ya. Yang lain belum pernah saya sampaikan pendapat saya," ujar Sandi memberikan tanggapan ketika ditanya soal kemungkinan melepaskan saham perusahaan Pemprov lainnya, di Rawamangun, Jakarta, Minggu (23/4).
Baca Juga: Anies Akan Lepas Saham Pemprov DKI di Perusahaan Bir
Sandi mengaku hingga saat ini banyak yang menaruh minat kepada saham perusahaan bir tersebut. Namun, ia juga menilai, kepemilikan saham di perusahaan bir oleh Pemprov bukan merupakan investasi yang cocok.
"Banyak yang minat karena perusahaan untung dan bagus. Tapi enggak cocok dimiliki Pemprov karena bukan hajat hidup orang banyak," ucap Sandi.
Sandi mengaku, keputusan untuk melepas seluruh saham Pemprov di PT Delta Jakarta Tbk yang sebesar 23,34 persen tersebut merupakan bagian dari rekonsiliasi.
"Nanti akan kita matangkan, kita akan tunjuk investment banker yang mumpuni. Mungkin Danareksa atau Bahana yang biasa milik pemerintah yang biasa mengkaji proses penjualan," tegas Sandi.
