BI Antisipasi Kenaikan Suku Bunga The Fed

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tampak dekat gedung The Fed. (Foto: Wikimedia Commons)
zoom-in-whitePerbesar
Tampak dekat gedung The Fed. (Foto: Wikimedia Commons)

Bank Indonesia (BI) telah mengantisipasi kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS), Fed Fund Rate (FFR) yang akan dilakukan dua kali lagi pada tahun ini.

Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, stabilitas keuangan juga tetap dilakukan selama dua hingga tiga tahun ke depan.

"Jadi kami sekarang ini masih dalam pandangan bahwa di tahun 2017 akan ada tiga kali naik FFR, tetapi di 2018 akan naik tiga kali paling tidak, kami harus tetap bersiap kenaikan The Fed," ujar Agus di Masjid Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (12/5).

Lebih lanjut ia mengatakan, rencana The Fed untuk menurunkan secara bertahap neracanya yang saat ini sebesar 4,5 triliun dolar AS juga akan mempengaruhi perekonomian dalam negeri.

"Kami menyambut baik dan kami paham kalau itu diturunkan, tapi mereka bilang itu akan diturunkan secara perlahan tidak terburu-buru. Komunikasinya mereka baik, juga mereka menyampaikan semua indikator ekonomi," jelasnya.

Selain itu, suku bunga kredit juga masih cukup baik dibandingkan tahun lalu, meski belum mencapai 10 persen.

"Tahun lalu pertumbuhan kredit itu lebih rendah dan justru meningkat tinggi pembiayaan selama tiga bulan ini menunjukkan kondisi surplus," katanya.