Menteri Jonan Dorong Produsen Bikin Kendaraan Berbahan Bakar Gas

14 Maret 2017 18:31
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
ADVERTISEMENT
Menteri ESDM, Ignasius Jonan. (Foto: http://esdm.go.id)
zoom-in-whitePerbesar
Menteri ESDM, Ignasius Jonan. (Foto: http://esdm.go.id)
Program konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) untuk transportasi terus digulirkan pemerintah. Selain membagikan 5.000 converter kit untuk kendaraan dinas dan angkutan umum agar bisa menggunakan BBG, pemerintah juga mendorong produsen untuk membuat kendaraan berbahan bakar gas.
ADVERTISEMENT
Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan, inisiatif memproduksi kendaraan BBG ini tentunya akan didukung oleh Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) atau industri otomotif.
"Waktu saya masih menjadi Menteri Perhubungan, Pak Sudirman Said (Menteri ESDM sebelumnya) sudah meminta bertemu, bersama dengan pelaku industri otomotif lainnya. Mereka mendukung. Gaikindo bilang, kalau ada pompa gasnya akan kita dorong," kata Jonan ditemui kumparan (kumparan.com) bersama media lainnya di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Selasa (14/3).
Ia mengatakan, pembagian converter kit memang untuk mobil dinas dan angkutan umum. Namun, program konversi ke BBG bisa dikatakan sukses jika pengguna kendaraan pribadi sudah beralih ke gas.
Selain itu, pemerintah ingin mendorong swasta membangun stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG). Saat ini, baru ada 60 SPBG yang beroperasi ditambah 12 unit Mobile Refueling Unit (MRU).
ADVERTISEMENT
"Kalau kita memang mengharapkan kendaraan bisa memakai bahan bakar gas, kita tanya ke produsen mobil, apakah mereka bisa membuat sendiri converter kit atau membuat kendaraan yang menggunakan BBG," jelas Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar, baru-baru ini.