Pemerintah Atur Strategi Tingkatkan Kualitas Masyarakat RI

11 Juli 2017 17:08
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro. (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro. (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)
Bertepatan dengan hari kependudukan dunia, hari ini Kementerian Perencana Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengadakan dialog kebijakan "Demografi Indonesia: Masa Depan yang Diinginkan" yang diselenggarakan di Kantor Bappenas, Jalan Suropati, Jakarta Pusat, Selasa (11/7).
Menurut Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, pembahasan tentang kependudukan merupakan permasalahan yang penting yang saat ini perlu dibahas untuk menjadikan Indonesia menjadi lebih baik di masa mendatang.
Ia mendata, saat ini kondisi kependudukan di Indonesia berbeda-beda. Hal itu tercatat dari data Bappenas di mana Jakarta sebagai salah satu dengan angka kelahiran (Total Fertility Rate/TFR) cukup rendah yaitu di bawah 2 persen.
Sedangkan, untuk provinsi yang berada di wilayah Timur seperti Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, dan Sumatera Utara, justru sebaliknya sudah menyentuh angka cukup tinggi, yakni di atas 2,5 persen.
Ilustrasi kemiskinan (Foto: Reuters/Ezra Acayan )
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kemiskinan (Foto: Reuters/Ezra Acayan )
"Terkait menurunnya TFR tersebut, perlu ada pendekatan yang baru dalam menyadarkan masyarakat tentang pentingnya jumlah dan kualitas anak yang tepat," kata Bambang.
Lebih lanjut, Bambang mengatakan, agar menciptakan kualitas penduduk yang baik di masa depan saat ini pemerintah tengah mempersiapkan strategi, salah satunya dengan manfaatkan bonus demografi pada 2020-2030. Di mana nantinya bonus demografi diharapkan dapat meningkatkan pendapatan penduduk yang memicu pada peningkatan konsumsi maupun kenaikan investasi.
"Jika bonus demografi dimanfaatkan dengan baik maka dapat mengurangi tingkat ketergantungan, mendorong produktivitas, dan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi," katanya.