Pernyataan Gubernur BI Direspons Negatif, Rupiah Melemah

Dolar Amerika Serikat (AS) mulai bergerak naik. Mata uang Paman Sam tersebut menguat terhadap rupiah dan kembali menyentuh level Rp 13.300.
Mengutip data perdagangan Reuters, Rabu (7/6), dolar AS dibuka di Rp 13.297.
Dolar AS terus naik dan mencapai posisi tertingginya di Rp 13.306. Hingga pukul 9.35 WIB, dolar AS bertengger di posisi Rp 13.303.
Binaartha Sekuritas dalam risetnya menyebutkan, pelaku pasar merespons negatif pernyataan Gubernur Bank Indonesia yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia di kisaran 5,1 hingga 5,5 persen atau lebih rendah dibandingkan asumsi pertumbuhan pemerintah sebesar 5,4 hingga 6,1 persen.
[Baca Juga: BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun Depan Hanya 5,5 Persen]

Padahal di sisi lain, laju USD sedang tertekan ke level terendah dalam enam pekan terakhir, terhadap mata uang yen, setelah terimbas sentimen Pemilu Inggris, pertemuan bank sentral Eropa ECB, dan testimoni mantan direktur FBI James Comey di Senat.
Sebelumnya kami sampaikan, pergerakan rupiah yang menguat tipis diharapkan dapat kembali membuka peluang kenaikan lanjutan.
Masih cenderung melemahnya laju USD yang diperkirakan sesaat seiring kenaikan sejumlah harga komoditas karena langkah Presiden Trump yang menarik diri dari perjanjian Paris Climate Accord perlu dicermati seberapa lama imbasnya seiring masih adanya bayang-bayang sentimen jelang Rapat FOMC.
Pergerakan positif masih dimungkinkan meski tetap harus waspada. Diperkirakan rupiah akan bergerak pada kisaran support Rp 13.305 dan resisten Rp 13.278.

[Baca Juga: IHSG Mulai Naik, Menu Saham Pilihan: HM Sampoerna, Medco, Waskita]
Tidak jauh berbeda dengan IHSG di mana pelemahan yang terjadi dikhawatirkan dapat membuka ruang pelemahan lanjutan dengan minimnya sentimen positif untuk mengangkat laju rupiah ke teritori positif.
Bahkan sentimen positif dari perkiraan adanya potensi investasi masuk ke Indonesia hingga 700 miliar dolar AS tidak juga direspons. Kemungkinan pelaku pasar kembali mencermati sentimen global terutama antisipasi jelang pertemuan FOMC sehingga laju rupiah berbalik melemah.
Diperkirakan rupiah akan bergerak pada kisaran support Rp 13.307 dan resisten Rp 13.295.
