Kumparan Logo

Promo Lebaran, Commuter Line Jual Tiket Uang Elektronik Lebih Murah

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kartu Uang Elektronik atau e-Money (Foto: Dewi Rachmat Kusuma/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Kartu Uang Elektronik atau e-Money (Foto: Dewi Rachmat Kusuma/kumparan)

PT KAI Commuter Line Jabodetabek (KCJ) bekerja sama dengan perbankan untuk menjual uang elektronik atau e-money di sejumlah stasiun padat penumpang. Uang elektronik tersebut dijual dengan harga diskon dari H-7 hingga H+7 Lebaran atau hingga 2 Juli mendatang.

"Kami dengan mitra perbankan memberikan pilihan kepada pengguna. Ini untuk memberikan pelayanan yang lebih kepada pengguna, mengurangi pengguna yang gunakan tiket single trip," ujar Direktur Utama PT KCJ Muhammad Nurul Fadhila saat konferensi pers di Restoran Aroma Sedap, Jakarta, Selasa (20/6).

[Baca Juga: Penumpang Commuter Line Diprediksi Tembus 11 Juta Selama Lebaran]

Commuter Line tambah 186 mesin tiket mandiri (Foto: Jihad Akbar/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Commuter Line tambah 186 mesin tiket mandiri (Foto: Jihad Akbar/kumparan)

Sementara itu, Corporate Communication Manager PT KCJ Eva Chairunnisa mengatakan, kartu perdana uang elektronik tersebut dijual seharga Rp 30 ribu, dengan jumlah saldo Rp 20 ribu. Harga tersebut lebih murah dibandingkan uang elektronik yang dijual pada hari biasanya seharga Rp 50 ribu dengan jumlah saldo Rp 30 ribu.

"Sekarang ada diskon kartunya, yang biasanya dia harus beli di bank Rp 50 ribu saldonya cuma Rp 30 ribu. Sekarang bisa dibeli Rp 30 ribu saldonya ada Rp 20 ribu, artinya ada diskon kartu Rp 10 ribu. Ada di stasiun-stasiun utama seperti Manggarai, Bogor, Bekasi, Kota, tapi tersebar di seluruh stasiun sebenarnya," jelas Eva.

[Baca Juga: Kesiapan PT Commuter Line Jabodetabek Hadapi Musim Lebaran 2017]

Konpers  PT KCJ kesiapan menghadapi mudik lebaran (Foto: Kelik Wahyu Nugroho/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Konpers PT KCJ kesiapan menghadapi mudik lebaran (Foto: Kelik Wahyu Nugroho/kumparan)

Uang elektronik tersebut berasal dari tiga bank milik negara dan satu bank swasta, yakni Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BCA.

"Mereka juga minta dijualkan di beberapa loket kami, terutama di stasiun yang padat penumpang. Tapi ini tersebar di seluruh stasiun penjualannya," jelasnya.