Sri Mulyani: Rupiah di Level Rp 13.700 Tahun Depan Bukan Target

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Ilustrasi uang dolar (Foto: Kim Hong-Ji/Reuters)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi uang dolar (Foto: Kim Hong-Ji/Reuters)

Pemerintah memproyeksikan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tahun 2018 di level Rp 13.700. Nilai tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan target dalam APBN 2017 yang sebesar Rp 13.300 per dolar AS. Artinya, rupiah diperkirakan masih akan melemah di tahun depan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tersebut masih sesuai dengan kisaran. Selain itu, Rp 13.700 per dolar AS menurutnya sesuai dengan laju inflasi Indonesia yang pada tahun depan ditargetkan sebesar 2,5 persen hingga 4,5 persen.

"Itu (nilai tukar rupiah terhadap dolar AS) kan masih dalam range saja, kalau kami lihat dari sisi ekspektasi inflasi di Indonesia dibandingkan inflasi dari dunia atau spesifically dari dunia," ujar Sri Mulyani di Kantor Ditjen Bea dan Cukai, Jakarta, Rabu (12/4).

Sri Mulyani&Chelsea Islan bacakan surat Kartini (Foto: Antara/Wahyu Putro A)
zoom-in-whitePerbesar
Sri Mulyani&Chelsea Islan bacakan surat Kartini (Foto: Antara/Wahyu Putro A)

Meski demikian, pihaknya enggan menyebutkan bahwa angka tersebut merupakan suatu target yang harus dicapai pemerintah.

"Tapi bukan suatu target, itu menjadi salah satu mekanisme kami mulai hitung kemungkinan untuk perhitungan APBN 2018," jelasnya.

Untuk diketahui, dalam asumsi makro 2018, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,6 persen, laju inflasi sebesar 4 persen, nilai tukar rupiah sebesar Rp 13.700 per dolar AS, harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) sebesar 55 dolar AS per barel, lifting minyak 800 ribu barrel per hari, dan lifting gas mencapai 1.200 BOE per hari.