Tantangan Ekonomi RI Tahun Depan Versi Sri Mulyani

Perekonomian dunia pada tahun depan diprediksi masih dibayangi ketidakpastian. Beberapa tantangan global juga masih mempengaruhi perekonomian Indonesia.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, tahun depan bukan hanya persoalan ekonomi yang menjadi tantangan bagi Indonesia, namun juga kondisi geopolitik global.
"Tantangan 2018 suasana ekonomi global masih tidak pasti, bukan saja ekonomi tapi juga geopolitical," ujar Sri Mulyani di Ruang Rapat Badan Anggaran, DPR RI, Jakarta, Selasa (6/6).
Sementara itu, kenaikan suku bunga Bank Sentral Amerika Sertikat (Fed Fund Rate) juga masih menjadi tantangan bagi perekonomian domestik.
"Suku bunga The Fed juga masih menjadi tantangan bagi Indonesia, lalu harga komoditas internasional yang tidak di-pick up secara cepat," jelasnya.
[Baca Juga: Agar Pertumbuhan Ekonomi Dirasakan Masyarakat Miskin]

[Baca Juga: Konsumsi Rumah Tangga dan Investasi Penopang Pertumbuhan Ekonomi 2018]
Selain itu, masalah ketimpangan juga masih menjadi tantangan bagi perekonomian domestik. Menurutnya, pemerintah perlu memperbaiki kemiskinan dan menurunkan angka kemiskinan.
"Masalah domestik ini pengangguran dan produktivitas," kata dia.
Sedangkan tantangan di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 yakni kapasitas fiskal yang masih terbatas. Mengingat penerimaan negara selama ini dirasa masih belum cepat.
"Untuk APBN tantangannya yakni kapasitas fiskal yang terbatas karena penerimaan selama ini belum cepat," kata dia.
