Terkendala Pajak, Pertamina Kurangi Pengeboran Blok Mahakam

PT Pertamina (Persero) mengurangi jumlah pengeboran sumur di Blok Mahakam, Kalimantan Timur, dari 19 sumur menjadi 8 sumur tahun ini. Nilai investasi yang besar dan pajak menjadi alasan utama yang membuat perseroan mengurangi kucuran dana dari 190 juta dolar AS (Rp 2,53 triliun) menjadi hanya 40 juta dolar AS (Rp 533 miliar).
Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam mengaku tidak mudah mengeksekusi pengeboran 19 sumur di Blok Mahakam. Sebab, pengeborannya masih dilakukan oleh Total E&P Indonesie, sehingga terdapat faktor kewajiban perpajakan.
“Ketika uangnya kami serahkan ke Total (untuk biaya pengeboran), di sana terdapat faktor pajak dan lain-lain. Akhirnya kami evaluasi lagi paling optimal kami bor 6-8 sumur," kata dia dalam konferensi pers di Pertamina, Jakarta, Kamis (16/3). Adapun pengeboran delapan sumur ini baru akan dilakukan bulan depan.
Total merupakan kontraktor dalam pengoperasian Blok Mahakam saat ini. Bukan sebagai perusahaan penunjang migas (services) atau pihak ketiga yang umumnya melakukan proses pengeboran atas permintaan kontrak dari kontraktor. Sehingga Pertamina pun harus menanggung beban pajak atas investasi tersebut.
Meski rencana pengeborannya dikurangi, Syamsu memastikan tidak akan mengganggu produksi Blok Mahakam. Sebab sumur-sumur itu akan dibuka atau dioperasikan pada saat Pertamina resmi menjadi operator, yakni per 1 Januari 2018. Pengeboran delapan sumur akan dilakukan bulan April mendatang dan akan mulai produksi di 2018.
Ia menambahkan, pengurangan sumur yang dibor itu juga untuk meminimalisir pengurangan produksi natural (natural decline).
"Kita juga tahu kondisi reservoir, akan terjadi decline produksi yang cukup tajam apabila tidak terjadi aktivitas pengeboran. Ini sudah kita antisipasi cukup lama sebenarnya," katanya.
Syamsu menyebutkan, pengurangan jumlah sumur yang akan dibor pada masa transisi ini sudah melalui persetujuan tim yang terdiri dari PT Total E&P Indonesie, SKK Migas, dan Pertamina. Meskipun jumlah sumur yang akan dibor berkurang, tim yakin masih dapat menahan natural decline yang akan terjadi di blok tersebut.
