Konten dari Pengguna

Faktor-faktor yang Memengaruhi Pembentuk Akhlak

Dewi Roswati

Dewi Roswati

Mahasiswa Semester 1 Universitas Brawijaya

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dewi Roswati tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

https://images.unsplash.com/photo-1618371331418-baa506217295?ixid=MnwxMjA3fDB8MHxwaG90by1wYWdlfHx8fGVufDB8fHx8&ixlib=rb-1.2.1&auto=format&fit=crop&w=1500&q=80
zoom-in-whitePerbesar
https://images.unsplash.com/photo-1618371331418-baa506217295?ixid=MnwxMjA3fDB8MHxwaG90by1wYWdlfHx8fGVufDB8fHx8&ixlib=rb-1.2.1&auto=format&fit=crop&w=1500&q=80

Pengertian Akhlak

Kata "akhlak" berasal dari bahasa Arab, yaitu jama' dari kata "khuluqun" yang artinya budi pekerti, perangai, tingkah laku, atau tabiat, tata krama, sopan santun, adab, dan tindakan. Kata "akhlak" jua berasal dari kata "khalaqa" atau "khalqun" yang berarti kejadian. Secara etimologis akhlak adalah sebuah sistem yang lengkap yang terdiri dari karakteristik-karakteristik akal atau tingkah laku yang mebuat seseorang menjadi istimewa.

Menurut Imam Al-Ghazali, akhlak merupakan salah satu sifat yang tertanam dalam jiwa manusia yang dapat menimbulkan suatu perbuatan yang mudah dilakukan tanpa adanya pertimbangan pemikiran lagi. Sedangkan Ibrahim Anis berpendapat bahwa akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang dengannya lahirlah macam-macam perbuatan baik atau buruk tanpa membutuhkan pemikiran dan pertimbangan.

Faktor yang Memengaruhi Pembentukan Akhlak

Pembentukan akhlak adalah suatu proses dinamis di dalam diri yang terus menerus dilakukan terhadap sistem fisik dan mental, sehingga terbentuk pola penyesuaian diri yang unik atau khas pada setiap orang terhadap diri sendiri, orang lain, dan lingkungannya.

Adapun faktor-faktor yang memengaruhi terbentuknya akhlak seseorang, yaitu :

a. Faktor internal

  1. Faktor Insting (naluri)

Insting (naluri) adalah pola perilaku yang tidak dipelajari, mekanisme yang dianggap ada sejak lahir dan juga muncul pada setiap makhluk. Sebagian ahli berpendapat bahwa akhlak tidak perlu dibentuk karena akhlak adalah insting yang dibawa manusia sejak lahir. Para psikolog juga menjelaskan bahwa insting (naluri) berfungsi sebagai motivator atau penggerak yang mendorong lahirnya tingkah laku. Setiap perbuatan manusia lahir dari suatu kehendak yang diperagakan oleh naluri atau insting.

  1. Kehendak

Kehendak adalah faktor yang menggerakkan manusia untuk berbuat dengan sungguh sungguh. Dalam perilaku manusia, kehendaklah yang mendorong manusia untuk berusaha dan bekerja, tanpa kehendak semua ide, keyakinan, kepercayaan, pengetahuan menjadi pasif dan tidak ada arti bagi hidupnya. Dari kehendak manusia akan menentukan akan bertingkah laku baik atau buruk.

  1. Faktor keturunan

Faktor keturunan secara langsung atau tidak langsung sangat memengaruhi bentukan sikap dan tingkah laku seseorang. Sifat-sifat asasi anak merupakan sifat-sifat asasi orang tuanya. Sifat yang diturunkan oleh orang tua bukanlah sifat yang dimiliki yang tumbuh dengan matang karena pengaruh lingkungan, adat dan pendidikan, melainkan sifat bawaan sejak lahir.

b. Faktor Eksternal

  1. Adat kebiasaan

Adat atau kebiasaan adalah setiap tindakan dan perbuatan seseorang yang dilakukan secara berulang-ulang dalam bentuk yang sama sehingga menjadi kebiasaan. Perbuatan yang telah menjadi adat kebiasaan, tidak cukup hanya diulang-ulang saja, tetapi harus disertai kesukaan dan kecenderungan hati terhadapnya. Jadi, terbentuknya kebiasaan itu, adalah karena adanya kecenderungan hati yang diiringi perbuatan.

  1. Faktor lingkungan

Lingkungan pergaulan sangat besar pengaruhnya terhadap pembentuka akhlak seseorang. Manusia selalu berhubungan dengan manusia ainnya, itulah sebabnya manusia harus bergaul. Oleh karena itu, dalam pergaulan akan saling memengaruhi seseorang dalam berpikir dan bertingkah laku. Jika kondisi lingkungan tidak baik maka tingkah laku seseorang akan cenderung tidak baik juga.

  1. Pendidikan

Pendidikan memiliki andil yang besar pengaruhnya dalam pembentukan akhlak manusia, berbagai ilmu diperkenankan agar seseorang memahaminya dan dapat melakukan sesuatu perubahan pada dirinya. Pendidikan adalah usaha mengarahkan potensi hidup manusia yang berupa kemampuan-kemampuan dasar dan kemampuan belajar sehingga terjadilah perubahan di dalam kehidupan pribadinya. Jika pendidikan dan pengajaran akhlak yang diberikan kepada anak itu baik, maka dapat menjadikan anak berperingai baik. Demikian juga sebaliknya.

Sumber :

Akilah Mahmud.2019.CIRI DAN KEISTIMEWAAN AKHLAK DALAM ISLAM.Sulesana, Vol 13 No 1 tahun 2019

https://journals.ums.ac.id/index.php/suhuf/article/view/3319