KKN Tematik Undip X Exovillage Upaya Promosi Destinasi Wisata Desa Kedungpane
Tulisan dari dewi setya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan suatu bentuk kegiatan yang dilakukan mahasiswa untuk pengabdian secara langsung kepada masyarakat yang ada di desa. Kuliah Kerja Nyata (KKN) dilaksanakan di tingkat desa selama satu bulan sampai dua bulan. Kuliah Kerja Nyata (KKN) bertujuan memberikan suatu pengalaman belajar bersama dengan masyarakat desa, melakukan identifikasi potensi yang ada desa, mengetahui keadaan dan permasalahan yang ada di desa, sehingga diharapkan mahasiswa mampu mengembangkan potensi-potensi masyarakat desa mengimplementasikan ilmu-ilmunya dan membantu memberikan serta meramu solusi terkait permasalah yang dihadapi di desa.
Promosi merupakan upaya memberikan informasi, menyebarluaskan, menawarkan, dan mengajak semua orang untuk menjadi pelanggan dari suatu produk atau jasa dengan tujuan promosi yaitu menjual. Destinasi wisata sebagai kawasan yang berada dalam satu wilayah atau lebih yang didalamnya terdapat kegiatan kepariwisataan dengan dilengkapi daya tarik wisata, fasilitas umum, fasilitas pariwisata, aksesibilitas dan adanya masyarakat yang saling terkait.
Komponen utama destinasi wisata yaitu adanya obyek wisata, aksesibilitas, amenitas, fasilitas umum, dan kelembagaan. Objek wisata merupakan keunikan dan daya tarik baik berupa alam, budaya, dan buatan. Aksesibilitas merupakan kemudahan sarana dan transportasi menuju objek wisata. Amenitas merupakan fasilitas yang menunjang wisatawan dan pendukung wisata. Fasilitas umum merupakan fasilitas yang mendukung adanya kegiatan pariwisata. Kelembagaan merupakan adanya yang memiliki kewenangan, tanggungjawab, dan peran dalam mendukung terlaksananya kegiatan pariwisata di suatu tempat.
Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Undip x Exovillage merupakan suatu bentuk kerjasama kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan mahasiswa universitas diponegoro dengan exovillage melalui kegiatan kuliah kerja nyata (KKN) tematik untuk pengembangan potensi wisata yang ada di setiap desa. Exovillage merupakan platform wisata desa di Indonesia untuk memperkenalkan, mempromosikan potensi-potensi desa mulai dari wisata, kuliner, kerajinan, kesenian, profil desa, dan kebudayaan yang ada di desa. Exovillage selain sebagai platform mempromosikan potensi desa, juga sebagai platform yang menyediakan informasi terkait potensi desa dan menjadi marketplace untuk mempromosikan serta memasarkan produk-produk dari masyarakat.
Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Undip x Exovillage dilakukan di Desa Kendungpane, Kecamatan Mijen, Kabupaten Kota semarang pada tanggal 26 Oktober 2021 sampai 26 Desember 2021 dengan tema kkn yaitu “Pemetaan Potensi Desa dalam Upaya Pencapaian SDG’S”. Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik Exovillage bertujuan membantu desa dalam upaya pengembangan potensi–potensi yang ada di desa melalui pemanfaatan serta penggunaan teknologi digital. Mahasiswa KKN tematik exovillage diharapkan dapat mendampingi desa-desanya dalam mewujudkan literasi digital di era post pandemi.
Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik UNDIP x Exovillage di Desa Kedungpane melaksanakan program-program KKN yaitu program mengidentifikasi potensi desa, program pemberdayaan masyarakat, program literasi digital, dan program penyusunan roadmap pengembangan destinasi wisata.
Desa Kedungpane merupakan salah satu desa yang ada di kecamatan Mijen, kabupaten Kota Semarang. Potensi wisata yang ada di Desa Kedungpane utamanya memanfaatkan area sekitar waduk jatibarang karena sebagian wilayah Desa Kedungpane berada di sekitar waduk Jatibarang.
Lokasi waduk jatibarang meliputi empat kelurahan di dua kecamatan. Waduk Jatibarang terbentuk untuk mengatasi permasalahan banjir yang melanda wilayah Kota Semarang. Perencanaan pembangunan waduk jatibarang selesai pada tahun 1992 sampai tahun 1993. Waduk Jatibarang mulai beroperasi pada tahun 2015. Waduk jatibarang memiliki tiga fungsi utama yaitu sebagai fungsi konservasi dan menjamin ketersediaan air bagi kawasan yang dialiri, sebagai fungsi pembangkit listrik hidro mikro, serta sebagai fungsi destinasi wisata di Kota Semarang. Sumber air waduk jatibarang berasal dari kali kreo yang kemudian ditampung di waduk jatibarang. Waduk jatibarang mampu menampung air sekitar 20 juta meter kubik.
Desa kedungpane memiliki banyak potensi destinasi yang dapat dikembangkan utamanya berada di tiga wilayah yaitu RW 1, RW 2, dan RW 3. Wilayah RW 1 memiliki potensi yaitu wisata Lembah Waduk Jatibarang, dengan makanan khasnya seperti opak singkong khas kedungpane dan gendar pecel. Pengelolaan potensi desanya dikelola pokdarwis Jatimulyo. Wilayah RW 2 memiliki potensi yaitu Desa wisata jamalsari, beer pletok, nasi jantung raja, dan kesenian berupa jarang tungkil. Pengelolaan potensi desa dikelola pokdarwis Jamalsari. Wilayah RW 3 memiliki potensi desa yang dikelola oleh pokdarwis pokdarwis Dawung Makmur. Potensi desa yang dimiliki RW 3 yaitu area trail trabas dan offroad, kuda lumping, keripik pisang, krupuk karak, lodeh lompong dan jamu gendong.
Pada masa pandemi wisata yang ada di Desa Kedungpane ditutup sementara dan sudah dibuka kembali sejak bulan Agustus. Dengan adanya KKN Tematik Undip x Exovillage harapannya dapat membantu pengembangan potensi-potensi yang ada di Desa Kedungpane utamanya potensi wisata.

