Suku Anak Dalam: Sejarah, Tradisi dan Tantangan yang di hadapi

Mahasiswa, Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Dhani Irawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tanggerang Selatan (30/12/2024) - Suku Anak Dalam adalah Suku yang memdiami wilayah Sumatra yaitu di profinsi Jambi dengan populasi yang cukup tinggi di Indonesia. Kehidupan Suku ini bisa di bilang sederhana dan menyatu dengan alam, mereka menjaga keseimbangan alam dan manusia di daerah yang mereka huni. Dalam satu kelompok mereka memiliki ketua yang di anggap suci oleh mereka.
Sejarah Suku Anak Dalam
Sejarah mengatakan bahwa, asal-usul nenek moyang Suku Anak Dalam berasal dari Maalau Sesat. Nenek moyang mereka melakukan pelarian ke hutan rimba di Air Hitam, Taman Nasional Bukit 12. Orang Maalau Sesat yang lari tersebut kemudian disebut Moyang Segayo.
Tetapi di sisi lain, ada juga yang pendapat yang menyebut bahwa bahwa Suku Anak Dalam berasal dari Pagaruyung yang mengungsi ke Jambi. Pendapat ini diperkuat dengan kesamaan bahasa dan tradisi antara Suku Anak Dalam dengan Minangkabau, seperti sistem kekerabatan matrilineal yang ternyata juga dianut oleh suku ini.
Tradisi yang masih di pertahankan Suku Anak Dalam
Basale
Basale merupakan tradisi pengobatan yang dilakukan masyarakat Suku Anak Dalam untuk membersihkan atau mengusir roh jahat yang bersemayam di tubuh orang yang sakit.
Mamumbai
Mamumbai merupakan tradisi mengambil madu dengan cara orang yang akan melakukannya (juagan) akan membaca mantra untuk melakukan puji-pujian terhadap lebah. Selain membakar kemanyan, Juagan juga akan membakar tunon untuk mengasapi lebah agar berpindah ke pohon yang lain.
Melangun
Melangun merupakan tradisi mengambil madu dengan cara orang yang akan melakukannya (juagan) akan membaca mantra untuk melakukan puji-pujian terhadap lebah. Selain membakar kemanyan, Juagan juga akan membakar tunon untuk mengasapi lebah agar berpindah ke pohon yang lain.
Tantangan yang dihadapi Suku Anak Dalam
Seiring perkembangan zama yang semakin canggih, Suku Anak Dalam banyak menghadapi menghadapi berbagai tantangan, terutama akibat penggundulan hutan untuk pengembangan perkebunan dan infrastruktur. Banyak di antara mereka yang terpaksa menetap di pemukiman tetap yang disediakan pemerintah.Meski demikian, tradisi leluhur tetap dijaga, walaupun dampak modernisasi terus mengancam keberlangsungan budaya mereka.
Revernsi.
https://regional.kompas.com/read/2024/02/08/071000978/mengenal-suku-anak-dalam-dari-asal-usul-hingga-tradisi?page=all#google_vignette
