Mengenal Komunikasi Broadcasting dan Perannya di Era Media Digital

mahasiswi universitas pamulang.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari dhea cantika tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Mengenal Komunikasi Broadcasting dan Perannya di Era Media Digital
Ketika seseorang mendengarkan radio di perjalanan, menonton program televisi, atau menyaksikan sebuah siaran secara langsung melalui platform digital, ada proses komunikasi yang terjadi di baliknya. Pesan yang diterima penonton atau pendengar tidak muncul begitu saja. Ada proses perencanaan, produksi, penyampaian, hingga pengemasan pesan agar dapat diterima oleh audiens.
Proses tersebut berkaitan erat dengan komunikasi broadcasting atau komunikasi penyiaran.
Secara sederhana, broadcasting dapat dipahami sebagai proses penyampaian pesan kepada khalayak melalui media penyiaran. Dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran, penyiaran didefinisikan sebagai kegiatan pemancarluasan siaran melalui sarana pemancaran dan atau transmisi sehingga dapat diterima secara serentak oleh masyarakat. Undang-undang yang sama juga membedakan penyiaran radio sebagai media komunikasi massa dengar dan penyiaran televisi sebagai media komunikasi massa dengar pandang.
Bukan Sekadar Berbicara di Depan Kamera
Banyak orang menganggap dunia broadcasting hanya berkaitan dengan kemampuan menjadi pembawa acara atau berbicara di depan kamera. Padahal, proses penyiaran melibatkan berbagai keterampilan dan tahapan.
Sebuah program membutuhkan ide yang jelas sebelum diproduksi. Setelah itu, diperlukan proses riset, penulisan naskah, pengambilan gambar atau suara, penyuntingan, hingga proses penyiaran kepada audiens.
Dalam proses tersebut, kemampuan komunikasi menjadi salah satu hal penting. Seorang broadcaster perlu memahami siapa audiens yang dituju, pesan apa yang ingin disampaikan, serta bagaimana pesan tersebut dikemas agar mudah dipahami.
Karena itu, kemampuan berbicara saja belum cukup. Seorang yang bekerja di bidang broadcasting juga perlu mampu menyusun informasi secara runtut dan menyesuaikan cara penyampaian dengan karakter program serta audiensnya.
Radio dan Televisi sebagai Bagian dari Penyiaran
Dalam sistem penyiaran di Indonesia, jasa penyiaran mencakup jasa penyiaran radio dan jasa penyiaran televisi. Ketentuan mengenai penyelenggaraan penyiaran tersebut juga diatur dalam berbagai regulasi yang diterbitkan pemerintah.
Radio mengandalkan suara sebagai medium utama. Karena itu, penyiar radio perlu memperhatikan artikulasi, intonasi, tempo berbicara, serta kemampuan membangun suasana hanya melalui suara.
Sementara itu, televisi menggabungkan unsur suara dan gambar. Pembawa acara, reporter, kamerawan, penata suara, produser, hingga editor dapat terlibat dalam menghasilkan sebuah program.
Perbedaan karakter media tersebut membuat cara berkomunikasi yang digunakan juga dapat berbeda. Pesan yang efektif di radio belum tentu dapat disampaikan dengan cara yang sama di televisi.
Broadcasting di Tengah Perkembangan Media Digital
Perkembangan teknologi membuat dunia penyiaran terus mengalami perubahan. Audiens kini tidak hanya mendapatkan program melalui perangkat radio atau televisi, tetapi juga dapat mengakses berbagai bentuk konten melalui internet.
Meski begitu, perkembangan media digital tidak menghilangkan pentingnya kemampuan dasar dalam komunikasi broadcasting. Kemampuan menyusun pesan, berbicara dengan jelas, memahami audiens, dan bekerja dalam proses produksi tetap menjadi bagian penting dalam menghasilkan konten.
Data Kementerian Komunikasi dan Digital menunjukkan bahwa pada akhir 2024 terdapat 2.411 izin penyelenggaraan penyiaran di Indonesia. Dari jumlah tersebut, 65 persen merupakan izin penyelenggaraan jasa penyiaran radio dan 35 persen merupakan jasa penyiaran televisi. Data tersebut menunjukkan bahwa penyiaran radio dan televisi masih menjadi bagian dari ekosistem penyiaran di Indonesia.
Di sisi lain, teknologi digital juga membuat bentuk produksi dan distribusi konten semakin beragam. Hal ini membuat keterampilan komunikasi dapat digunakan tidak hanya dalam produksi siaran konvensional, tetapi juga dalam berbagai bentuk konten audiovisual.
Keterampilan yang Dibutuhkan dalam Broadcasting
Untuk terjun ke dunia broadcasting, terdapat sejumlah kemampuan yang dapat dikembangkan.
Pertama, kemampuan komunikasi verbal. Cara berbicara perlu jelas dan mudah dipahami. Penggunaan intonasi dan tempo juga perlu disesuaikan dengan pesan yang disampaikan.
Kedua, kemampuan menulis. Naskah menjadi salah satu bagian penting dalam produksi program. Tulisan yang runtut dapat membantu proses penyampaian informasi menjadi lebih terarah.
Ketiga, kemampuan memahami audiens. Setiap program memiliki karakter penonton atau pendengar yang berbeda. Karena itu, penyampaian pesan perlu disesuaikan dengan target audiens.
Keempat, kemampuan bekerja dalam tim. Produksi sebuah program biasanya melibatkan banyak orang dengan tugas yang berbeda. Komunikasi antartim diperlukan agar proses produksi dapat berjalan sesuai rencana.
Kelima, kemampuan beradaptasi dengan teknologi. Perkembangan industri media membuat pekerja broadcasting perlu mengikuti perubahan teknologi dan pola konsumsi media.
Mengapa Komunikasi Menjadi Dasar dalam Broadcasting?
Pada akhirnya, broadcasting bukan hanya mengenai bagaimana sebuah program dapat ditayangkan. Hal yang tidak kalah penting adalah bagaimana pesan di dalam program tersebut dapat diterima oleh audiens.
Pesan yang baik membutuhkan penyampaian yang jelas. Informasi yang menarik membutuhkan pengemasan yang sesuai. Sementara itu, program yang ditujukan kepada masyarakat luas membutuhkan pemahaman terhadap karakter audiens.
Itulah sebabnya komunikasi menjadi salah satu dasar dalam broadcasting. Teknologi dapat membantu sebuah pesan menjangkau lebih banyak orang, tetapi cara pesan tersebut disusun dan disampaikan tetap menentukan bagaimana audiens memahaminya.
Di tengah perkembangan media digital, kemampuan komunikasi broadcasting pun menjadi semakin luas. Tidak hanya berkaitan dengan radio dan televisi, keterampilan tersebut dapat diterapkan dalam berbagai produksi konten audiovisual yang membutuhkan kemampuan menyampaikan pesan kepada publik secara jelas dan terstruktur.
