Konten dari Pengguna

Gen Z dan Bahasa Gaul di Media Sosial

Dhea Novianti

Dhea Novianti

Mahasiswi BINUS University jurusan Marketing Communication

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dhea Novianti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Gen Z. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Gen Z. Foto: Shutterstock

Sabeb makan di mana aja.

Kata tersebut merupakan salah satu bahasa kekinian yang sering digunakan oleh Gen Z. Pada zaman yang serba digital ini, perkembangan bahasa melaju sangat pesat. Jika kamu kelahiran tahun 1997 hingga tahun 2012, maka kamu adalah generasi Z atau Gen Z. Gen Z memiliki ciri bahasanya tersendiri karena hidupnya sesuai dengan teknologi yang berkembang.

Peran Gadget bagi Gen Z

Seperti yang kita tahu, gadget tidak bisa dilepaskan dari kehidupan sehari-hari Gen Z. Mereka bisa menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar gadget. Gen Z menggunakan gadget untuk memenuhi kebutuhan internal dan eksternal.

Gen Z menggunakan internet untuk searching informasi yang mereka butuhkan, yang merupakan kebutuhan internal Gen Z. Sedangkan untuk kebutuhan yang bersifat eksternal, Gen Z menggunakan gadget untuk berinteraksi dan berkomunikasi.

Munculnya Bahasa Gaul di kalangan Gen Z

Ilustrasi Media Sosial. Foto: Shutterstock

Gen Z lebih suka menggunakan bahasa yang santai dan tidak terlalu baku. Sehingga muncullah bahasa baru di kalangan Gen Z yang disebut bahasa gaul atau slang.

Bahasa gaul adalah bahasa baru yang berubahnya struktur kats sehingga banyak orang lain yang tidak paham. Bahasa gaul sangat cepat dan menyebar. Bagaimana tidak, Gen Z menggunakan slang di media sosial untuk mendekatkan diri dengan orang lain.

Mengapa Gen Z menyukai menggunakan bahasa gaul di media sosial?

Hal ini dikarenakan, mereka menganggap bahwa media sosial lebih bebas dan mereka bisa mengekspresikan dirinya (Fareed & Adisaputera, 2020). Penggunaan bahasa gaul juga kian marak digunakan di media sosial.

Gen Z yang merupakan generasi penerus bangsa, seharusnya lebih menggunakan dan mempertahankan bahasa Indonesia sebagai bahasa yang digunakan sehari-hari. Tetapi malah sebaliknya, mereka lebih sering menggunakan bahasa gaul.

Ternyata bahasa gaul yang sering digunakan Gen Z dikelompokkan menjadi tiga bagian. Penasaran apa saja? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini!

Bahasa Gaul berupa Singkatan

Bahasa gaul berupa singkatan biasanya terdiri dari dua hingga tiga huruf saja. Contohnya:

  • GWS: Singkatan dari kata get well soon, yang memiliki arti semoga cepat sembuh.

  • IDK: Singkatan dari kata I don't know, yang memiliki arti ketidaktahuan.

  • BTW: Singkatan dari kata by the way, yang sama artinya dengan ‘ngomong-ngomong'.

  • CMIIW: Singkatan dari kata correct me if I wrong, yang berarti 'koreksi jika saya salah'.

  • TFT: Singkatan dari kata thank you for today, yang berarti terima 'terima kasih untuk hari ini'. Biasanya orang menggunakan kata ini untuk ungkapan rasa senang karena telah menghabiskan waktu bersama.

Bahasa Gaul berupa Akronim

Proses pembuatan akronim sangat mirip dengan pola penyingkatan. Berikut beberapa contohnya:

  • Mager: Akronim dari kata malas gerak. Ditujukan bagi seseorang yang malas untuk gerak.

  • Japri: Akronim dari jaringan pribadi atau jalur pribadi, yang ditujukan bagi seseorang yang berkirim pesan ke orang lain melalui kontak pribadi.

  • Gercep: Akronim dari gerak cepat, yang merupakan anjuran kepada seseorang untuk bisa bergerak lebih cepat.

  • Pansos: Akronim dari panjat sosial. Digunakan kepada orang-orang yang suka mencari perhatian publik, terutama di media sosial.

  • Baper: Akronim dari bawa perasaan. Biasanya merujuk pada ucapan dan tindakan orang lain yang dimasukkan ke hati.

Bahasa Gaul berupa Pembalikan Kata

Bentuk bahasa Gaul yang dipakai Gen Z selanjutnya adalah pembalikan. Bahasa gaul ini ternyata sering kita gunakan secara tidak sadar loh! Berikut di antaranya:

  • Kuy: Pembalikan dari kata yuk. Kuy sering digunakan Gen Z sebagai ajakan dan persetujuan untuk suatu kegiatan.

  • Sabi: Berasal dari kata bisa, yang memiliki makna bahwa kita mampu melakukan sebuah kegiatan.

  • Sabeb: Pembalikan dari kata bebas yang menunjukkan sikap ikut-ikut saja. Misalnya, "Sabeb yang penting bagus."

  • Kilab: Berasal dari kata balik yang cara membacanya dibalik. Balik di sini berarti pulang. Misalnya, "Gue kilab dulu ya."

  • Takis: Pembalikan dari kata sikat. Kata ini keluar kalau kalian sedang naksir seseorang dan teman kamu kasih saran buat 'takis'. Artinya buruan di sikat sebelum keduluan yang lain.

Jadi kesimpulannya, bahasa gaul adalah bahasa yang banyak digunakan oleh Gen Z saat ini. Tapi tanpa kita sadari, bahasa gaul ini memiliki pengelompokannya masing-masing. Ada apa saja sih pengelompokannya? Ada bentuk bahasa gaul berupa singkatan, bentuk bahasa gaul berupa akronim, dan bentuk bahasa gaul berupa pembalikan kata.

Kelihatan ribet ya, tapi setidaknya kamu mengetahui beberapa dari bahasa gaul yang ada dan jangan sampai 'ngang-ngong' saat berbicara dengan orang lain. Sebagai salah satu penerus bangsa, kita harus tetap menggunakan struktur bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Jangan sampai bahasa persatuan bahasa Indonesia luntur. Yuk, tuliskan bahasa kekinian apa yang sering kalian gunakan di kolom komentar!

Utamakan Bahasa Indonesia. Lestarikan Bahasa Daerah. Kuasai Bahasa Asing.

Daftar Pustaka

Fareed, M, M. M., & Adisaputera, A. (2020). Linguistics Characteristics of Social Network. Budapest International Research and Critics in Linguistics and Education (BirLE) Journal, 3(4), 2274 – 2281. https://doi.org/10.33258/birle.v3i4.1510.