Mahasiswa Unair Bahas Keberlanjutan Suroboyo Bus Bersama Dishub Surabaya

Mahasiswa aktif program studi Akuntansi Universitas Airlangga
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Dhika Riski Wahyuda tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Surabaya, 14 Juli 2025 – Tim riset SDGs Suroboyo Bus sukses melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Kampus B, Universitas Airlangga sebagai upaya meningkatkan keberlanjutan layanan transportasi publik melalui pengembangan sumber daya manusia. Kegiatan ini dihadiri oleh UPTD Pengelolaan Transportasi Umum Dinas Perhubungan Kota Surabaya dan SDGs Center Universitas Airlangga.
FGD yang berlangsung secara luring ini memiliki fokus utama untuk membahas strategi dalam mendukung transformasi layanan Suroboyo Bus, sekaligus mengkaji keberlanjutan pengembangan SDM, terutama di bidang keselamatan, pelayanan, dan inklusivitas. Kegiatan tersebut juga bertujuan memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan untuk peningkatan kualitas layanan dan keberlangsungan sistem transportasi kota.
“Kami menyoroti bahwa peran pengemudi dan helper sangat penting dalam menunjang kenyamanan penumpang. Oleh karena itu, perlu ada perhatian terhadap pengembangan SDM mereka,” ujar Dhika, ketua tim riset SDGs Suroboyo Bus.
Berdasarkan hasil riset yang dilakukan selama Mei hingga Juni 2025, tim menemukan bahwa masih terdapat kebutuhan akan pelatihan berkelanjutan bagi pengemudi dan helper, serta pentingnya revitalisasi fasilitas halte yang layak dan aman bagi penumpang.
“Setiap pemangku kepentingan perlu memperkuat kerja sama dalam mendukung pelatihan yang konsisten. Selain itu, kerja sama dengan pihak ketiga yang memiliki kompetensi di bidang pelatihan juga perlu dibangun,” kata Dina, anggota tim riset saat memaparkan rekomendasi kebijakan.
Staf UPTD Pengelolaan Transportasi Umum Dinas Perhubungan Kota Surabaya, Nurul Fardina, menyambut baik rekomendasi yang disampaikan dalam forum tersebut. Ia menilai forum semacam ini dapat menjadi ruang bertukar gagasan untuk menunjang keberlanjutan transportasi umum, utamanya Suroboyo Bus.
“Ketika ada FGD seperti ini kami senang, karena ini juga bisa menjadi masukan untuk Pemerintah Kota” ujar Nurul.
Diskusi berlangsung aktif dan terbuka. Anggota tim riset juga menyampaikan masukan terkait kondisi halte yang dinilai belum ramah pengguna dan masih minim fasilitas pendukung. Ketua SDGs Center Universitas Airlangga, Ahmad Safril Mubah, turut memberikan pandangan mengenai pentingnya kolaborasi antar pemangku kepentingan dan prioritas pengambil kebijakan pada penguatan peran transportasi umum dalam mewujudkan kota dan komunitas berkelanjutan, sebagaimana tertuang dalam SDGs poin 11.
Melalui penyelenggaraan FGD ini, tim riset berharap dapat memperkuat kolaborasi antar pihak dalam menciptakan layanan transportasi umum yang lebih aman, nyaman, dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat Surabaya.
