Apakah Pendidikan Pesantren Masih Relevan Di Era Pendidikan Modern?

Mahasiswa Prodi Hukum Tata Negara UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Dhimas Fikri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dunia pendidikan pesantren selalu dianggap kuno, tidak zaman, tidak relevan untuk masa sekarang. padahal, jika kita semua cermati lebih dalam, pesantren justru menawarkan model pendidikan yang sangat unik dan selalu memiliki daya tahan yang luar biasa terhadap perkembangan zaman.
Dipesantren santri tidak hanya dibekali ilmu agama saja, tetapi juga disitu karakter santri dibentuk melalui kedisiplinan, kebersamaan, dan keteladanan. Nilai- nilai seperti tanggungjawab, kejujuran, dan kepedulian terhadap sosial itu selalu ditanamkan secara langsung dalam kehidupan sehari – hari di ranah pendidikan pesantren. Inilah yang membuat lulusan pesantren akan lebih siap untuk menghadapi kehidupan kedepannya, bukan hanya sebatas mengejar nilai akademik.
Disisi lain, pesantren juga sudah banyak berinovasi dalam dunia pendidikan modern. Bahkan beberapa pesantren mulai mengajarkan teknologi digital kepada para santrinya untuk menunjang pembelajaran, seperti laptop, proyektor, bahkan sampai ada platform daring untuk menunjang kebutuhan para santri. Hal ini membuktikan bahwa dunia pendidikan pesantren tikak menutup diri dari adanya perkembangan modernisasi, melaikan dunia pesantren ini beradaptasi secara bijak tanpa meninggalkan identitas utamanya.
Selain itu juga, pesantren memaikan peran yang sangat penting dalam membangun semangat kebangsaan dan moderasi beragama. Dalam situasi sosial yang semakin terpolarisasi ini, pendidikan di pesantren justru hadir sebagai penyeimbang. Santri selalu diajarkan untuk selalu cinta tanah air, selalu menghargai perbedaan, dan senantiasa menjunjung tinggi nilai toleransi. Inilah yang membuat dunia pendidikan pesantren ini memiliki posisi paling strategis dalam menjaga harmoni sosial di indonesia.
Setelah melihat berbagai peran dan perkembangan tersebut, jelas bahwa pendidikan pesantren masih sangat relevan di zaman sekarang. justru ditengah derasnya arus globalisasi dan kemajuan teknologi, pendidikan yang berakar pada nilai, moral, dan karakter itu yang sangat dibutuhkan.
Pesantren itu bukan lagi hanya lembaga pendidikan tradisional, tetapi juga melahirkan agen of change atau agen perubahan yang membentuk manusia berakhlak, berilmu dan berjiwa sosial. Dunia pesantren juga akan melahirkan murid - murid yang tidak mementingkan dirinya sendiri, karena mereka sudah terbiasa berbagi dengan teman – temannya.
Orang – orang yang menganggap dunia pesantren itu kuno, tidak relevan, itu orang – orang yang tidak pernah turun langsung melihat pesantren, mereka hanya bisa mencaci dan berkata ”ngapain anak saya mondok, nanti ketinggalan pendidikan formal karena fokus ngaji” padahal menurut saya pesantren itu pendidikan yang sangat seimbang karena didunia pesantren tidak hanya mempelajari ilmu agama, tetapi juga mempelajari ilmu – ilmu formal lainnya.
Hal ini menunjukan bahwa dunia pendidikan pesantren mampu menjadi wadah pendidikan holistik dan adaptif terhadap perkembangan zaman yang ada tanpa menghilangkan esensi dari pesantren itu sendiri. Pendidikan pesantren tidak hanya berfokus pada aspek spiritual, tetapi juga dipesantren juga memfokuskan terhadap perkembangan intelektual para santri. Oleh karena itu pesantren akan menjadi model pendidikan yang patut diapresiasi dan dijadikan inspirasi bagi lembaga pendidikan lainnya.
Dengan demikian, sangat penting bagi seluruh elemen masyarakat untuk mengubah cara pandangnya terhadap pesantren. Pesantren bukanlah suatu lembaga pendidikan yang tetinggal oleh zaman, melaikan lembaga pendidikan yang mampu menjawab tantangan zaman dengan selalu menjaga nilai – nilai luhur bangsa.
Kedepannya, kolaborasi antara pesantren, pemerintah, dan masyarakat harus diperkuat, agar pesantren semakin berkembang dan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar lagi terhadap negara. dengan dukungan yang tepat, pesantren dapat menjadi pusat inovasi pendidikan berbasis niai dan budaya yang mampu menjadi contoh untuk lembaga pendidikan lainnya. Dan harapannya para santri lulusan pesantren ini mampu bersaing ditingkat nasional maupun global.
