Kuliah : Investasi Masa Depan Atau Sekedar Pelarian Dari Pengangguran?

Mahasiswa Prodi Hukum Tata Negara UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Dhimas Fikri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam era yang serba ada seperti sekarang, kita bisa belajar dimanapun itu, mulai dari buku, handpone, laptop, dan lain – lain. Seperti pada saat terjadinya wabah yang sangat parah pada tahun 2020 yaitu covid 19, yang dimana semua orang harus membatasi aktivitas mereka diluar rumah. Ketika interaksi diluar rumah dibatasi, bagaimana dengan pendidikan anak – anak?
Pada saat kejadian buruk itu, pemerintah tidak kehabisan akal, ketika para anak – anak ini harus diberhentikan pembelajaran di sekolah itu, pemerintah mengeluarkan statement agar para siswa ini melakukan pembelajaran daring, yaitu diadakannya pembelajaran jarak jauh, yang dimana siswa ini masih bisa belajar walau dia berada dirumah.
Kasus diatas menunjukan bahwa kita bisa belajar dimana saja, tidak ada batasan, entah itu dirumah, disekolah, bahkan ditempat – tempat seperti caffe. Karena semua itu kembali pada kepribadian diri sendiri, apakah kita bisa mengontrol diri kita agar bisa belajar dimanapun itu? Atau malah kita yang terlena dengan kesenangan semata, seperti bermain game, scroll sosial media, dan lain – lain.
Lalu, bagaimana dengan statement apakah kuliah menjamin kesuksesan? Jawabannya tentu sangat relatif, tergantung bagaimana seseorang itu memaknai kuliah itu sendiri. Kuliah adalah salasatu jalur pendidikan formal yang akan memberikan ilmu, pengalaman, dan relasi. Namun, kuliah itu bukan satu – satunya penentu kesuksesan. Banyak sekali orang yang sukses tanpa menempuh gelar sarjana, namun mampu mengembangkan dirinya melalui pengalaman, kerja keras, dan kreativitas.
Dalam dunia perkuliahan, kita tidak hanya mendapatkan ilmu didalam ruangan kelas saja, tetapi bisa di perpustakaan baca, dan yang lebih efektif nya kita bisa saling bertukar pilihan didalam perdiskusian. Bahkan ketika sudah diskusi, mahasiswa biasanya sampai lupa waktu, karena saking exsited nya bertukar pikiran dengan teman seamanya.
Didalam perdiskusian, mahasiswa itu bisa mengekspresikan apa yang ada didalam kepala mereka, mereka bebas bertanya, maupun menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh temannya, beda dengan di dalam kelas, mahasiswa lebih pasif karena mungkin merasa tidak sopan ketika berbicara terus – terusan kepada dosen.
Perdiskusian itu melahirkan jiwa – jiwa intelektual yang menjadikan mahasiswa berfikir yang lebih matang untuk dimasa yang akan mendatang. Namun, kuliah bukan satu satunya jalan menuju kesuksesan. Dunia luar kampus bahkan menuntut kemampuan adaptasi, komunikasi, kreativitas, dan berani mengambil keputusan. Disini letak pokok yang paling penting, yaitu mahasiswa seharusnya tidak hanya mementingkan atau fokus pada nilai akademik saja, tetapi juga mahasiswa harus akti fmembangun diri melalui berbagai kegiatan, seperti magang, berorganisasi, relawan, bahkan usaha sendiri.
Banyak sekali mahasiwa yang sukses bukan karena ipk yang sempurna, melaikan karena sejak awal masuk kuliah dia mulai membangun pengalaman, relasi, dan kebiasaan kerja yang kuat sejak dini. Mereka juga belajar menghadapi kegagalan, menyusun prioritas, mengelola waktu, serta yang paling penting adalah yaitu mengenai potensi diri sendiri.
Kuliah memang banyak sekali memberikan manfaat, tetapi kuliah itu tidak bisa kita jadikan sebagai jaminan kesuksesan. Justru proses saat diluar kelas seperti berorganisasi, magang, atau menjadi relawan, atau membangun usaha sendiri itulah yang sangat berharga pada saat menempuh pendidikan dibangku kuliah. Disitulah mahasiswa belajar langsung menghadapi tantangan dunia kerja dan pendidikan.
Oleh karena itu, kita tidak bisa menjadikan kuliah sebagai jalan satu – satunya untuk sukses. Melainkan kita jadikan kuliah sebagai sarana untuk berkembang. Kesuksesan itu lahir dari proses yang sangat panjang. Dari keberanian mencoba segala hal, berani menghadapi kegagalan, hingga berani untuk tetap tumbuh. Yang terpenting itu bukan hanya nilai dan gelar akademik semata, tetapi bagaimana kita memanfaatkan masa kuliah untuk mengenali potensi diri kita sendiri, membangun karakter yang baik, dan menyiapkan masa depan dengan kesadaran dan tujuan yang jelas untuk meraih kesuksesan.
