Konten dari Pengguna

Membaca Status Karya 'di'

Dhimas Muhammad Yasin

Dhimas Muhammad Yasin

Seorang sarjana sastra yang enggan disebut sebagai sastrawan.

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dhimas Muhammad Yasin tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Membaca Status Karya 'di'
zoom-in-whitePerbesar

Aku benar-benar gagal paham

Sungguh, aku benar-benar gagal paham

Sekarang ini orang makin gampang salah paham

Ujung-ujungnya sampai kepada geram, bahkan balas dendam

Betapa sinisnya kalian terhadap adat istiadatku

Yang selalu kalian sumbar dalam setiap penggunaan komunikasimu

Kalian terlalu malas memedulikan, bahkan hanya satu huruf dariku

Terlebih lagi mengurus spasi, tanda baca, bahkan tata bunyi penyebutanku

Awal mulanya aku sangat menertawai kepolosan kalian

Kalian hadirkan diriku dalam wujud gaya bahasa layaknya seorang bahasawan

Tetapi, lama-kelamaan kalian semua berganti ke haluan yang sangat intoleran

Sehingga pada akhirnya, aku pun terbuai menangisi kesombongan kalian

Karena kalian terlalu sibuk mencari eksistensi,

karena kalian terlalu santai menyikapi basa-basi,

karena kalian terlalu ngebut meraih dominasi,

karena kalian terlalu naif memberi edukasi

Ketahuilah … bahwa aku ini kata yang bernama “di”

Ada kalanya aku berposisi sebagai di, maka sebutlah aku “kata depan”

Ada kalanya pula aku berposisi sebagai di-, maka sebutlah aku “imbuhan”

Sakitkah, lupakah, atau malaskah sehingga perlu kuberi kalian remedi?

Adapun aku difungsikan sebagai penanda tempat, waktu, atau arah, maka pisahkanlah!

Adapun aku difungsikan sebagai penanda tindakan, maka sambungkanlah!

Adapun kalian menadaburi risalah ini, maka kuucapkan hamdalah!

Adapun kalian menafikan risalah ini, maka kuucapkan haukalah!

Sukoharjo, Agustus 2017

Puisi ini dimuat dalam Kumpulan Puisi "Sebuah Riwayat Laila Majnun" (Oase Pustaka, 2017).