Model Ekonomi Mikro Baru dan Pasar Tenaga Kerja Informal yang ada di Indonesia

Mahasiswa "Universitas Pamulang" Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program Studi Pendidikan Ekonomi
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Dhiya Ulhaq Haniah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pada saat ini indonesia punya banyak sekali pekerja informal mulai dari tukang ojek, pedagang kaki lima, tukang becak, pedagang sayuran, hingga pekerja lepas. Namun, sayangnya model ekonomi yang kita gunakan pada saat ini itu belum terlalu cocok untuk memahami situasi dan kondisi yang mereka alami setiap harinya.
kenapa perlu adanya model baru?
karena pekerja informal mempunyai karakteristik yang cukup berbeda dari pekerja formal (kantoran), pekerjan informal itu lebih sering bekerja sendiri ia tidak mempunyai gaji tetap dan juga tidak terikat oleh peraturan yang ada di dalam perusahaan. Jadi pekerja informal ialah bekerja dengan diri nya sendiri dan mendapatkan hasil yang tidak perhari nya stabill pasti memiliki kenaikan dan penurunan di setiap harinya.
karena adanya data yang kurang lengkap, dimana data tentang pekerja informal itu seringkali tidak lengkap atau kurang akurat. Karena itu membuat pemerintah sulit untuk menganalisis situasi mereka secara mendalam.
Adanya kebijakan yang belum tepat sasaran, karena kurangnya pemahaman tentang kebijakan yang di buat untuk membantu pekerja informal sering sekali tidak tepat sasaran.
Nah, model ekonomi mikro baru itu kita dapat mengakui keberagaman yang ada, dengan adanya model baru ini kita harus dapat melihat keberagaman jenis pekerjaan informal dan mengetahui kondisinya itu seperti apa yang di hadapi oleh masing-masing pekerja.
lalu, dapat mengukur produktivitas dengan model baru ini harus bisa mengukur produktivitas pekerja informal, meskipun mereka bekerja di lingkungan bebas maksudnya di lingkungan yang kurang terkontrol.
lalu model baru ini dengan adanya memahami jaringan yang dimana model harus bisa melihat bagaimana jaringan sosial dan keluarga si pekerja mempengaruhi keputusan penghasilan pekerja informal.
manfaat adanya model baru kita dapat membuat kebijakan yang lebih tepat dan membuat kebijakan secara efektif untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja informal, lalu mengembangkan program pemberdayaan kita bisa mengembangkan program ini agar lebih sesuai untuk membantu pekerja informal dengan mengembangkan usaha nya mereka.
Jadi, pada intinya pekerja informal itu ialah masih dalam bagian penting dari ekonomi yang ada di Indonesia. Nah dengan mengembangkan model ekonomi mikro yang lebih baik kita bisa memberikan kontribusi yangebih besar untuk meningkatkan kesejahteraan mereka (pekerja informal).
