Pembangunan Ekonomi di Era Digital: Teknologi dan Kesejahteraan Masyarakat

Mahasiswa "Universitas Pamulang" Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program Studi Pendidikan Ekonomi
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Dhiya Ulhaq Haniah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perkembangan teknologi digital saat ini sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Hampir semua aktivitas dapat dilakukan dengan bantuan teknologi, mulai dari berkomunikasi, belajar, berbelanja, bekerja, hingga melakukan transaksi keuangan. Perubahan ini juga ikut memengaruhi cara masyarakat menjalankan kegiatan ekonomi. Menurut saya, perkembangan teknologi sebenarnya dapat menjadi salah satu jalan untuk mendorong pembangunan ekonomi, tetapi teknologi tidak otomatis membuat seluruh masyarakat menjadi lebih sejahtera.
Jika melihat kehidupan sehari-hari, banyak perubahan yang terjadi karena adanya teknologi. Dulu seseorang yang ingin berjualan harus memiliki toko atau tempat usaha yang dapat didatangi pembeli. Sekarang, seseorang bisa memasarkan produknya melalui media sosial atau platform digital tanpa harus memiliki toko yang besar. Pelaku usaha kecil pun memiliki kesempatan untuk memperkenalkan produknya kepada konsumen yang lebih luas.
Hal tersebut menunjukkan bahwa teknologi dapat membuka peluang ekonomi baru. Mahasiswa, misalnya, dapat memanfaatkan media sosial untuk menjual makanan, pakaian, jasa desain, atau produk lainnya. Begitu juga dengan pelaku UMKM yang sebelumnya hanya mengandalkan pembeli di sekitar tempat tinggalnya. Dengan memanfaatkan platform digital, pasar mereka dapat menjadi lebih luas.
Namun, menurut saya, kita juga tidak boleh melihat perkembangan ekonomi digital hanya dari sisi peluangnya. Di balik kemudahan tersebut terdapat persoalan yang perlu diperhatikan. Tidak semua masyarakat memiliki kemampuan dan akses yang sama terhadap teknologi. Ada masyarakat yang sudah terbiasa menggunakan internet dan berbagai aplikasi digital, tetapi ada pula yang masih kesulitan menggunakannya, terutama karena keterbatasan akses internet, perangkat, pengetahuan, maupun kemampuan ekonomi.
Kondisi tersebut dapat menimbulkan kesenjangan digital. Jika pembangunan ekonomi semakin bergantung pada teknologi, masyarakat yang tidak mampu mengikuti perkembangan digital berpotensi semakin tertinggal. Contohnya, ketika kegiatan jual beli, layanan keuangan, atau informasi pekerjaan semakin banyak dilakukan melalui platform digital, orang yang tidak memiliki akses dan kemampuan digital akan memiliki lebih sedikit kesempatan untuk memanfaatkannya.
Selain itu, perkembangan teknologi juga membawa perubahan terhadap dunia kerja. Beberapa pekerjaan menjadi lebih mudah dilakukan karena adanya otomatisasi dan kecerdasan buatan. Di satu sisi, hal ini dapat meningkatkan produktivitas dan menciptakan jenis pekerjaan baru. Namun di sisi lain, masyarakat juga perlu memiliki keterampilan yang sesuai dengan perubahan tersebut. Menurut saya, persoalannya bukan sekadar apakah teknologi akan menggantikan manusia, tetapi apakah manusia mampu beradaptasi dengan perubahan yang dibawa oleh teknologi.
Karena itu, pembangunan ekonomi di era digital seharusnya tidak hanya berbicara tentang seberapa cepat teknologi berkembang. Pembangunan juga perlu melihat apakah manfaat dari perkembangan tersebut benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat. Teknologi seharusnya menjadi alat untuk meningkatkan kualitas hidup, memperluas kesempatan ekonomi, dan membantu masyarakat memperoleh akses yang lebih baik terhadap pendidikan, pekerjaan, layanan keuangan, dan berbagai kebutuhan lainnya.
Saya melihat bahwa peran pemerintah menjadi penting dalam kondisi seperti ini. Pembangunan infrastruktur digital perlu diikuti dengan peningkatan literasi digital masyarakat. Masyarakat tidak cukup hanya diberi akses internet, tetapi juga perlu memahami bagaimana menggunakan teknologi secara aman, produktif, dan bertanggung jawab. Pelaku UMKM juga perlu mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam memanfaatkan teknologi agar tidak hanya menjadi konsumen dalam ekonomi digital, tetapi juga dapat menjadi pelaku yang memperoleh manfaat dari perkembangan tersebut.
Pada akhirnya, menurut saya, teknologi hanyalah sebuah alat. Teknologi dapat membantu mempercepat pembangunan ekonomi, tetapi kesejahteraan masyarakat tetap bergantung pada bagaimana teknologi tersebut digunakan dan siapa saja yang dapat merasakan manfaatnya. Jika perkembangan digital hanya dinikmati oleh kelompok tertentu, maka pertumbuhan ekonomi belum tentu berarti peningkatan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.
Pembangunan ekonomi di era digital seharusnya tidak hanya mengejar kemajuan teknologi, tetapi juga memastikan bahwa kemajuan tersebut berjalan bersama dengan pemerataan kesempatan. Teknologi akan benar-benar memiliki arti bagi pembangunan ketika masyarakat bukan hanya semakin mudah menggunakan teknologi, tetapi juga memiliki kehidupan yang lebih baik karena adanya teknologi tersebut.
