Konten dari Pengguna

Generasi Rabani Era Milenial

Dhiya Nashwa Widanta

Dhiya Nashwa Widanta

Mahasiswi prodi PAI Universitas Islam Negri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwoketo

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dhiya Nashwa Widanta tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber ; Dokumen Pribadi Penulis
zoom-in-whitePerbesar
Sumber ; Dokumen Pribadi Penulis

Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabani, karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya”. (Ali Imran: 79)

Siapa sih yang tidak tahu tentang generasi rabani? Generasi Rabani merupakan orang yang memiliki sifat yang sesuai dengan apa yang Allah harapkan. Abu Thalib RA mengartikan bahwa generasi rabani yaitu generasi yang memberikan santapan rohani bagi manusia dengan ilmu (hikmah) dan mendidik mereka atas dasar ilmu.

Dewasa ini, kerap kita jumpai kaum milenial yang belum sesuai dengan konsep generasi rabani. Seperti melakukan narkoba, seks bebas, tawuran, pergaulan bebas, dll. Fenomena tersebut dapat disebabkan oleh lingkungan atau pergaulan yang salah, kurangnya pengawasan dari orang tua, lemahnya iman, dan lain sebagainya.

Supaya tercipta generasi rabani, cara yang dapat dilakukan yaitu pertama, generasi yang terlatih secara teratur dibangun untuk memperkuat kepercayaan dan keyakinan. Orang yang telah dididik, dia akan memegang teguh keyakinannya dan akan terjadi perubahan. Perubahan tarbiyah berupa perubahan pikiran, gaya hidup, perilaku bahkan selera. Dalam hidup, hanya ada satu tujuan, yaitu mencari keridhaan Allah. Dialah yang paling bertakwa kepada Allah SWT. Generasi rabbani adalah generasi yang hidupnya benar-benar diberkati oleh ayat-ayat Allah. Yang paling murni hatinya, pikirannya, hobinya, kebiasaannya, pekerjaannya, penampilannya dan cara dia mengatur hidupnya sepenuhnya diarahkan oleh firman Allah. Kita lihat kehidupan generasi ini penuh dengan canda tawa, jauh dari kesombongan, tutur kata yang sederhana, dan cara berpakaian sesuai syariat. Bahkan memakai perhiasan melambangkan kesederhanaan, yaitu generasi yang diinginkan atau generasi yang ideal. Inilah makna Allah dalam ayat 138 Surat Al Baqarah Al-Qur'an.

Kedua, orang yang berpendidikan adalah orang yang berpengetahuan. Dengan pengetahuan, mereka mengetahui hakikat kebenaran dan mengetahui siapa Tuhan itu. Mereka seperti nabi Ibrahim, yang berusaha menemukan Tuhan. Setelah Allah membimbingnya, Nabi Ibrahim tunduk kepada Allah. Akhirnya Nabi Ibrahim berkata: “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku, aku persembahkan hanya kepada Allah Rabbku. Sesuai dengan firman Allah SWT dalam ayat 79 Surat Al An’am dalam Al-Qur’an. Dan mengabdi kepada Tuhannya sepenuhnya setelah mengetahui siapa yang menciptakan-Nya. Beginilah generasi rabani lahir. Pada akhirnya, dia mengabdikan seluruh hidupnya untuk Allah dan melakukan apa yang Allah inginkan, sehingga tidak ada waktu tersisa untuk tidak menaatinya.

Ketiga, generasi yang aktif mengajarkan firman Tuhan kepada orang lain agar bersama-sama menjadi hamba Allah. Dia telah menjadi pelaku dakwah tidak hanya dalam kata-kata tetapi mungkin sebagai contoh. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam ayat 79 Al-Qur'an Surat Ali Imran.

Oleh karena itu, alangkah baiknya apabila kita mampu menerapkan cara-cara di atas agar menjadi kaum milenial yang rabani.