Inovasi Buku Cerita Berbasis Nilai Catur Brata Tingkatkan Regulasi Diri Anak

Saya adalah seorang mahasiswa Universitas Pendidikan Ganesha.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Dhyana Paramita tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kemampuan regulasi diri menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung perkembangan karakter dan keberhasilan belajar anak. Berangkat dari kondisi tersebut, tim Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) Universitas Pendidikan Ganesha menghadirkan inovasi "Integrasi Buku Cerita Literasi Berbasis Nilai Catur Brata" bagi anak-anak di Panti Asuhan Elisama, Denpasar Selatan. Program ini memadukan media buku cerita dengan pendekatan Self Regulated Learning (SRL) untuk membantu anak mengembangkan kemampuan mengelola pikiran, motivasi, dan perilaku melalui pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan.
Program ini disusun berdasarkan hasil identifikasi dan observasi awal yang menunjukkan bahwa kemampuan regulasi diri anak masih tergolong rendah. Sebanyak 14 dari 23 anak yang memiliki regulasi diri dalam kategori rendah. Temuan tersebut diperkuat melalui wawancara dengan pengurus panti yang mengungkapkan bahwa anak-anak masih sulit mematuhi aturan, kesulitan berkonsentrasi, mudah menangis, murung, mudah frustasi ketika menghadapi berbagai tantangan.
Melihat kondisi tersebut, tim PKM-PM yang terdiri atas Gusti Ayu Dhyana Paramita, Ni Ketut Mas Ayu Marini Putri, Ni Kadek Subening Metia Putri, Ni Ketut Kania Agustin, dan Ayu Putu Ari Purnama bersama dosen pendamping Ibu Chindytia, M.Pd., menggagas solusi berupa buku cerita yang mengintegrasikan nilai-nilai Catur Brata, yaitu Amati Geni, Amati Karya, Amati Lelungan, dan Amati Lelanguan. Nilai-nilai tersebut disajikan melalui cerita dengan kearifan lokal yang dekat dengan kehidupan anak sehingga lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pelaksanaan program dilakukan melalui berbagai aktivitas, mulai dari penyampaian materi regulasi diri dan nilai Catur Brata, senam, yoga, literasi membaca buku cerita, penggunaan media pelatihan, sesi Janji Brata dan refleksi. Ketua Panti Asuhan Elisama yakni Ni Komang Ribka Erianti, mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, buku cerita berbasis nilai Catur Brata menjadi inovasi yang menarik serta dapat membantu pengurus panti dalam menanamkan nilai-nilai karakter kepada anak-anak secara lebih efektif dan berkelanjutan.
Melalui program PKM-PM ini, mahasiswa Undiksha membuktikan bahwa perpaduan literasi, pendidikan karakter, dan kearifan lokal mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Inovasi buku cerita berbasis nilai Catur Brata tidak hanya meningkatkan kemampuan regulasi diri anak, tetapi juga mendorong terbentuknya pribadi yang lebih mandiri, disiplin, bertanggung jawab, serta mampu menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan sehari-hari.
