AI dan Interaksi Sosial : Peran AI dalam Cara Berkomunikasi dan Berinteraksi

Dhyane Permata
Mahasiswa Ilmu Komunikasi, Universitas Negeri Malang
Konten dari Pengguna
2 April 2024 10:14 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Dhyane Permata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Designed by Freepik
zoom-in-whitePerbesar
Designed by Freepik

Artificial Intelligence dan Interaksi Sosial : Bagaimana AI Mempengaruhi Individu dalam Berkomunikasi dan Berinteraksi

ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
AI atau Artificial Intelligence adalah sebuah teknologi dimana terdapat sistem atau mesin yang dapat meniru kecerdasan manusia. AI dapat kita temui dalam keseharian kita. AI sangat berpengaruh dalam berbagai aspek kehidupan kita, termasuk cara kita berkomunikasi dan berinteraksi. AI telah membuka terobosan dan peningkatan dalam berbagai aspek, termasuk komunikasi dan interaksi sosial. Salah satu contoh AI telah mempengaruhi cara kita berkomunikasi adalah penggunaan chatbot dalam pesan otomatis layanan pelanggan, Siri dan Google Assistant yang dinilai dapat lebih efisien dan efektif. Di beberapa aplikasi dan platform memanfaatkan teknologi AI dalam memberikan respon langsung kepada pengguna dengan nada suara, ekspresi wajah, dan gerakan tubuh. Hal ini dapat membantu kita dalam memperbaiki kemampuan komunikasi dan juga mempengaruhi kita untuk berkomunikasi dengan sistem tanpa adanya interaksi langsung dengan individu lain.
ADVERTISEMENT
AI telah memperluas pengetahuan serta kemampuan berkomunikasi manusia dengan sistem seperti Google Translate atau aplikasi lain yang serupa. teknologi tersebut menggunakan AI sebagai alat untuk menerjemahkan ucapan atau teks dari bahasa satu ke bahasa yang lain secara real time. Hal ini tentu menjadi hal yang positif dalam memfasilitasi individu dalam berkomunikasi antarbudaya, sehingga tidak lagi terhalang karena adanya keterbatasan bahasa. Dalam aspek interaksi sosial, AI juga dapat mempengaruhi cara kita berinteraksi dengan penggunaan teknologi pengenalan wajah atau dengan fitur Face Id dalam smartphone. Dalam hal ini AI dapat mendeteksi wajah kita ketika ingin membuka smartphone ataupun aplikasi. AI juga dapat digunakan untuk menganalisis perilaku dan emosi kita, dan memberikan informasi yang lebih mendalam tentang bagaimana individu dalam berinteraksi sosial.
ADVERTISEMENT
Ada yang lebih penting peran AI dalam mempengaruhi cara kita berinteraksi yaitu kemampuan untuk memberikan rekomendasi atau saran yang sesuai. Media sosial misalnya seperti tiktok dan instagram, mereka menggunakan algoritma AI untuk mengetahui perilaku kita dan menampilkan konten yang relevan. Seperti yang sering dilihat pada halaman media sosial kita yaitu saran teman, produk belanja pada e-commerce dan konten yang muncul secara tidak sadar adalah konten yang sering kita lihat atau sukai.
Meskipun AI mempunyai peran positif dalam cara kita berkomunikasi maupun berinteraksi, penggunaan AI juga dapat menimbulkan berbagai tantangan serta kekhawatiran dalam aspek etika dan privasi, khususnya dalam pengumpulan dan penggunaan data pribadi. Penggunaan data pribadi ini dibutuhkan untuk memberikan rekomendasi konten atau suatu hal yang relevan dengan kita. Algoritma AI membutuhkan akses yang luas dalam data pribadi kita untuk mengetahui dan memahami preferensi dan perilaku kita, sehingga dapat meningkatkan resiko pelanggaran privasi serta penyalahgunaan data jika tidak dikelola dengan benar.
ADVERTISEMENT
Selain itu, kekhawatiran dalam konteks chatbot, tentang bagaimana transparansi dan kesadaran pengguna apakah kita sebagai pengguna sedang berinteraksi dengan manusia atau sistem. Ini akan berdampak pada integritas dan kejujuran dalam berkomunikasi dan dapat mempengaruhi kualitas hubungan interpersonal. Tantangan seperti ini juga sering terjadi di lingkungan kampus perkuliahan, ketika kita seorang mahasiswa ada hal yang perlu ditanyakan terkait mata kuliah atau hal yang berhubungan dengan perkuliahan, tidak lagi bertanya kepada dosen atau pihak kampus tetapi sudah mengandalkan teknologi AI.
Perkembangan teknologi seperti AI memang memberikan kemudahan serta memberikan dampak yang besar terhadap cara kita berkomunikasi maupun berinteraksi secara sosial. Meski AI memberikan kita kemudahan dalam aspek efisiensi, kemampuan memahami dan merespons kebutuhan, personalisasi komunikasi, serta mengetahui pola perilaku dan emosi kita, tetap ada tantangan dan kekhawatiran yang perlu diperhatikan dan tidak dapat diabaikan, termasuk isu - isu etika dan privasi. Oleh karena itu,
ADVERTISEMENT